Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/12/2025), menandai awal pekan terakhir perdagangan sepanjang tahun 2025. Minimnya katalis ekonomi utama serta sikap kehati-hatian investor menjelang pergantian tahun membuat pasar cenderung bergerak terbatas.

Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 tercatat melemah 0,55 persen, sementara Topix turun 0,26 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi ambil untung investor setelah reli sebelumnya serta kehati-hatian terhadap prospek ekonomi global pada 2026.

Berbeda arah, pasar saham Korea Selatan justru menguat. Indeks Kospi naik 0,62 persen dan Kosdaq menguat 0,19 persen, didorong sentimen positif dari sektor teknologi dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global tahun depan.

Sementara itu, di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.810, sedikit di bawah posisi penutupan terakhir indeks Hang Seng di 25.818,93. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia tercatat bergerak datar pada awal perdagangan.

Dari pasar komoditas, harga perak spot mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus level di atas 80 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini didorong oleh aksi beli spekulatif serta semakin ketatnya pasokan perak di pasar global.

Sprott Asset Management menilai reli harga perak sepanjang tahun ini mencerminkan menipisnya persediaan yang diperdagangkan secara bebas. Kondisi tersebut membuat harga semakin sensitif terhadap lonjakan permintaan.

Analis Global X ETFs, Trevor Yates, menyebut pergerakan harga perak juga mencerminkan prospek makroekonomi 2026 yang lebih positif. Potensi penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS dinilai meningkatkan daya tarik aset lindung nilai seperti logam mulia.

Di sisi lain, kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak relatif datar pada awal perdagangan Asia. Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks S&P 500 sempat mencetak rekor tertinggi sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 0,03 persen di level 6.929,94.

Secara mingguan, S&P 500 mencatat kenaikan 1,4 persen dan menjadi penguatan keempat dalam lima pekan terakhir. Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga membukukan kenaikan lebih dari 1 persen sepanjang pekan lalu, mencerminkan optimisme pasar menjelang penutupan tahun.

Memasuki pergantian tahun 2026, pelaku pasar global diperkirakan masih akan bersikap selektif sembari menanti arah kebijakan bank sentral utama dunia, khususnya sinyal lanjutan dari Federal Reserve terkait suku bunga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji penerapan pajak durian runtuh atau windfall tax terhadap komoditas nikel. Kebijakan ini ditujukan untuk menangkap tambahan keuntungan perusahaan yang muncul akibat lonjakan harga komoditas di pasar global. Purbaya mengatakan skema pajak tersebut masih dalam pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah juga tengah […]

  • Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Dimona Israel, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

    Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Dimona Israel, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran mengancam akan menargetkan fasilitas nuklir milik Israel sebagai serangan balasan. Kantor berita semi-resmi Iran melaporkan seorang pejabat militer menyatakan bahwa Teheran mempertimbangkan menyerang reaktor nuklir di Dimona, yang selama ini diyakini sebagai pusat pengembangan program senjata nuklir Israel. Fasilitas tersebut berada di Shimon Peres […]

  • Harga Perak Jeblok, Per Gramnya Jadi Rp53.900

    Harga Perak Jeblok, Per Gramnya Jadi Rp53.900

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau menurun drastis pada Selasa, 3 Februari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam berkurang Rp 600 ke level Rp 53.900 per gram. Untuk harga dasar perak murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 13.875.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 15.401.250. Sedangkan berat […]

  • Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

    Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadhan dan Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Bahlil menyebutkan, cadangan energi nasional saat ini berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah. “Stok BBM kita batas minimumnya 18 hari. Saat ini […]

  • Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

    Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali tertekan dan jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Pada Kamis (29/1/2026), satu dolar Amerika Serikat (AS) tercatat setara dengan 1,5 juta rial, menandai krisis ekonomi yang kian memburuk di negara tersebut. Berdasarkan data situs pemantau valuta asing Bonbast.com, nilai rial telah kehilangan sekitar 5 persen hanya […]

  • Update Kurs Rupiah Hari Ini: Tertekan

    Update Kurs Rupiah Hari Ini: Tertekan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali melemah pada perdagangan pagi ini, Jumat (13/3/2026). Rupiah melemah 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.923 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.893 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu lonjakan harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih agresif. Sementara itu, indeks […]

expand_less