Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » PM Jepang Potong Gaji Demi Efisiensi, Mungkinkah Indonesia Meniru Langkah Takaichi?

PM Jepang Potong Gaji Demi Efisiensi, Mungkinkah Indonesia Meniru Langkah Takaichi?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, membuat gebrakan besar tak lama setelah menjabat. Ia berencana memotong gaji seluruh anggota kabinet, termasuk dirinya sendiri, sebagai langkah simbolik reformasi birokrasi dan efisiensi anggaran.

Menurut laporan The Japan Times, kebijakan ini akan dibahas dalam sidang luar biasa parlemen Jepang. Langkah tersebut mendapat dukungan dari Partai Inovasi Jepang (Nippon Ishin no Kai), mitra baru Partai Demokrat Liberal (LDP) yang juga mendorong pengurangan hak istimewa bagi anggota parlemen.

Saat ini, anggota parlemen Jepang menerima gaji sekitar 1,29 juta yen (Rp140 juta) per bulan, sedangkan PM dan menteri kabinet mendapat 1,15 juta yen (Rp125 juta) dan 489 ribu yen (Rp53 juta). Namun, Takaichi telah mengembalikan 30 persen gajinya, sementara menteri kabinet mengembalikan 20 persen, sehingga tunjangan mereka berkurang signifikan.

Langkah ini dipuji sebagai inisiatif moral untuk efisiensi, meski sebagian pihak menilai kebijakan tersebut hanya simbolik dan tidak berdampak besar terhadap perekonomian Jepang.

Sebelum Jepang, Indonesia lebih dulu menggaungkan efisiensi anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah menargetkan efisiensi nasional sebesar Rp306,69 triliun di seluruh APBN dan APBD tahun 2025.

Kebijakan ini menekankan pembatasan perjalanan dinas pejabat daerah dan penyisiran belanja di seluruh kementerian hingga level satuan terkecil. Hasilnya, total penghematan mencapai Rp308 triliun, melampaui target awal.

Pemerintah juga menargetkan tambahan Rp300 triliun dari dividen BUMN, dengan total efisiensi mencapai Rp750 triliun sepanjang 2025.

Meski begitu, publik tetap menyoroti struktur Kabinet Merah Putih yang dianggap terlalu gemuk  terdiri atas 109 menteri dan wakil menteri. Menurut FITRA dan Celios, struktur besar ini berpotensi menaikkan belanja pegawai hingga 30 persen, dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp777 miliar per tahun, hampir dua kali lipat dari kabinet sebelumnya.

Menurut peneliti FITRA, Badiul Hadi, langkah Takaichi memotong gaji kabinet lebih bersifat simbol moral dan etika publik, bukan solusi keuangan negara.

“Di Indonesia, langkah semacam ini relevan secara etis untuk menunjukkan empati dan solidaritas, tapi dampaknya terhadap APBN tidak signifikan,” ujarnya kepada tirto.id (12/11/2025).

Data APBN menunjukkan belanja pegawai pemerintah pusat mencapai Rp513 triliun, namun gaji pejabat tinggi hanya sekitar Rp2 triliun atau 0,1 persen dari total belanja. Jika dipotong 30 persen, penghematan hanya sekitar Rp600 miliar, jauh dari cukup untuk menutup defisit anggaran.

Namun secara moral, kebijakan itu dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Nilai moralnya lebih besar daripada nilai fiskalnya,” kata Badiul.

Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa Jepang memahami nilai moral di balik efisiensi.
“Langkah Takaichi seperti kepala keluarga yang berhemat lebih dulu sebelum meminta anak-anaknya berhemat,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia juga perlu membangun moral fiskal, agar kebijakan efisiensi tak berhenti di atas kertas. Pemerintah harus menertibkan tunjangan, fasilitas, dan belanja non-produktif di birokrasi.

Ia menilai langkah pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2025 sudah menuju arah benar, karena menargetkan 15 jenis pos belanja boros, termasuk perjalanan dinas, honor kegiatan, rapat, sewa gedung, dan jasa konsultan.

Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi sejati bukan sekadar menghemat, tetapi mengelola uang publik secara transparan dan beretika.

“Bangsa besar bukan hanya pandai berhemat, tapi mampu menggunakan uang publik dengan adil, efisien, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Migas: BBM Shell Ternyata Dipasok Pertamina, Ini Fakta di Baliknya

    Dirjen Migas: BBM Shell Ternyata Dipasok Pertamina, Ini Fakta di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fakta mengejutkan terungkap dari bisnis bahan bakar minyak (BBM) nasional. Pemerintah memastikan pasokan BBM jenis diesel yang dijual di SPBU Shell saat ini berasal dari PT Pertamina (Persero). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut kerja sama ini merupakan hasil fasilitasi pemerintah yang mulai dirintis sejak tahun lalu. “Itu […]

  • Ini Aturan Baru BEI: Free Float Saham Wajib Minimal 15%

    Ini Aturan Baru BEI: Free Float Saham Wajib Minimal 15%

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian definisi saham free float. BEI juga menaikkan batas minimum free float untuk tetap tercatat di Bursa menjadi 15 persen dari jumlah saham tercatat. Selain itu, BEI juga mengubah persyaratan saham free float untuk pencatatan awal menjadi berbasis kapitalisasi pasar dengan tiering baru sebesar 15 persen, […]

  • Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kia resmi mengumumkan harga untuk mobil listrik termurahnya, EV2 yang dipasarkan di Eropa. Model bertenaga baterai anyar ini, dibanderol mulai sekitar US$ 31 ribu atau setara Rp 480 jutaan. Sehingga menjadikan kendaraan listrik paling terjangkau dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Disitat dari Autoblog, Kamis (26/3/2026), kehadiran Kia EV2 menjadi langkah penting dalam […]

  • PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri. Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi […]

  • Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

    Ternyata Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setiap memasuki musim hujan, kondisi jalan di berbagai daerah di Indonesia kerap berubah drastis. Jalan yang semula mulus tiba-tiba dipenuhi lubang, retak, hingga bergelombang. Bahkan, jalan yang baru beberapa hari sebelumnya masih sangat mulus, tiba-tiba jadi kubangan air. Tak sedikit pengendara yang akhirnya harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. Lalu, mengapa jalan […]

  • Warga Jambi Merapat! Harga Perak Antam Ambruk, Ini Rincian Terbarunya

    Warga Jambi Merapat! Harga Perak Antam Ambruk, Ini Rincian Terbarunya

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Pergerakan harga logam mulia kembali jadi sorotan. Kali ini, harga perak produksi Antam tercatat mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini turun cukup dalam sebesar Rp1.700 per gram, sehingga kini berada di level Rp47.150 per gram. Penurunan ini turut memengaruhi […]

expand_less