Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/12/2025), menandai awal pekan terakhir perdagangan sepanjang tahun 2025. Minimnya katalis ekonomi utama serta sikap kehati-hatian investor menjelang pergantian tahun membuat pasar cenderung bergerak terbatas.

Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 tercatat melemah 0,55 persen, sementara Topix turun 0,26 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi ambil untung investor setelah reli sebelumnya serta kehati-hatian terhadap prospek ekonomi global pada 2026.

Berbeda arah, pasar saham Korea Selatan justru menguat. Indeks Kospi naik 0,62 persen dan Kosdaq menguat 0,19 persen, didorong sentimen positif dari sektor teknologi dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global tahun depan.

Sementara itu, di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 25.810, sedikit di bawah posisi penutupan terakhir indeks Hang Seng di 25.818,93. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia tercatat bergerak datar pada awal perdagangan.

Dari pasar komoditas, harga perak spot mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus level di atas 80 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini didorong oleh aksi beli spekulatif serta semakin ketatnya pasokan perak di pasar global.

Sprott Asset Management menilai reli harga perak sepanjang tahun ini mencerminkan menipisnya persediaan yang diperdagangkan secara bebas. Kondisi tersebut membuat harga semakin sensitif terhadap lonjakan permintaan.

Analis Global X ETFs, Trevor Yates, menyebut pergerakan harga perak juga mencerminkan prospek makroekonomi 2026 yang lebih positif. Potensi penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS dinilai meningkatkan daya tarik aset lindung nilai seperti logam mulia.

Di sisi lain, kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak relatif datar pada awal perdagangan Asia. Pada perdagangan akhir pekan lalu, indeks S&P 500 sempat mencetak rekor tertinggi sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 0,03 persen di level 6.929,94.

Secara mingguan, S&P 500 mencatat kenaikan 1,4 persen dan menjadi penguatan keempat dalam lima pekan terakhir. Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga membukukan kenaikan lebih dari 1 persen sepanjang pekan lalu, mencerminkan optimisme pasar menjelang penutupan tahun.

Memasuki pergantian tahun 2026, pelaku pasar global diperkirakan masih akan bersikap selektif sembari menanti arah kebijakan bank sentral utama dunia, khususnya sinyal lanjutan dari Federal Reserve terkait suku bunga.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cat Chrome Buat Mobil Tampil Menyala, Segini Biayanya

    Cat Chrome Buat Mobil Tampil Menyala, Segini Biayanya

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia modifikasi otomotif kembali kedatangan tren baru yang menyedot perhatian para pecintanya. Selama ini tampilan chrome pada bodi mobil identik dengan pelapisan stiker. kini ada terobosan baru yaitu chrome lewat proses pengecatan asli. Bukan lagi ditempel. Mengutip Kompas, inovasi tersebut datang dari cat spider. Merek cat lokal yang diklaim sebagai produk pertama di […]

  • Bank Sampoerna Gandeng Fintech, Permudah Akses Kredit untuk UMKM di Seluruh Indonesia

    Bank Sampoerna Gandeng Fintech, Permudah Akses Kredit untuk UMKM di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Komitmen itu diwujudkan lewat kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk memperluas jangkauan penyaluran kredit hingga ke pelosok daerah. Direktur Bank Sampoerna, Hendra Rahardja, mengatakan bahwa sinergi antara perbankan dan fintech […]

  • Bahlil Pastikan Tukin Pegawai ESDM Naik 100 Persen, Disetujui Presiden Prabowo

    Bahlil Pastikan Tukin Pegawai ESDM Naik 100 Persen, Disetujui Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tunjangan kinerja (tukin) pegawai di lingkungan Kementerian ESDM naik 100 persen. Kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto kepada aparatur negara yang bekerja di sektor energi dan sumber daya mineral. “Pekerjaan saya yang paling berat menjadi Menteri ESDM adalah bagaimana menaikkan […]

  • Kompak Anjlok, Galeri24 dan UBS Sama-sama Turun Rp33.000

    Kompak Anjlok, Galeri24 dan UBS Sama-sama Turun Rp33.000

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas hari ini di Pegadaian mengalami penurunan. Produk Galeri24 dan UBS kompak anjlok. Keduanya mengalami koreksi harga yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (3/2/2026), penurunan harga terjadi merata di hampir semua ukuran berat yang tersedia. Harga emas Galeri24 turun Rp33.000 per gram, dari sebelumnya […]

  • Menkeu Purbaya Bahas Sensus Ekonomi 2026 dengan BPS, Rilis Data Ekonomi Kuartal III Tunggu Awal November

    Menkeu Purbaya Bahas Sensus Ekonomi 2026 dengan BPS, Rilis Data Ekonomi Kuartal III Tunggu Awal November

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Selasa (28/10/2025). Pertemuan tersebut membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan mulai dieksekusi pada Juni 2026. Purbaya menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada kebutuhan anggaran dan mekanisme pelaksanaan sensus yang akan […]

  • Jutaan Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

    Jutaan Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jutaan jamaah umrah dari berbagai negara dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat sebanyak 58.873 jamaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi hingga […]

expand_less