Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kenapa Bisnis Kuliner di Jambi Masih Ramai? Ini Data yang Menjelaskannya

Kenapa Bisnis Kuliner di Jambi Masih Ramai? Ini Data yang Menjelaskannya

  • account_circle say say
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Bisnis kuliner di Provinsi Jambi masih menunjukkan geliat di tengah dinamika ekonomi dan perubahan daya beli masyarakat. Ramainya rumah makan, kedai kopi, kafe hingga usaha makanan rumahan bukan semata-mata fenomena sesaat. Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat dan sektor penyediaan makanan dan minuman masih memiliki ruang pertumbuhan.

Salah satu indikator terbarunya datang dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi. Dalam Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Mei 2026, Bank Indonesia menyebut pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan I 2026 mencapai 4,33 persen secara tahunan (yoy).

Yang menarik, pertumbuhan tersebut antara lain ditopang oleh peningkatan kinerja sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang mengalami akselerasi.

Artinya, sektor yang berkaitan langsung dengan hotel, restoran, rumah makan, kafe dan berbagai aktivitas makan-minum ikut memberikan dorongan terhadap perekonomian Jambi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga memberikan gambaran mengenai kuatnya aktivitas konsumsi di Jambi. BPS mencatat ekonomi Provinsi Jambi sepanjang 2025 tumbuh 4,93 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2024 yang mencapai 4,50 persen.

Perekonomian Jambi berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp349,66 triliun, dengan PDRB per kapita mencapai Rp92,79 juta. Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu fondasi bagi aktivitas konsumsi masyarakat, termasuk konsumsi makanan dan minuman.

BPS bahkan secara khusus menerbitkan Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Provinsi Jambi 2025 untuk menggambarkan pola pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, termasuk pangan. Publikasi tersebut menggunakan data konsumsi rumah tangga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

BPS Kota Jambi mencatat pada Maret 2026 kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 3,96 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga pada kelompok restoran dan penyediaan makanan-minuman. Namun, kenaikan indeks harga tidak otomatis berarti omzet seluruh restoran meningkat.

Meski demikian, data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi pada kelompok makanan dan minuman/restoran tetap cukup besar untuk tercermin dalam perhitungan inflasi daerah.

Bisnis kuliner Jambi juga tidak bisa dipisahkan dari aktivitas hotel dan perjalanan masyarakat. BPS mencatat tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Jambi pada Maret 2026 mencapai 46,23 persen, naik dari 45,69 persen pada Februari. Pada Maret 2026 terdapat 54.985 tamu yang menginap di hotel berbintang Jambi. Angka itu naik 13,01 persen dibandingkan Februari yang mencapai 48.653 tamu.

Semakin banyak orang yang bepergian, menginap dan melakukan aktivitas di luar rumah, semakin besar pula peluang belanja pada sektor makanan dan minuman. Warung makan, kedai kopi, rumah makan lokal, kuliner malam, pusat jajanan dan UMKM makanan juga berpotensi mendapatkan limpahan permintaan dari aktivitas tersebut.

Kenapa Kuliner Tetap Menarik?

  • Pertama, makanan merupakan kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan produk yang pembeliannya bisa ditunda, makanan tetap dibutuhkan setiap hari.
  • Kedua, pola konsumsi masyarakat semakin beragam. Makan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sosial, berkumpul, bekerja, bertemu teman hingga hiburan.
  • Ketiga, Jambi memiliki pasar konsumen lokal sekaligus mobilitas masyarakat dari luar daerah.
  • Keempat, perkembangan sektor perdagangan, pariwisata dan akomodasi dapat menciptakan permintaan tambahan bagi usaha makanan dan minuman.
  • Kelima, modal untuk masuk ke bisnis kuliner relatif beragam. Tidak semuanya membutuhkan restoran besar. Usaha dapat dimulai dari warung, gerobak, katering, dapur rumahan, kedai kecil hingga penjualan berbasis aplikasi.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, BPS Kota Jambi, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025), meskipun bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat reli kuat yang dipimpin oleh saham-saham teknologi besar seperti Amazon dan Nvidia. Dikutip dari CNBC, reli di Wall Street didorong oleh lonjakan saham Amazon sebesar 4 persen setelah perusahaan menandatangani kesepakatan […]

  • Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI Buat Sketsa Wajah Tersangka

    Polisi Jepang Kembangkan Sistem AI Buat Sketsa Wajah Tersangka

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polisi Jepang bersama sebuah universitas di Prefektur Aichi bersama perusahaan teknologi dan layanan IT NTT Data Group Corp. telah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk membuat gambar sketsa wajah tersangka. Kyodo melaporkan pada Rabu (31/12/2025), sistem tersebut bertujuan menghemat waktu dan memungkinkan siapa pun, termasuk mereka yang tidak memiliki kemampuan […]

  • Resep Tempoyak Khas Jambi, Fermentasi Durian dengan Rasa Unik yang Bikin Ketagihan

    Resep Tempoyak Khas Jambi, Fermentasi Durian dengan Rasa Unik yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kalau biasanya durian disajikan langsung sebagai buah segar atau dijadikan campuran es krim dan kue, di Jambi buah ini justru diolah jadi hidangan tradisional khas bernama tempoyak. Makanan satu ini terkenal dengan aroma kuat dan cita rasa asam gurih yang khas hasil dari proses fermentasi durian. Bagi masyarakat Jambi, tempoyak bukan sekadar lauk […]

  • Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/12/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 37,50 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan yang berada di level Rp 16.648 per dolar AS. Di saat yang sama indeks dolar AS melemah 0,11% ke 98,88. Sementara itu, nilai tukar negara Asia […]

  • UMP Jambi 2026 Naik Jadi Rp3,47 Juta

    UMP Jambi 2026 Naik Jadi Rp3,47 Juta

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Gubernur Jambi Al Haris telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jambi 2026 sebesar Rp3.471.497. Berarti UMP Jambi naik Rp236.962 dari tahun sebelumnya yang sebesar 3.234.535. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 1153/KEPGUB.DISNAKERTRANS-3.3/2025 yang ditandatangani langsung oleh Al Haris pada 19 Desember 2025. Dalam keputusan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa UMP 2026 menjadi […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi 24 Oktober 2025: Cabai Naik, Beras dan Daging Masih Stabil

    Harga Sembako di Kota Jambi 24 Oktober 2025: Cabai Naik, Beras dan Daging Masih Stabil

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Jambi masih cenderung stabil menjelang akhir Oktober 2025. Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging masih menunjukkan harga yang relatif tidak berubah. Namun, komoditas cabai mulai […]

expand_less