Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Diprediksi Akan Ramai Menerbitkan Surat Utang

Bank Diprediksi Akan Ramai Menerbitkan Surat Utang

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penerbitan surat utang masih jadi alternatif jitu bagi perbankan dalam mencari sumber likuiditas. Ini tercermin dari ramainya bank yang telah memberikan mandat pada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk menerbitkan surat utang.

Berdasarkan data Pefindo per 30 September, setidaknya ada lima bank yang berencana menerbitkan surat utang. Di mana, nilainya mencapai Rp 11,7 triliun dan menjadi yang terbesar bersama sektor multifinance dibandingkan dengan sektor lainnya.

Kepala Divisi Riset Pefindo, Suhindarto mengungkapkan jika melihat dari mandat tersebut, bisa dibilang bahwa minat perbankan cukup tinggi. Mengingat, sepanjang Januari hingga September 2025, perbankan juga telah menerbitkan surat utang senilai Rp 31,9 triliun dari 11 bank.

“Ini masih relatif cukup tinggi minat penerbitan dari sisi perbankan itu sendiri,” ujar Darto dikutip dari Kontan, Kamis (16/10/2025).

Darto memproyeksikan di tahun depan, tren ini bakal terus berlanjut. Setidaknya, sektor perbankan bakal tetap menempati lima besar sektor yang menerbitkan surat utang di 2026 ini.

Salah satu pendorongnya adalah utang jatuh tempo yang dimiliki oleh perbankan untuk tahun depan. Berdasarkan data Pefindo per 30 September 2025, total surat utang jatuh tempo milik perbankan mencapai Rp 17,58 triliun.

“Jadi ada peluang untuk nilainya bertambah lagi gitu ya, dari nilai Rp 17,58 triliun itu sendiri, itu share-nya mencapai sekitar 12% dari total utang jatuh tempo tahun depan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai ada beberapa hal yang bisa membuat perbankan mengerem penerbitan surat utang di tahun depan. Salah satunya adalah kondisi likuiditas yang mulai longgar.

Dalam hal ini, ia menyoroti dana saldo anggaran lebih dari APBN yang dipindahkan pemerintah ke perbankan membuat likuiditas lembaga keuangan relatif mengalami pelonggaran. Di mana akhirnya membuat loan to deposit ratio bank kemarin sempat menurun.

“Bisa jadi kebutuhan untuk penggalangan dana di pasar surat utangnya mengalami tekanan dari industri keuangan itu sendiri,” tandasnya.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan hingga Kabut Asap di 11 Kabupaten/Kota

    Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini: Hujan Ringan hingga Kabut Asap di 11 Kabupaten/Kota

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk seluruh wilayah Provinsi Jambi mulai Kamis (20/11/2025) hingga beberapa hari ke depan. Sebanyak 11 kabupaten/kota di Jambi diprediksi mengalami cuaca variatif, mulai dari berawan, hujan ringan, hujan petir, hingga kabut/asap. Secara umum, cuaca di Provinsi Jambi didominasi hujan ringan dan kondisi berawan, dengan […]

  • Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Indonesia menginisiasi gerakan “No Tax for Knowledge”, sebuah dorongan relaksasi pajak bagi industri media guna menjaga keberlanjutan institusi jurnalistik dan memastikan masyarakat terus mendapatkan informasi yang kredibel. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menjelaskan bahwa media yang terverifikasi dan konsisten menyampaikan edukasi publik memerlukan dukungan kebijakan fiskal agar tetap […]

  • Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian besar dari sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan, sektor ini berhasil menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan kontribusi mencapai 13,83%. “Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi PDB nasional. Angka 13,83% itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam rapat di […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Turun Rp40.000

    Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Turun Rp40.000

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali anjlok pada Jumat (27/3/2026). Penurunannya hari ini sebesar Rp40.000, membuat harga emas Antam menjadi Rp2.810.000 per gram. Penurunan tersebut menjadikan harga emas Antam lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp2.850.000 per gram. Dampak penurunan harga yang terjadi tersebut membuat harga buyback emas Antam mengalami […]

  • Rupiah Bangkit! Kurs Menguat ke Rp18.065

    Rupiah Bangkit! Kurs Menguat ke Rp18.065

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (10/7/2026). Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 63 poin atau 0,35 persen. Kurs rupiah kini berada di level Rp18.065 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan pada penutupan […]

  • Kredit Perdagangan Jambi Tumbuh 14,36 Persen, Sinyal Aktivitas Bisnis Menguat

    Kredit Perdagangan Jambi Tumbuh 14,36 Persen, Sinyal Aktivitas Bisnis Menguat

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas pembiayaan dunia usaha di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan positif sepanjang triwulan II 2026. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit korporasi Jambi mencapai 14,55 persen secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,06 persen. Salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan adalah perdagangan. Kredit pada sektor perdagangan tumbuh 14,36 persen yoy, lebih tinggi […]

expand_less