Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Makin Dekat Rp18 Ribu, Rupiah Dibuka Rp17.948 per Dolar AS

Makin Dekat Rp18 Ribu, Rupiah Dibuka Rp17.948 per Dolar AS

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tertekan. Mata uang Indonesia semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026), rupiah langsung melemah 45 poin atau 0,25 persen. Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.948 per dolar AS.

Mengutip Antara, posisi tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.903 per dolar AS.

Dengan posisi tersebut, rupiah kini hanya berjarak Rp52 dari level Rp18.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang justru mengalami koreksi. Berdasarkan data perdagangan, indeks dolar AS turun 0,31 persen ke level 100,971.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini hingga sepekan ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Indonesia periode September pada Kamis (1/10/2026).

Data yang akan diumumkan mencakup inflasi tahunan, inflasi inti, dan inflasi bulanan. Perkembangan inflasi akan menjadi salah satu rujukan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

Pada Agustus, inflasi tahunan meningkat menjadi 3,19% dari 2,28% pada Juli, sekaligus melampaui perkiraan pasar sebesar 3,13%.

Inflasi inti turut naik menjadi 2,92%, tertinggi sejak Maret 2023, sedangkan inflasi bulanan tercatat sebesar 0,21%.

Data September akan dicermati untuk mengukur perkembangan tekanan harga dan ruang kebijakan moneter BI. Inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran 1,5%-3,5% dapat memberi ruang bagi kebijakan yang lebih akomodatif. Sebaliknya, kenaikan inflasi inti dapat membatasi ruang pelonggaran suku bunga.

Dari eksternal, arah pergerakan dolar AS masih menjadi perhatian utama. Seperti mengutip Reuters, greenback melemah pada Jumat setelah harga minyak dunia turun lebih dari 2% dan pelaku pasar mengambil keuntungan setelah dolar menguat selama empat hari beruntun.

Harga minyak turun seiring munculnya harapan tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran. Harapan tersebut untuk sementara meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan akibat meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Kendati demikian, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel. Level tersebut tetap berpotensi menjaga tekanan inflasi global dan memengaruhi arah kebijakan suku bunga sejumlah bank sentral.

Meski terkoreksi pada Jumat, indeks dolar AS masih membukukan penguatan mingguan untuk kedua kalinya secara beruntun. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan tingginya imbal hasil US Treasury masih menopang dolar AS.

“Dolar tidak benar-benar melemah secara material. Pergerakannya hanya sedang mengambil jeda,” ujar Eugene Epstein, Kepala Perdagangan dan Produk Terstruktur Moneycorp.

Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang sekitar 66% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Angkanya meningkat dari sekitar 58% sepekan sebelumnya.

Ekspektasi pengetatan kembali menguat setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan kekhawatiran terhadap inflasi. Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack memperingatkan bahwa inflasi yang bertahan di atas target 2% dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap kemampuan bank sentral mengendalikan harga.

Data ekonomi AS juga masih menunjukkan ketahanan. Pesanan baru barang modal buatan AS pada Agustus meningkat lebih tinggi dari perkiraan, sementara data bulan sebelumnya direvisi naik cukup tajam. Kondisi tersebut menunjukkan belanja dunia usaha masih kuat dan dapat memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG Peringatkan 8 Wilayah Berpotensi Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini, 29 Oktober 2025

    BMKG Peringatkan 8 Wilayah Berpotensi Dihantam Gelombang Tinggi Hari Ini, 29 Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada Rabu (29/10/2025). Menurut BMKG, gelombang laut diperkirakan mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter, terutama di beberapa perairan selatan dan barat Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang bertiup cukup kuat di beberapa […]

  • InJourney Perketat Pengawasan di Bandara Soetta Usai Kasus Pencurian Barang Ekspor

    InJourney Perketat Pengawasan di Bandara Soetta Usai Kasus Pencurian Barang Ekspor

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat sistem pengawasan dan keamanan di area bandara sebagai langkah antisipasi tindak kriminal. General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan bahwa penguatan keamanan dilakukan bersama aparat kepolisian setempat setelah terungkap kasus pencurian barang ekspor oleh oknum operator kargo. “Kami telah memperkuat aspek keamanan […]

  • Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

    Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke level 6.575,32. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 46.565,74. Penguatan Wall Street didorong oleh […]

  • Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW). Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. […]

  • Waspada Pencatutan Nama Gubernur dan Modus Penipuan Digital,  Nanda Herlambang: Jangan Mudah Percaya!

    Waspada Pencatutan Nama Gubernur dan Modus Penipuan Digital,  Nanda Herlambang: Jangan Mudah Percaya!

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Salah satu Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang, menghimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi dimanapun berada agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Gubernur Jambi, Al Haris, untuk menawarkan jabatan, penerimaan ASN/PNS, bantuan, proyek, maupun bentuk kepentingan lainnya. Menurut Nanda, saat ini mulai marak oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan nama pejabat daerah untuk memperoleh […]

  • Indra Sjafri Sudah Kantongi Kekuatan Filipina

    Indra Sjafri Sudah Kantongi Kekuatan Filipina

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri mengaku sudah mengantongi kekuatan timnas U-22 Filipina saat kedua tim akan bertemu dalam lanjutan laga Grup C SEA Games 2025 Thailand di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, malam ini pukul 18.00 WIB. Hal ini dikatakan oleh Indra karena mayoritas pemain timnya pernah menghadapi Filipina di Kejuaraan ASEAN […]

expand_less