Jumat, 3 Jul 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Singapura saat ini tengah diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, terutama terjadi di sektor yang bernilai tinggi. Data terbaru Survei Ekonomi Singapura Kuartal III-2025 yang telah dirilis tercatat hampir 20.000 posisi pekerjaan hilang hanya dari tujuh sektor industri. Temuan ini memicu tanda tanya besar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Singapura saat ini?

Berdasarkan laporan dari Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, tingkat pengangguran nasional sebenarnya masih rendah di angka 2%, dan kurang dari 3% untuk warga negara serta Penduduk Tetap (PR). Namun di sisi lain, sektor-sektor yang biasanya mempekerjakan tenaga lokal berkualitas justru mengalami penurunan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Sektor real estate tercatat kehilangan 4.400 posisi, disusul sektor layanan profesional yang juga mengalami pengurangan bersih 4.100 posisi. Sektor teknologi informasi (TI) menjadi salah satu yang paling terpukul dengan pengurangan bersih 4.100 posisi hingga kuartal III. Bahkan jika dihitung sejak 2024, total pengurangan bersih di sektor TI mencapai 9.500 posisi, meskipun beberapa waktu lalu sempat muncul laporan soal tingginya permintaan tenaga kerja TI dan kenaikan gaji.

Sektor lain yang ikut terdampak termasuk perdagangan ritel yang kehilangan 3.800 pekerja, perdagangan besar 1.900 pekerja, pendidikan 900 pekerja, serta sektor makanan dan minuman dengan 600 pekerja terdampak.

Menariknya, pertumbuhan tenaga kerja justru meningkat di sektor dengan gaji rendah seperti konstruksi dan pekerja rumah tangga migran. Pada kuartal III-2025 saja, Singapura mencatat penambahan hampir 30.000 pekerjaan baru, sehingga total penambahan lapangan kerja sepanjang 2025 mendekati 50.000 posisi.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran struktural di pasar tenaga kerja Singapura. Meski permintaan tenaga kerja terampil di bidang TI dan layanan profesional tetap tinggi, sektor-sektor yang didominasi pekerja lokal dan ekspatriat bergaji besar justru melakukan pemangkasan signifikan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru mengenai arah ekonomi Singapura dan tantangan pasar tenaga kerja di masa mendatang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar

    BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidaksinkronan data impor antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian yang memicu kelebihan alokasi impor baja dan produk turunannya. Selisih realisasi impor itu diperkirakan mencapai 83,6 ribu metrik ton dengan nilai sekitar Rp895 miliar. Laporan tersebut berasal dari pemeriksaan perizinan impor periode 2023 hingga semester I tahun 2024. BPK […]

  • Lebih 700 Tanker Antre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Turun 86 Persen

    Lebih 700 Tanker Antre di Selat Hormuz, Aliran Minyak Turun 86 Persen

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz menurun tajam seiring meningkatnya risiko keamanan yang membuat aktivitas pelayaran nyaris terhenti. Lebih dari 700 kapal berkumpul di kedua sisi jalur strategis tersebut. Terletak di mulut Teluk Persia, Selat Hormuz menghubungkan produksi minyak dan gas alam cair kawasan Timur Tengah ke pasar global melalui Teluk […]

  • Setahun Ruben Amorim Jadi Pelatih MU, Kapok Nggak?

    Setahun Ruben Amorim Jadi Pelatih MU, Kapok Nggak?

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ruben Amorim baru-baru ini memberikan testimoni mengenai satu tahun karirnya sebagai manajer Manchester United. Meski tidak mudah, pelatih asal Portugal itu mengaku senang bisa mendapatkan pekerjaan ini. Sekitar satu tahun yang lalu, Manchester United memutuskan berpisah dengan Erik Ten Hag. Pelatih asal Belanda itu dipecat manajemen MU setelah Setan Merah meraih rentetan hasil […]

  • Laba Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Melesat 449% di Kuartal III/2025

    Laba Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Melesat 449% di Kuartal III/2025

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN), emiten sawit milik Haji Isam, mencatat lonjakan laba bersih 449% menjadi Rp101,4 miliar pada kuartal III/2025 dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ini didorong oleh penjualan bersih yang naik 38,68% menjadi Rp537,8 miliar, terutama dari minyak kelapa sawit senilai Rp471,17 miliar dan inti kelapa sawit Rp66,08 […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Melonjak 27,78 Persen, Ayam Broiler Naik 3,03 Persen, Komoditas Lain Stabil

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Melonjak 27,78 Persen, Ayam Broiler Naik 3,03 Persen, Komoditas Lain Stabil

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo pada 20 April 2026 terpantau relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan daging ayam broiler mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, harga daging ayam broiler naik 3,03 persen menjadi Rp33.000 per kilogram. Sementara itu, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Hari Ini

    Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam kembali anjlok. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia pada Rabu (22/4/2026), harga emas hari ini anjlok sebesar Rp50.000 per gram. Penurunan signifikan ini membawa harga emas Antam dari posisi sebelumnya Rp2.880.000 menjadi Rp2.830.000 per gram. Sejalan dengan harga jual, harga beli kembali (buyback) juga mengalami koreksi sebesar […]

expand_less