Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

Disorot Presiden Prabowo, BEI Suspensi Saham Toba Pulp Lestari (INRU)

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 18 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) di seluruh pasar. Langkah ini diambil menyusul adanya ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan akibat penghentian sementara kegiatan operasional oleh pemerintah.

Suspensi tersebut sebagaimana tercantum dalam pengumuman BEI No. Peng-SPT-00021/BEI.PP3/12-2025, yang berlaku mulai Sesi II perdagangan Rabu, 17 Desember 2025, hingga pengumuman lebih lanjut dari bursa.

BEI menyampaikan, penghentian perdagangan dilakukan karena adanya ketidakpastian operasional INRU setelah pemerintah menangguhkan sementara kegiatan usaha perseroan, terutama yang berkaitan dengan akses penatausahaan hasil hutan.

Sebelumnya, manajemen INRU telah menyampaikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi tertanggal 16 Desember 2025. Dalam penjelasannya, perseroan menyebut penghentian operasional terjadi seiring kebijakan otoritas kehutanan yang menangguhkan sementara akses penatausahaan hasil hutan di sejumlah wilayah.

Manajemen INRU menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari proses pengendalian, evaluasi, dan verifikasi pengelolaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Penangguhan tersebut mencakup penghentian sementara kegiatan penebangan dan pengangkutan kayu yang wajib dipatuhi oleh perusahaan.

Meski demikian, perseroan memastikan bahwa penangguhan tersebut tidak memengaruhi izin usaha PBPH yang dimiliki. Seluruh izin usaha INRU disebut masih tetap berlaku dan tidak ada izin material yang dicabut.

Namun hingga kini, perseroan mengaku belum memperoleh kepastian waktu dari pemerintah terkait dibukanya kembali akses penatausahaan hasil hutan. Kondisi tersebut membuat INRU belum dapat memastikan kapan kegiatan operasional dapat kembali berjalan normal.

Dari sisi operasional, INRU menghentikan sementara kegiatan produksi pabrik dan pemanenan kayu yang membutuhkan penatausahaan hasil hutan. Dampaknya, perseroan berpotensi mengalami penundaan pendapatan akibat terhentinya proses produksi selama kebijakan tersebut berlangsung.

Manajemen juga menegaskan, selama masa penghentian ini perseroan tidak melakukan produksi, tidak mencari bahan baku di luar mekanisme regulator, serta belum memiliki sumber pendapatan alternatif di luar kegiatan usaha utama.

Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus untuk melakukan audit dan evaluasi total terhadap PT Toba Pulp Lestari Tbk.

Presiden Prabowo disebut meminta agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terkait pengelolaan PBPH yang dikuasai perseroan dalam beberapa tahun terakhir. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan diumumkan ke publik, termasuk kemungkinan pencabutan atau rasionalisasi izin PBPH.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Makanan Efektif Perbaiki Fungsi Ginjal Secara Alami

    5 Makanan Efektif Perbaiki Fungsi Ginjal Secara Alami

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ginjal adalah organ penting yang berperan menyaring darah, membuang racun, serta menjaga keseimbangan cairan. Ketika fungsinya menurun, tubuh dapat mengalami gangguan metabolisme serius hingga memicu penyakit kronis. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal melalui pola makan merupakan langkah sederhana namun sangat penting. Sejumlah makanan tertentu diketahui mengandung nutrisi, antioksidan, dan senyawa anti-inflamasi yang bisa […]

  • Toyota: E10 Bisa Dorong Ekonomi dan Sejahterakan Petani

    Toyota: E10 Bisa Dorong Ekonomi dan Sejahterakan Petani

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menilai wacana pemerintah terkait mandatori campuran 10 persen etanol (E10) untuk bahan bakar minyak (BBM) berpotensi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025), Bob menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dapat menciptakan multiplier effect terhadap sektor […]

  • Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

    Ketatnya Regulasi Australia Buat Ragu Pembisnis Indonesia Untuk Investasi

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hubungan perdagangan Indonesia–Australia dinilai masih belum optimal meski memiliki potensi ekonomi yang besar. Anggota Dewan Institut Australia–Indonesia, Rob Law, menyebut bahwa hambatan utama terletak pada regulasi yang ketat serta biaya operasional tinggi di Australia. Dalam media briefing di The Grace Hotel, Sydney, Senin (18/11/2025), Law menegaskan bahwa sistem hukum Australia sangat detail dan […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas hortikultura yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas bahan pangan strategis masih bertahan di level sebelumnya. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabe rawit merah. Harga cabe […]

  • Mobil Jarang Dipakai Tetap Ganti Oli Mesin, Begini Penjelasannya

    Mobil Jarang Dipakai Tetap Ganti Oli Mesin, Begini Penjelasannya

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Salah satu ritual wajib yang harus dilakukan pemilik mobil adalah rutin mengganti oli atau pelumas mesin. Langkah ini merupakan bentuk perawatan dasar untuk menjaga performa kendaraan. Lantas, bagaimana dengan mobil yang jarang digunakan? Apakah tetap perlu rutin mengganti oli, meski jarak tempuh dan waktu penggunaan belum terpenuhi? Menjawab pertanyaan yang kerap menjadi perdebatan […]

  • Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

    Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana kenaikan Pungutan Ekspor (PE) sawit yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026 menimbulkan kecemasan petani. Kebijakan ini dinilai melemahkan daya saing sawit Indonesia yang berujung pada penerimaan petani terkait harga sawit. Menurut Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) kebijakan tersebut dinilai berisiko merusak ekosistem kelapa sawit […]

expand_less