Selasa, 23 Jun 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Tips Mengatasi Kantuk Saat Nyetir Mudik Lebaran

Tips Mengatasi Kantuk Saat Nyetir Mudik Lebaran

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rasa kantuk saat mengemudi jarak jauh, terutama saat perjalanan mudik Lebaran, menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu kecelakaan di jalan. Kondisi ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi hingga mengalami Microsleep, yaitu tertidur dalam waktu sangat singkat tanpa disadari.

Pengamat keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menjelaskan ada beberapa faktor yang memicu rasa kantuk saat mengemudi jarak jauh.

Menurutnya, durasi perjalanan yang terlalu lama, cuaca panas, serta suasana berkendara yang monoton dapat membuat pengemudi mudah mengantuk.

“Kalau mengemudi ngantuk biasanya karena durasi panjang, cuaca panas, atau suasana membosankan. Tiga hal itu sering memicu kantuk yang akhirnya bisa berujung microsleep,” kata Sony.

Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa disadari. Dalam situasi berkendara, kondisi ini sangat berbahaya karena pengemudi kehilangan kendali terhadap kendaraan.

Kecelakaan bisa terjadi hanya dalam hitungan detik ketika mobil keluar jalur, terlambat mengerem, atau tidak mampu menghindari rintangan di jalan.

Karena itu, pengemudi yang melakukan perjalanan mudik disarankan menerapkan beberapa cara untuk mengurangi rasa kantuk agar perjalanan tetap aman.

1. Lakukan Commentary Driving

Cara pertama adalah menerapkan teknik commentary driving, yaitu berbicara sambil menjelaskan kondisi jalan atau objek di sekitar kendaraan.

Teknik ini dinilai efektif karena ketika seseorang berbicara, rahang akan bergerak sehingga membantu memompa oksigen ke otak. Aliran oksigen yang lancar membuat otak tetap fokus dan mengurangi rasa kantuk.

2. Istirahat Secara Berkala

Pengemudi juga disarankan tidak menunggu hingga benar-benar mengantuk untuk beristirahat. Idealnya, istirahat dilakukan setiap dua hingga tiga jam perjalanan.

Pengemudi dapat berhenti di rest area untuk meregangkan otot, berjalan sebentar, atau sekadar menyegarkan tubuh dan pikiran.

Istirahat singkat selama sekitar 15 menit sudah cukup membantu meningkatkan konsentrasi sebelum melanjutkan perjalanan.

3. Ciptakan Suasana Kabin yang Nyaman

Selain itu, kondisi kabin juga berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan pengemudi. Suasana yang terlalu panas atau membosankan dapat mempercepat rasa kantuk.

Pengemudi disarankan memilih navigator atau pendamping perjalanan yang dapat membantu menjaga fokus selama perjalanan. Navigator yang tepat dapat membantu memberi arahan sekaligus menjaga komunikasi agar pengemudi tetap terjaga. Jika mengemudi sendirian, pengemudi juga bisa menyalakan musik yang membantu meningkatkan fokus selama perjalanan jauh.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zona Hijau, IHSG Dibuka Pagi Ini Menguat ke Level 8.392

    Zona Hijau, IHSG Dibuka Pagi Ini Menguat ke Level 8.392

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (12/11/2025). IHSG dibuka menguat pada posisi 8.392,28 atau naik 0,25%. Berdasarkan data RTI, IHSG sempat bergerak pada rentang 8.379-8.397 sesaat setelah pembukaan. Tercatat, 274 saham menguat, 151 saham melemah, dan 202 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar IHSG […]

  • Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    Hari Ini Harga BBM Pertamina Naik, Pertamina Dex Tembus Rp27.900 per Liter

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dijual Pertamina mengalami kenaikan mulai Senin (4/5/2026). Kenaikan ini terjadi pada sejumlah produk, terutama jenis diesel dan bensin beroktan tinggi. Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamina Dex (CN 53) naik signifikan dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter. Kenaikan juga terjadi pada Dexlite (CN 51) […]

  • Prabowo soal Ribut-Ribut Utang Whoosh: Saya Tanggung Jawab, KAI Enggak Usah Khawatir

    Prabowo soal Ribut-Ribut Utang Whoosh: Saya Tanggung Jawab, KAI Enggak Usah Khawatir

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) tidak memiliki masalah serius terkait pembiayaan. Ia memastikan pemerintah akan menanggung sepenuhnya tanggung jawab atas utang proyek tersebut, sehingga PT KAI tidak perlu khawatir. Dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Presiden Prabowo mengatakan dirinya telah mempelajari secara detail […]

  • Usai Terus Rekor, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.294.000 per Gram

    Usai Terus Rekor, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.294.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah terus mencetak rekor termahal selama lima hari beruntun, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) akhirnya turun juga. Pada perdagangan hari ini, Jumat (10/10/2025), harga emas Antam turun Rp9.000 menjadi Rp2.294.000 per gram. Sehari sebelumnya, Kamis (9/10), logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp2.303.000 per gram. […]

  • Arus Peti Kemas Tembus 6,42 Juta TEUs, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat di Awal 2026

    Arus Peti Kemas Tembus 6,42 Juta TEUs, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat di Awal 2026

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan ekonomi nasional pada awal 2026 menunjukkan akselerasi yang kian nyata. Indikasinya terlihat dari meningkatnya arus barang yang melintasi pelabuhan pelabuhan utama di Indonesia, dengan lonjakan signifikan pada volume peti kemas. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat, hingga April 2026, arus peti kemas mencapai 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs). Angka ini […]

  • Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya? Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja. 1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab Iran sebenarnya membidik aset […]

expand_less