Laba BTN Melonjak 39,79 Persen, Tembus Rp2,51 Triliun hingga Juli 2026
- account_circle -
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Gedung BTN.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan tren positif. Bersama entitas anak, PT Bank Syariah Nasional (BSN), BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun hingga Juli 2026.
Capaian tersebut melonjak 39,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,80 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan pendapatan bunga bersih. Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, pendapatan bunga bersih (NII) mencapai Rp9,70 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 5,23% yoy.
Pada saat yang sama, beban bunga turun 12,08% yoy menjadi Rp9,45 triliun dibandingkan Rp10,75 triliun pada Juli 2025. Perbaikan tersebut turut mendorong laba operasional konsolidasi BTN mencapai Rp3,24 triliun, tumbuh 43,12% yoy dibandingkan Rp2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu dari sisi fungsi intermediasi, hingga Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp421,66 triliun, meningkat 11,88% yoy.
Pada periode yang sama dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp455,27 triliun, meningkat 13,58% yoy. DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp167,85 triliun, tabungan Rp45,95 triliun, dan deposito Rp241,47 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan merupakan hasil transformasi yang secara konsisten dibangun Perseroan selama lebih dari satu dekade.
Transformasi tersebut membawa BTN dari penguatan posisi sebagai bank yang berfokus pada KPR menuju fase beyond mortgage. Hal itu dilakukan dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi bagi keluarga Indonesia.
Menurut Nixon, penguatan fundamental bisnis tersebut juga memberikan ruang bagi BTN untuk memperbesar manfaat yang dihadirkan kepada masyarakat. Bagi BTN, pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial merupakan bagian yang saling melengkapi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN,” ujar Nixon, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (26/8/2026).(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
