Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Menguat Jadi Rp16.710 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Menguat Jadi Rp16.710 per Dolar AS Pagi Ini

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tren positif diperlihatkan rupiah pagi ini. Rupiah dibuka bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (19/12/2025). Rupiah menguat 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.723 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,11%.

Berikutnya ada dolar Taiwan yang terkerek 0,05% dan peso Filipina naik 0,02%. Disusul, yuan China yang menguat tipis 0,004%.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,32%.

Kemudian ada yen Jepang yang tertekan 0,12% dan baht Thailand yang terkoreksi 0,08%. Lalu ada dolar Singapura yang turun 0,05%.

Diikuti, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,005% terhadap the greenback di pagi ini. Adapun indeks dolar AS menguat 0,03% ke level 98,45.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan kurs rupiah menguat seiring data inflasi AS lebih lemah dari perkiraan.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp16.680-Rp16.730 dipengaruhi oleh sentimen global data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan,” ucapnya dikutip dari Antara, Jumat (19/12/2025).

Mengutip Anadolu, tercatat Consumer Price Index (CPI) tahunan AS sebesar 2,7 persen pada bulan November 2025 atau lebih rendah dari proyeksi pasar 3,1 persen dan turun dari 3 persen pada bulan September 2025.

Adapun tingkat inflasi bulanan adalah 0,2 persen pada bulan November, turun dari 0,3 persen pada bulan September. Pada bulan Oktober, data inflasi tidak dirilis karena penutupan pemerintah federal.

Menurut Rully, pelemahan inflasi AS menguatkan kembali harapan penurunan bunga oleh Federal Reserve pada Januari 2026.

“Angka tersebut belum sepenuhnya meyakinkan The Fed karena ada jeda penarikan data oleh pemerintah AS akibat shutdown (penutupan pemerintahan AS). Jadi, The Fed butuh data inflasi Desember, namun pelaku pasar sudah yakin The Fed akan menurunkan bunga tiga kali tahun depan, termasuk penurunan di awal tahun,” ungkap dia.

Meninjau sentimen domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga tetap berada di level 4,75 persen, menambah kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mengacu pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebaiknya suku bunga diupayakan serendah mungkin. Namun, ada kepentingan BI menjaga stabilitas rupiah,” ujar Rully.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menguat, Pagi Ini Rupiah Rp16.634 per Dolar AS

    Menguat, Pagi Ini Rupiah Rp16.634 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (27/11/2025). Rupiah menguat 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.664 per dolar AS. Di sisi lain, greenback terpantau mengalami pelemahan. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Yen Jepang terapresiasi 0,27% bersama […]

  • DPR Dukung Langkah Menkeu Purbaya Berantas Mafia Impor Tekstil Ilegal untuk Selamatkan Industri Lokal

    DPR Dukung Langkah Menkeu Purbaya Berantas Mafia Impor Tekstil Ilegal untuk Selamatkan Industri Lokal

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberantas mafia impor tekstil ilegal yang selama ini merugikan industri tekstil nasional dan para pekerja di sektor tersebut. Menurut Chusnunia, kebijakan tegas Menkeu untuk menindak impor ilegal, termasuk pakaian bekas, menjadi langkah penting dalam menyelamatkan masa […]

  • Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng

    Emiten Portofolio Lo Kheng Hong, ABMM Fokus Ekspansi Tambang di Aceh dan Kalteng

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten holding investasi, PT ABM Investama Tbk (ABMM), menyiapkan strategi ekspansi agresif pada 2026 meskipun kinerja keuangan perseroan mengalami penurunan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih ABMM tercatat sebesar US$70,61 juta atau merosot 49,33% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$139,36 juta. Penurunan ini juga diikuti oleh pendapatan yang turun 13,50% secara tahunan […]

  • Lahan Jambi Business Center Telah Inkracht di MA

    Lahan Jambi Business Center Telah Inkracht di MA

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sengketa lahan kawasan Jambi Business Center (eks Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi) kembali digugat di Pengadilan Negeri Jambi. Padahal faktanya, lahan seluas sekitar 7,6 hektare tersebut sudah diputuskan secara inkracht atau berkekuatan hukum tetap di Mahkamah Agung. Sebelumnya lahan kawasan Jambi Business Center (JBC) ini dimenangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Melalui […]

  • Baru 7 Provinsi yang Tetapkan UMP 2026, Provinsi Jambi? Ini Daftarnya

    Baru 7 Provinsi yang Tetapkan UMP 2026, Provinsi Jambi? Ini Daftarnya

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur di seluruh provinsi di Indonesia wajib menetapkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 paling lambat besok, Rabu (24/12/2025). Namun hingga Selasa (23/12/2025) pukul 10.00 WIB, baru sekitar tujuh provinsi yang telah menetapkan UMP 2026. Penetapan UMP 2026 ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, dengan mempertimbangkan […]

  • Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat mulai memicu keluhan luas dari masyarakat. Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan sekutunya, yang berdampak langsung pada pasokan energi global. Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin reguler kini telah menembus 4 dolar AS per galon. Angka […]

expand_less