Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Karhutla Sungai Gelam Belum Padam, Aktivitas Ekonomi dan UMKM Warga Mulai Terancam

Karhutla Sungai Gelam Belum Padam, Aktivitas Ekonomi dan UMKM Warga Mulai Terancam

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, tidak hanya mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Jika terus meluas, kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karhutla yang terjadi sejak Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026) masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan penyebaran api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan vegetasi berupa tanaman sawit, semak belukar, dan pakis.

“Api masih belum padam sepenuhnya. Tim masih terus melakukan pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara dengan dukungan water bombing,” kata Anari, Minggu (9/8/2026).

Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7 hektare. Luas keseluruhan kawasan yang terdampak masih dalam proses perhitungan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian lahan yang terbakar merupakan kawasan masyarakat yang memiliki aktivitas perkebunan, termasuk tanaman sawit.

Jika kebakaran meluas dan berlangsung lama, dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lahan. Rantai ekonomi masyarakat juga berpotensi ikut terganggu, mulai dari petani, pekerja kebun, pedagang hingga pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas ekonomi di sekitar wilayah terdampak.

Bagi pelaku UMKM, gangguan aktivitas masyarakat dapat berpengaruh terhadap jumlah pembeli dan perputaran omzet. Kondisi udara yang dipenuhi asap juga berpotensi membuat masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Situasi tersebut dapat menjadi tekanan tambahan bagi usaha kecil yang mengandalkan transaksi harian, seperti warung makan, pedagang kelontong, pedagang kaki lima dan usaha jasa.

Anari mengatakan karakteristik tanah yang didominasi gambut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.

Tim terlebih dahulu melakukan pemantauan menggunakan drone untuk mengetahui kondisi dan sebaran titik api. Setelah itu, personel bergerak melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang masih terbakar.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain minimnya sumber air, akses jalan yang terbatas dan kondisi angin yang cukup kencang.

“Angin di lokasi cukup kencang sehingga api cepat sekali menyebar. Karena itu, kami melakukan penyekatan dari beberapa sisi agar pergerakan api bisa dikendalikan,” ujar Anari.

Karhutla yang terjadi di tengah musim kemarau perlu menjadi perhatian tidak hanya dari sisi penanganan bencana, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Sungai Gelam merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas perkebunan dan ekonomi masyarakat. Pergerakan ekonomi tersebut juga menopang berbagai usaha kecil yang berada di sekitar permukiman dan kawasan perkebunan.

Karena itu, semakin lama Karhutla berlangsung, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan penanganan Karhutla berjalan cepat agar dampak terhadap masyarakat tidak meluas.

Selain pemadaman, perlindungan terhadap masyarakat dan keberlangsungan usaha kecil juga penting diperhatikan, terutama apabila asap mulai mengganggu aktivitas warga dalam beberapa hari ke depan.

Bagi pelaku UMKM, keberlangsungan aktivitas ekonomi sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang aman dan aktivitas masyarakat yang tetap berjalan.

Dengan api yang masih dalam proses pemadaman, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran baru.

Penanganan cepat Karhutla di Sungai Gelam diharapkan tidak hanya mencegah kerusakan lingkungan semakin luas, tetapi juga menjaga roda ekonomi masyarakat dan UMKM tetap bergerak.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US0 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US$950 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 sebesar US$950 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencatat surplus US$2,51 miliar. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei […]

  • BI Tahan Bunga Lagi! BI-Rate Tetap 5,75 Persen, Rupiah Masih Jadi Perhatian

    BI Tahan Bunga Lagi! BI-Rate Tetap 5,75 Persen, Rupiah Masih Jadi Perhatian

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) kembali mengerem perubahan suku bunga. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22–23 September 2026, bank sentral memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Keputusan tersebut diumumkan Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026). “Rapat Dewan Gubernur BI pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate 5,75 persen,” tegas […]

  • Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (13/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.724 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.717 per dolar AS. Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS pagi ini. Seperti dolar Taiwan melemah 0,09%, baht Thailand melemah 0,07%, […]

  • Rupiah Tertekan, Sentuh Rp16.920 per Dolar AS

    Rupiah Tertekan, Sentuh Rp16.920 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada level Rp16.920 pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Mengutip Antara, rupiah melemah 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp16.920 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.898 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,23% ke level 99,20. Sejumlah mata uang […]

  • Kronologi Bupati Aceh Selatan Umrah Meski Izin Ditolak Saat Bencana Banjir

    Kronologi Bupati Aceh Selatan Umrah Meski Izin Ditolak Saat Bencana Banjir

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan kronologi keberangkatan umrah Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang tetap berangkat ke Arab Saudi di tengah bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatera. Menurut Tito, Mirwan sebelumnya telah mengajukan izin bepergian ke luar negeri pada 22 November 2025 melalui pemerintah daerah setempat untuk diteruskan […]

  • Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di seluruh pasar. Langkah ini diambil menyusul adanya ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan akibat penghentian sementara kegiatan operasional oleh pemerintah. Suspensi tersebut sebagaimana tercantum dalam pengumuman BEI No. Peng-SPT-00021/BEI.PP3/12-2025, yang berlaku mulai Sesi II perdagangan Rabu, 17 […]

expand_less