Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Diprediksi Akan Ramai Menerbitkan Surat Utang

Bank Diprediksi Akan Ramai Menerbitkan Surat Utang

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penerbitan surat utang masih jadi alternatif jitu bagi perbankan dalam mencari sumber likuiditas. Ini tercermin dari ramainya bank yang telah memberikan mandat pada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk menerbitkan surat utang.

Berdasarkan data Pefindo per 30 September, setidaknya ada lima bank yang berencana menerbitkan surat utang. Di mana, nilainya mencapai Rp 11,7 triliun dan menjadi yang terbesar bersama sektor multifinance dibandingkan dengan sektor lainnya.

Kepala Divisi Riset Pefindo, Suhindarto mengungkapkan jika melihat dari mandat tersebut, bisa dibilang bahwa minat perbankan cukup tinggi. Mengingat, sepanjang Januari hingga September 2025, perbankan juga telah menerbitkan surat utang senilai Rp 31,9 triliun dari 11 bank.

“Ini masih relatif cukup tinggi minat penerbitan dari sisi perbankan itu sendiri,” ujar Darto dikutip dari Kontan, Kamis (16/10/2025).

Darto memproyeksikan di tahun depan, tren ini bakal terus berlanjut. Setidaknya, sektor perbankan bakal tetap menempati lima besar sektor yang menerbitkan surat utang di 2026 ini.

Salah satu pendorongnya adalah utang jatuh tempo yang dimiliki oleh perbankan untuk tahun depan. Berdasarkan data Pefindo per 30 September 2025, total surat utang jatuh tempo milik perbankan mencapai Rp 17,58 triliun.

“Jadi ada peluang untuk nilainya bertambah lagi gitu ya, dari nilai Rp 17,58 triliun itu sendiri, itu share-nya mencapai sekitar 12% dari total utang jatuh tempo tahun depan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai ada beberapa hal yang bisa membuat perbankan mengerem penerbitan surat utang di tahun depan. Salah satunya adalah kondisi likuiditas yang mulai longgar.

Dalam hal ini, ia menyoroti dana saldo anggaran lebih dari APBN yang dipindahkan pemerintah ke perbankan membuat likuiditas lembaga keuangan relatif mengalami pelonggaran. Di mana akhirnya membuat loan to deposit ratio bank kemarin sempat menurun.

“Bisa jadi kebutuhan untuk penggalangan dana di pasar surat utangnya mengalami tekanan dari industri keuangan itu sendiri,” tandasnya.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digaji Rp65 Ribu per Hari, Petugas Kebersihan Jambi Nilai Slogan Kota Bahagia Hanya Retorika

    Digaji Rp65 Ribu per Hari, Petugas Kebersihan Jambi Nilai Slogan Kota Bahagia Hanya Retorika

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aksi mogok kerja yang dilakukan petugas kebersihan Kota Jambi berdampak langsung pada kondisi lingkungan. Tumpukan sampah terlihat di sejumlah jalan protokol hingga lorong-lorong permukiman warga, menimbulkan aroma busuk yang menyengat dan dikeluhkan masyarakat. Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan kesejahteraan. Para petugas kebersihan menilai upah yang mereka terima selama ini jauh dari […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Anjlok Rp18 Ribu, Kini Rp2,75 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Anjlok Rp18 Ribu, Kini Rp2,75 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penguatan harga emas produksi Antam terhenti. Harga logam mulia tersebut kembali terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, hari ini emas Antam merosot sebesar Rp18.000. Harga emas batangan ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.750.000 dari semula Rp2.768.000 per gram. Penurunan tersebut sekaligus memangkas kenaikan harga yang […]

  • Waspada Lemak Jahat (LDL) dalam Darah, Bisa Picu Penyakit Mematikan

    Waspada Lemak Jahat (LDL) dalam Darah, Bisa Picu Penyakit Mematikan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hiperlipidemia menjadi ancaman senyap bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika kadar lemak dalam darah terutama kolesterol dan trigliserida melampaui batas normal. Meski sering tanpa gejala, dampaknya bisa fatal jika tidak dikendalikan. Secara medis, hiperlipidemia ditandai dengan tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta rendahnya kolesterol baik (HDL). LDL berkontribusi terhadap penumpukan […]

  • Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara tahunan (year on year). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas perhiasan, yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kenaikan harga emas terjadi karena gangguan produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Insiden […]

  • 5 Bakso Enak di Jambi yang Wajib Kamu Coba, Ada yang Disajikan Pakai Batok Kelapa!

    5 Bakso Enak di Jambi yang Wajib Kamu Coba, Ada yang Disajikan Pakai Batok Kelapa!

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siapa bilang kuliner Jambi cuma seputar masakan tradisional khas Melayu? Ternyata, di balik hiruk pikuk Kota Jambi, ada banyak kedai bakso yang rasanya menggoda lidah. Dari resep lawas yang sudah eksis sejak 1970-an, sampai inovasi kekinian seperti bakso batok dan bakso mercon, semua ada di sini. Buat kamu pencinta bakso sejati, ini dia […]

  • Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut selanjutnya dialihkan untuk membiayai belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) agar dapat langsung masuk ke sistem perekonomian. Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik merupakan penempatan SAL pada kloter kedua, […]

expand_less