Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

Tarif Global Trump Naik 15%, RI Upayakan Sawit hingga Tekstil Tetap 0% ke AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berupaya memastikan sejumlah komoditas unggulan tetap mendapatkan tarif 0% ke Amerika Serikat (AS), meskipun Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif global baru. Trump menetapkan tarif impor global sebesar 10% dan kemudian menaikkannya menjadi 15%. Kebijakan ini muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan pada April 2025.

Sebelumnya, Indonesia dan AS telah menandatangani perjanjian dagang yang menurunkan tarif impor produk Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Namun, kesepakatan tersebut masih dalam masa konsultasi selama 60 hari sebelum berlaku efektif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa dalam periode tersebut kedua negara masih dapat melakukan pembahasan lanjutan, termasuk dengan lembaga legislatif masing-masing.

Indonesia juga berkoordinasi dengan United States Trade Representative (USTR) guna memastikan hasil Agreement of Reciprocal Trade (ART) tetap berlaku di tengah perubahan kebijakan tarif global AS.

Dalam ART yang telah diteken Presiden Trump dan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memperoleh tarif 0% untuk sejumlah produk unggulan ekspor, antara lain:

  • Minyak kelapa sawit (CPO)
  • Kakao
  • Kopi

Secara keseluruhan, terdapat 1.819 produk Indonesia yang mendapat pengecualian tarif, terdiri dari 1.695 produk industri dan 124 produk pertanian dengan skema most favored nation (MFN).

Sementara itu, produk tekstil yang menjadi salah satu andalan ekspor manufaktur Indonesia ke AS berpeluang mendapatkan pengurangan tarif hingga 0% melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ).

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia meminta agar produk-produk yang sebelumnya telah diberikan tarif 0% tidak terdampak kebijakan tarif global 10–15% tersebut. Menurutnya, sebagian pengecualian untuk sektor agrikultur telah diatur melalui executive order terpisah sehingga tidak otomatis dibatalkan oleh kebijakan tarif global.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, BPS Catat 8,45 Persen pada November 2025

    Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, BPS Catat 8,45 Persen pada November 2025

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang pada November 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 7,46 juta orang. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, dari total 155,27 juta angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang telah bekerja, sementara sisanya belum terserap pasar tenaga kerja. “Angkatan […]

  • Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari

    Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian produksi atau lifting minyak nasional yang telah melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Bahlil menyampaikan laporan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). “Target APBN kan 605.000 barel per hari, jadi sekarang sudah melampaui […]

  • Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

    Ini 8 Kebijakan Pajak Purbaya di 2026, dari PPN hingga Pajak Global

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tahun pajak 2026 menjadi periode penuh pertama bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengendalikan kebijakan perpajakan nasional. Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif pajak maupun penambahan jenis pajak baru, meski target penerimaan pajak 2026 dipatok meningkat. Target penerimaan pajak pada 2026 ditetapkan sebesar Rp 2.357,7 triliun atau naik 7,69 persen dibandingkan target […]

  • Rupiah Dibuka Stagnan Terhadap Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Dibuka Stagnan Terhadap Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (5/12/2025) ini bergerak stagnan. Rupiah tetap Rp16.653 per dolar AS, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.653 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,19%, […]

  • Purbaya Respons Mundurnya Dirut BEI: Kesalahannya Fatal!

    Purbaya Respons Mundurnya Dirut BEI: Kesalahannya Fatal!

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara tentang pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Ia mengatakan langkah Iman Rachman tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas terjadinya kekisruhan di pasar modal dalam beberapa hari terakhir. “Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang terjadi di bursa […]

  • Cabai

    Delapan Indeks Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi Provinsi Jambi 3,55 Persen

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Delapan kelompok pengeluaran memicu inflasi tahunan (year on year) Provinsi Jambi pada November 2025 sebesar 3,55 persen. Sementara inflasi month to month, pada November 2025 inflasi Provinsi Jambi di angka 0,05 persen. Dalam rilis bulanan BPS Provinsi Jambi pada Senin (1/12), disampaikan bahwa dari delapan kelompok pemngeluaran tersebut, sejumlah komoditas memberi andil tertinggi. […]

expand_less