Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Mobil Toyota Diklaim Siap Tenggak BBM Campur Etanol 20%

Mobil Toyota Diklaim Siap Tenggak BBM Campur Etanol 20%

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Produsen otomotif asal Jepang, Toyota mengungkapkan kesiapan perseroan menjelang kebijakan mandatori dari pemerintah Indonesia yang akan mewajibkan campuran BBM dengan etanol 10% (E10).

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan, seluruh lini produk Toyota di pasaran saat ini sudah kompatibel dengan BBM campuran etanol 20% alias E20. Alhasil, menurutnya produsen otomotif di Indonesia sejatinya sudah siap terhadap kebijakan mandatori E10.

“Kalau Toyota sudah sampai E20. Mungkin brand yang lain E10. Jadi aman E10 sebenarnya, aman lah,” ujar Bob dikutip Senin (13/10/2025).

Mengacu laman resmi Toyota, mobil yang dapat menenggak bahan bakar bioetanol dikembangkan melalui teknologi khusus yang bernama flexy fuel vehicle (FFV). Mesin flexy fuel dapat menggunakan bahan bakar bioetanol dengan kadar 5% (E5) hingga 100% (E100).

Sejatinya, FFV mirip dengan kendaraan konvensional berbasis BBM (internal combustion engine/ICE). Namun, yang membedakan adalah sistem bahan bakar yang dapat menggunakan etanol dan pengaturan sistem penggerak yang berbeda. Meskipun efisiensi bahan bakar biasanya menurun dengan peningkatan kadar etanol, beberapa mesin FFV justru menunjukkan kinerja akselerasi yang lebih baik saat menggunakan campuran etanol yang lebih tinggi.

Perlu diketahui, bioetanol merupakan bahan bakar alternatif dari nabati seperti tebu, singkong, atau jagung yang dapat dicampur dengan bensin dalam kendaraan bermotor. Sejumlah negara pun telah mengembangkan bioetanol, seperti Amerika Serikat (AS), Brasil, hingga Eropa.

“Di luar negeri itu sekarang hampir semua negara ini sudah menerapkan E10, E20, bahkan Thailand itu sudah bergerak ke E20. Di Amerika juga mereka sudah menerapkan di beberapa negara bagian E10, E15, bahkan ada E85. Di Brasil sudah E100,” jelas Bob.

Dari sisi lingkungan, penggunaan etanol disebut mampu menurunkan emisi hingga 65%. Di sejumlah negara seperti India, program etanol bahkan mendapat subsidi pemerintah karena bahan bakunya berasal dari hasil pertanian. Peningkatan permintaan etanol turut mendongkrak pendapatan petani. “Kalau bensin, itu kan tambang yang memproduksi, yang kaya kan pemilik tambang. Kalau etanol yang kaya siapa? Petani tebu, jagung, singkong. Nah, jadi kalau itu bisa berkembang dengan baik, itu bisa jadi pilar kedua pertumbuhan ekonomi kita setelah sawit. Jadi ada multiplier effect,” pungkas Bob.

Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku telah mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera membuat peta jalan untuk mendorong bensin di dalam negeri dicampur dengan etanol 10% guna menekan impor BBM.

“Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatory 10% etanol. Dengan demikian kita akan campur bensin kita dengan etanol tujuannya agar kita tidak impor banyak,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Kendati demikian, Bahlil memastikan bahwa mandatory E10 tidak akan diterapkan tahun depan. Dia menyebut, hal tersebut masih perlu dipersiapkan dari segi bahan baku dan pengolahannya.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Defisit APBN 2025 Capai Rp 560,3 Triliun, Menkeu Pastikan Masih dalam Batas Aman

    Defisit APBN 2025 Capai Rp 560,3 Triliun, Menkeu Pastikan Masih dalam Batas Aman

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 November 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp 560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah memastikan angka tersebut masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan kerangka kebijakan fiskal yang telah ditetapkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, defisit terjadi seiring […]

  • Cetak Laba Rp 47 Miliar per September 2025, Ini Strategi PPRO Genjot Kinerja Keuangan

    Cetak Laba Rp 47 Miliar per September 2025, Ini Strategi PPRO Genjot Kinerja Keuangan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan pendapatan Rp 230 miliar hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 47 miliar. Perusahaan properti pelat merah ini juga mencatat beban usaha Rp 39 miliar, sedikit turun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 40 miliar. Langkah efisiensi tersebut menjadi bagian […]

  • SEA Games 2025: Indonesia Diperkuat 1.021 Atlet, Targetkan 80 Emas!

    SEA Games 2025: Indonesia Diperkuat 1.021 Atlet, Targetkan 80 Emas!

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengukuhkan Tim Indonesia untuk SEA Games 2025. Pengukuhan Tim Indonesia buat SEA Games 2025 itu digelar di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/12/2025) siang WIB. Di […]

  • 20.289 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT hingga 5 Januari 2026

    20.289 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT hingga 5 Januari 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 20.289 Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Tahun Pajak 2025 telah disampaikan oleh wajib pajak hingga 5 Januari 2026. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli mengatakan, data tersebut tercatat hingga pukul 15.37 WIB. “Progres Pelaporan SPT Tahunan PPh Per tanggal 5 Januari 2026 Pukul 15.37 WIB, untuk […]

  • Cabai

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Stabil, Harga Cabai Merah Capai Rp 60. 000 per Kilogram

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi hari ini, mayoritas tercatat stabil hal ini tertuang dalam aplikasi SIHARKO Dinas Perdagangan Kota Jambi pada pembaruan data per 21 November 2025. Meski begitu, sejumlah komoditas pangan utama seperti cabai merah besar dan cabai merah kecil mengalami kenaikan cukup signifikan, sementara cabai rawit merah […]

  • APVINDO: Regulasi Vape Harus Transparan, Lindungi UMKM dan Pekerja Rokok Elektrik

    APVINDO: Regulasi Vape Harus Transparan, Lindungi UMKM dan Pekerja Rokok Elektrik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Pekerja Vape Indonesia (APVINDO) menegaskan, regulasi rokok elektrik atau vape harus lahir dari kajian ilmiah yang mendalam dan analisis ekonomi menyeluruh. Kebijakan yang terburu-buru berisiko merugikan industri legal sekaligus jutaan pekerja yang menggantungkan hidup pada sektor ini. Ketua APVINDO, Agung Prasojo, menjelaskan, organisasi mereka tidak menolak adanya aturan. Namun, setiap regulasi wajib […]

expand_less