Investasi Jadi Kunci Pembuka Lowongan Kerja Baru di Kota Jambi, Disnaker Perkuat Kolaborasi
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pengangguran Kota Jambi Masih Jadi Tantangan, Disnakerkop UKM Perluas Lapangan Kerja Lewat Investasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM (Disnakerkop UKM) terus berupaya menekan angka pengangguran dengan memperluas kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakerkop UKM Kota Jambi, Afriyadi, mengatakan Kota Jambi sebagai ibu kota Provinsi Jambi menjadi magnet bagi para pencari kerja, baik dari dalam maupun luar daerah. Kondisi tersebut menyebabkan persaingan memperoleh pekerjaan semakin ketat.
“Jumlah pencari kerja terus meningkat, sementara lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu mengimbangi kebutuhan tenaga kerja,” ujar Afriyadi di Jambi, Rabu.
Menurutnya, tingginya arus pencari kerja menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Karena itu, Disnakerkop UKM terus memperkuat sinergi dengan sejumlah OPD, terutama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), guna mendorong masuknya investasi baru.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Kota Jambi.
“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait agar investasi yang masuk ke Kota Jambi semakin banyak sehingga dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, Disnakerkop UKM Kota Jambi berhasil memfasilitasi penempatan 503 pencari kerja ke berbagai perusahaan.
Capaian itu dinilai menjadi salah satu faktor yang turut mendukung penurunan tingkat pengangguran di Kota Jambi, meskipun kebutuhan tenaga kerja masih terus meningkat.
Berdasarkan data Disnakerkop UKM Kota Jambi, jumlah penduduk mencapai 654.194 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 493.824 orang merupakan penduduk usia kerja.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja tercatat 326.618 orang, dengan 303.478 orang telah bekerja.
Mayoritas tenaga kerja di Kota Jambi berada di sektor formal. Tercatat sebanyak 183.823 pekerja atau 60,57 persen bekerja di sektor formal.
Adapun sektor perdagangan dan jasa masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, yakni mencapai 173.967 pekerja atau 57,32 persen dari total penduduk yang bekerja.
Disnakerkop UKM menilai peningkatan investasi memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjaga tren penurunan angka pengangguran di Kota Jambi.
Dengan semakin banyaknya investasi yang masuk, pemerintah berharap perusahaan baru maupun pengembangan usaha yang sudah ada dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
“Kami berharap peningkatan investasi dapat menjaga tren penurunan angka pengangguran sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” tutup Afriyadi.
- Penulis: say say

