Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (13/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.724 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.717 per dolar AS.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS pagi ini. Seperti dolar Taiwan melemah 0,09%, baht Thailand melemah 0,07%, won Korea melemah 0,01%, dan yuan China melemah 0,01%. Sementara itu Dolar Singapura flat.

Sedangkan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pagi ini, Peso Filipina yang menguat 0,06%, yen Jepang menguat 0,03%, ringgit Malaysia menguat 0,03% dan dolar Hong Kong menguat 0,02% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,47, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,49.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar masih akan tertekan. “Hari ini mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.720 sampai Rp16.760,” ujarnya.

Untuk sentimen dari dalam negeri, menurut Ibrahim pasar akan mecermati data-data makro ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33% pada 2026. Proyeksi tersebut di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR yaitu sebesar 5,4%.

Prakiraan pertumbuhan 5,33% pada tahun depan itu berdasarkan perkembangan ekonomi global maupun domestik. Proyeksi BI itu juga di bawah target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Target pemerintah juga realistis, namun tergantung kecepatan realisasi belanja stimulasi fiskal ke depan.

Sedangkan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,9% pada 2026, jauh lebih rendah dari target pemerintah maupun BI.

“Sementara untuk ekonomi domestik, BI turut mempertimbangkan rencana dukungan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan lewat penurunan suku bunga hingga ekspansi likuiditas moneter dan makroprudensial,” tandas Ibrahim.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2, Diduga Akan Diekspor

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2, Diduga Akan Diekspor

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal di kawasan pergudangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Wakil Komandan Kodaeral III, Dian Suryansyah, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen terkait pengiriman pasir timah dari Tanjung Balai, Karimun menuju Jakarta menggunakan dua truk. “Pergerakan […]

  • Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

    Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025). Rupiah ditutup di level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia ini melemah 0,16 persen atau 27 poin dibanding dari sebelumnya Rp16.750 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia yang menguat. […]

  • Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Politikus konservatif garis keras Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Selasa (21/10/2025). Kemenangan Takaichi menandai momen bersejarah yang memecahkan dominasi laki-laki dalam politik Jepang sekaligus membuka babak baru dengan pergeseran arah politik ke kanan. Takaichi dikenal sebagai murid ideologis mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum mantan Perdana Menteri […]

  • Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun

    Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Mayora Indah Tbk mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026 di tengah penurunan penjualan. Perusahaan makanan dan minuman ini berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 945,58 miliar, naik 37,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 689,43 miliar. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa, […]

  • Terkoreksi Tipis, IHSG Ditutup ke Level 8.632

    Terkoreksi Tipis, IHSG Ditutup ke Level 8.632

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis 7,43 poin atau 0,09 persen ke level 8.632,76 pada akhir perdagangan Jumat (5/12/2025). Sebanyak 362 saham naik, 293 saham turun dan 146 saham stagnan. Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian […]

  • Banjir Sumut-Sumbar-Aceh Tewaskan 72 Orang, Puluhan Masih Hilang

    Banjir Sumut-Sumbar-Aceh Tewaskan 72 Orang, Puluhan Masih Hilang

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru terkait korban jiwa, warga hilang, serta kondisi penanganan banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi sekaligus: Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Data terbaru menunjukkan 72 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, […]

expand_less