Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) optimistis industri konstruksi nasional akan kembali bergairah pada 2026. Perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp20 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar dan restrukturisasi keuangan yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa target tersebut tengah dibahas dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

“Kami sedang menyusun RKAP 2026, dan target kontrak baru akan lebih besar dibanding tahun 2025, yakni di atas Rp20 triliun,” ujar Agung dalam paparan publik WIKA di Jakarta, Rabu (12/11).

Menurut Agung, proses restrukturisasi keuangan komprehensif yang dilakukan WIKA menjadi langkah penting agar perusahaan lebih kuat dalam mengerjakan proyek besar di tahun depan. Agung menilai tanda-tanda kebangkitan industri konstruksi (rebound) sudah mulai terlihat sejak akhir 2025. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah lelang proyek pemerintah maupun swasta, yang diperkirakan akan melonjak pada awal 2026.

“Kami meyakini proyek-proyek akan rebound di awal 2026. Bahkan sekarang sudah mulai banyak lelang baru,” ungkapnya.

Agung juga menyebut bahwa Danantara Indonesia lembaga yang ditunjuk untuk melakukan konsolidasi BUMN berkomitmen memperkuat sektor konstruksi. Langkah ini diharapkan membuat seluruh BUMN Karya lebih sehat dan efisien, termasuk WIKA.

“Danantara berharap semua BUMN Karya pada 2026 bisa mencatatkan kinerja positif dan untung,” katanya.

Saat ini, WIKA terus berkoordinasi dengan Danantara terkait restrukturisasi dan penyehatan keuangan, agar perusahaan siap mengeksekusi proyek-proyek strategis nasional. Per September 2025, WIKA mencatat kontrak baru senilai Rp6,19 triliun, turun 60,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,58 triliun. Pendapatan bersih perusahaan juga menurun menjadi Rp9,09 triliun, dari Rp12,54 triliun pada 2024. Meski demikian, WIKA yakin kinerja akan membaik seiring restrukturisasi selesai dan proyek baru mulai berjalan pada 2026.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur BI Waspadai Ancaman Siber di Tengah Pesatnya Ekonomi Digital Indonesia

    Gubernur BI Waspadai Ancaman Siber di Tengah Pesatnya Ekonomi Digital Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan bahwa di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan sistem pembayaran nasional, ancaman serangan siber semakin meningkat dan perlu diwaspadai oleh seluruh pihak. Menurut Perry, perkembangan teknologi digital di Indonesia saat ini menjadi salah satu yang tercepat di dunia. Namun, semakin canggih teknologi, semakin tinggi pula risiko […]

  • AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah. Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Dua Komoditas Cabai Terpantau Naik

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Dua Komoditas Cabai Terpantau Naik

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau stabil pada Rabu (3/12/2025). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, melalui SIHARKO mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga, kecuali dua jenis cabai yang mengalami kenaikan. Sebagian besar komoditas beras tercatat stabil, seperti Beras Belido Rp15.000 per kilogram dan Beras Operasi […]

  • Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 45 Gempa Erupsi Tercatat dalam Enam Jam

    Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 45 Gempa Erupsi Tercatat dalam Enam Jam

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan. Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat sebanyak 45 gempa erupsi atau letusan hanya dalam rentang waktu enam jam, pada Jumat (21/11/2025) pukul 00.00–06.00 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo, menyampaikan bahwa gempa letusan tersebut memiliki amplitudo antara […]

  • GWM Ora 5 Siap Meluncur di Australia 2026, Tantang BYD Atto 3 di Segmen SUV Listrik

    GWM Ora 5 Siap Meluncur di Australia 2026, Tantang BYD Atto 3 di Segmen SUV Listrik

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Great Wall Motor (GWM) memastikan akan meluncurkan model terbarunya, GWM Ora 5, di pasar Australia pada pertengahan 2026. Kehadiran model ini sekaligus memperluas lini kendaraan listrik GWM melalui sub-brand Ora, yang sebelumnya dikenal lewat produk hatchback kompak. Ora 5 diposisikan sebagai SUV listrik berukuran kecil hingga menengah dan akan bersaing langsung dengan BYD […]

  • Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian besar dari sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan, sektor ini berhasil menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan kontribusi mencapai 13,83%. “Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi PDB nasional. Angka 13,83% itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam rapat di […]

expand_less