Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Properti » Pangkas Utang Rp 4,5 Triliun, Agung Podomoro Jual Lahan 8 Hektar di Bali

Pangkas Utang Rp 4,5 Triliun, Agung Podomoro Jual Lahan 8 Hektar di Bali

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Industri properti nasional kembali menunjukkan dinamika penyehatan finansial yang strategis. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melanjutkan strategi efisiensi dan penguatan fundamental dengan melakukan divestasi aset non-produktif di Bali.

Pada 11 Desember 2025, APLN menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan saham Perseroan dan entitas anak PT Kencana Unggul Sukses (KUS) di PT Karya Pratama Propertindo kepada PT Puri Dibya Property dan PT Hartons Property Development.

Meskipun melibatkan lahan sekitar 8 hektar, langkah ini diklaim bukan merupakan transaksi material maupun afiliasi, melainkan murni bagian dari upaya manajemen menjaga kesehatan neraca keuangan. Keputusan menjual lahan kosong yang semula disiapkan untuk rencana pengembangan di Bali ini dilandasi oleh kebutuhan strategis perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan memangkas kewajiban.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa transaksi ini sangat strategis karena meningkatkan dana kas perusahaan. Bagi APLN, divestasi aset telah menjadi model bisnis yang teruji sejak tahun 2017.

“Aset yang kami divestasi berhasil meningkatkan nilai perusahaan, mendorong percepatan proyek properti baru dan berhasil memangkas utang perusahaan. Kami bersyukur strategi ini dapat dijalankan dengan sangat baik oleh manajemen APLN,” ungkap Justini dikutip dari Kompas.com, Senin (15/12/2025).

Utang Berbunga Turun Drastis Efektivitas strategi divestasi APLN tercermin jelas dalam konsolidasi kewajiban perusahaan. Sejak tahun 2021, APLN secara konsisten berhasil menurunkan total pinjaman berbunga (interest-bearing debt) mereka secara signifikan. Total pinjaman berbunga perusahaan telah menurun dari Rp 10 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 5,5 triliun per September 2025.

Ini berarti APLN berhasil memangkas utang hingga sekitar Rp 4,5 triliun dalam kurun waktu empat tahun. Divestasi aset strategis bernilai tinggi menjadi salah satu sumber utama pelunasan utang, memungkinkan perusahaan memiliki fundamental yang lebih solid dan siap menangkap peluang pertumbuhan baru di sektor properti.

Dengan menyehatkan neraca keuangannya, APLN kini memfokuskan sumber daya dan modalnya pada pengembangan proyek-proyek properti bernilai tinggi (high-value projects) yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Fokus ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah nasional dan menggerakkan ekonomi daerah.

Proyek-proyek unggulan yang sedang dikembangkan APLN meliputi:

. Jawa Barat: Podomoro Park Bandung dan Parkland Podomoro Karawang.

. Jabodetabek: Bukit Podomoro Jakarta dan Podomoro Golf View Cimanggis.

. Luar Jawa: Podomoro City Deli Medan dan Borneo Bay Residence Balikpapan.

“Pembangunan proyek properti ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional dan mendorong bergeraknya ekonomi daerah,” tutup Justini.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Nyaris Masuk Wilayah Udara Turki

    NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Nyaris Masuk Wilayah Udara Turki

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sistem pertahanan udara North Atlantic Treaty Organization (NATO) menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan Iran dan bergerak menuju wilayah udara Turki, Rabu, 4 Maret 2026. Kementerian Pertahanan Turki menyatakan rudal itu melintas di atas Irak dan Suriah sebelum dihancurkan sistem pertahanan NATO di kawasan Laut Mediterania bagian timur. Tidak ada laporan korban akibat […]

  • Jelang Ramadhan 2026, Harga Cabai di Pasar Angso Duo Naik hingga 25 Persen

    Jelang Ramadhan 2026, Harga Cabai di Pasar Angso Duo Naik hingga 25 Persen

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil menjelang bulan Ramadhan 2026. Namun, beberapa komoditas hortikultura, khususnya cabai, mulai mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi per 12 Februari 2026, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil naik 25 persen menjadi Rp […]

  • Lexus IS Generasi Baru Meluncur 2027, Berubah Jadi Sedan Listrik dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

    Lexus IS Generasi Baru Meluncur 2027, Berubah Jadi Sedan Listrik dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pabrikan otomotif premium asal Jepang, Lexus, dikabarkan tengah menyiapkan generasi terbaru sedan sport andalannya, Lexus IS. Model anyar tersebut disebut-sebut akan hadir sebagai mobil listrik murni dan dijadwalkan meluncur pada 2027. Transformasi Lexus IS menjadi kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi elektrifikasi Lexus secara global. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Lexus di segmen […]

  • Tiga Investor Garap Jalan Khusus Batubara, Pemprov Jambi Dorong Percepatan

    Tiga Investor Garap Jalan Khusus Batubara, Pemprov Jambi Dorong Percepatan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara guna mendukung peningkatan produksi dan pendapatan daerah. Pada 2025, Provinsi Jambi tercatat menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor batubara sebesar Rp 112 miliar. Rinciannya berasal dari iuran tetap (landrent) sebesar Rp 6,11 miliar dan iuran produksi atau royalti sebesar […]

  • Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

    Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Provinsi Jambi. Tak hanya meningkatkan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026 juga mulai membuat debit Sungai Batanghari menyusut. Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. Sebab, Sungai Batanghari menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat […]

  • Ketidakpastian Tarif, India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS

    Ketidakpastian Tarif, India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – India dikabarkan menunda rencana untuk mengirim delegasi perdagangan ke Washington minggu ini, menyusul ketidakpastian setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Hal ini sekaligus menyusul langkah Trump untuk mengenakan tarif sementara sebesar 15%, jumlah maksimum yang diizinkan oleh hukum AS pada impor dari semua negara mitra. “Keputusan […]

expand_less