Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menguat, Pagi Ini Rupiah Rp16.634 per Dolar AS

Menguat, Pagi Ini Rupiah Rp16.634 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (27/11/2025). Rupiah menguat 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.634 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.664 per dolar AS. Di sisi lain, greenback terpantau mengalami pelemahan.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Yen Jepang terapresiasi 0,27% bersama won Korea sebesar 0,18%. selanjutnya, baht Thailand dan ringgit Malaysia mencatat penguatan masing-masing sebesar 0,10% dan 0,17%.

Sementara itu, yuan China menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,02% terhadap the greenback.

Dilansir Bisnis.com, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp16.660 hingga Rp16.700 pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS tercatat melemah seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Data ekonomi AS yang tertunda, dirilis Selasa, juga memperkuat prospek pelonggaran kebijakan. Pasar global disebut tengah mencermati perkembangan perundingan damai Rusia–Ukraina yang tersendat, karena keduanya masih saling melakukan serangan.

Risiko geopolitik yang tinggi menambah ketidakpastian pasar. Dari data ekonomi AS, Indeks Harga Produsen (IHP) utama September naik 0,3% secara bulanan (MoM) usai turun 0,1% di Agustus.

IHP inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,2% MoM, lebih rendah dari perkiraan 0,3%. Sementara itu, penjualan ritel hanya naik 0,2% MoM pada September, menurun dari 0,6% di Agustus. Hal ini menunjukkan belanja konsumen yang lebih lemah.

“Conference Board melaporkan bahwa sentimen rumah tangga juga memburuk pada bulan November, dengan Keyakinan Konsumen turun 6,8 poin menjadi 88,7 dari 95,5 pada bulan Oktober,” ujar Ibrahim.

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6% yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai realistis. Namun, pencapaian target ini dinilai membutuhkan perubahan pendekatan analisis ekonomi dan cara negara mendorong aktivitas ekonomi.

Menurutnya, pertumbuhan 6% membutuhkan perubahan fundamental dalam kebijakan fiskal dan moneter serta strategi penggerak ekonomi. Penempatan dana pemerintah di perbankan mulai menunjukkan hasil, tetapi belum optimal.

“Kebijakan yang sudah ada harus ada pendorong tambahan. Ada beberapa langkah kunci yang harus diambil. Salah satunya dilakukannya reformasi pasar tenaga kerja dan dukungan pada industri dalam negeri,” tutur Ibrahim.

Selain itu, dia menyebut bahwa pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan baru diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing nasional.(*)

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Terpuruk, DPR Desak BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

    Rupiah Terpuruk, DPR Desak BI Perkuat Stabilitas Nilai Tukar

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu sorotan dari parlemen yang mempertanyakan efektivitas berbagai langkah stabilisasi yang telah ditempuh Bank Indonesia (BI), mulai dari intervensi pasar hingga penyesuaian instrumen moneter. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino menilai, BI sudah […]

  • Usai Imlek, Segini Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

    Usai Imlek, Segini Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan pada Rabu (18/2/2026). Baru dibuka rupiah sudah bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.837 per dolar AS. Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong bilang pelemahan rupiah terjadi karena pejabat Federal Reserve atau The Fed bikin […]

  • Investasi VinFast! Buka Pabrik Mobil Listrik di Subang

    Investasi VinFast! Buka Pabrik Mobil Listrik di Subang

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – VinFast resmi membuka fasilitas manufaktur terbarunya di Subang, Jawa Barat, pada Senin (15/12/2025). Peresmian ini menandai langkah strategis produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut dalam memperkuat eksistensinya di pasar global, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. “17 bulan yang lalu, kami memulai pembangunan pabrik ini dengan misi […]

  • 8 Kapal Tanker Tembus Blokade Selat Hormuz, Sebagian Bawa Minyak ke Asia Tenggara

    8 Kapal Tanker Tembus Blokade Selat Hormuz, Sebagian Bawa Minyak ke Asia Tenggara

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak delapan kapal tanker dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz meski kawasan tersebut sempat diblokade akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Laporan media internasional menyebutkan empat kapal tanker, dua kapal pengangkut, serta dua kapal lainnya berhasil melewati jalur strategis tersebut dalam satu hari. Jumlah sebenarnya diduga lebih banyak karena sejumlah kapal […]

  • Perkuat Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan, InJourney Targetkan Tekan Emisi 4.000 Ton CO₂e

    Perkuat Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan, InJourney Targetkan Tekan Emisi 4.000 Ton CO₂e

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menegaskan komitmennya terhadap transformasi hijau dengan menargetkan penurunan emisi karbon hingga 4.000 ton CO₂e. Target tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap agenda Net Zero Emission Pemerintah Indonesia. Memasuki tahun keempat perjalanan bisnisnya, InJourney […]

  • Toyota Soroti Kesiapan Industri Lokal dalam Wacana Insentif Mobil Listrik 2026

    Toyota Soroti Kesiapan Industri Lokal dalam Wacana Insentif Mobil Listrik 2026

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Toyota Indonesia menyatakan siap mengikuti regulasi baru terkait insentif mobil listrik 2026 yang tengah diwacanakan pemerintah. Meski demikian, Toyota menegaskan penyusunan aturan tersebut harus mempertimbangkan kesiapan industri lokal, baik dari sisi hulu maupun hilir. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan sebagai pelaku industri, Toyota akan mematuhi setiap regulasi […]

expand_less