IHSG Melemah ke 7.095 pada Sesi I, Saham JPFA, ADRO, dan AMRT Jadi Top Losers LQ45
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu

ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah 10,93 poin atau 0,15% ke 7.095,58 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Selasa (28/4/2026).
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan Selasa, 28 April 2026. Indeks turun 10,93 poin atau 0,15 persen ke level 7.095,58 di tengah tekanan mayoritas sektor.
Data perdagangan menunjukkan pergerakan pasar cenderung fluktuatif. Sebanyak 312 saham menguat, sementara 340 saham melemah dan 161 saham bergerak stagnan. Pelemahan indeks terjadi seiring tekanan di sebagian besar sektor.
Dari sebelas sektor, hanya dua yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor perindustrian yang naik 0,97 persen dan sektor energi yang menguat 0,71 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen non-siklikal mencatat penurunan terdalam sebesar 1,19 persen, diikuti sektor infrastruktur yang turun 0,72 persen serta sektor keuangan yang terkoreksi 0,59 persen.
Nilai transaksi hingga akhir sesi I tercatat mencapai Rp8,59 triliun dengan volume perdagangan sebesar 17,17 miliar saham. Aktivitas pasar masih didominasi aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Di indeks LQ45, saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainers antara lain PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 4,50 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 2,68 persen, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang bertambah 2,66 persen.
Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang turun 6,72 persen. Disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 3,19 persen dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 2,85 persen.
Pelemahan IHSG pada sesi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah dinamika global dan tekanan sektoral domestik. Investor cenderung melakukan profit taking setelah penguatan pada perdagangan sebelumnya, sembari menunggu sentimen lanjutan dari pasar global dan data ekonomi.
- Penulis: say say


