Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Cara Inspeksi Sebelum Beli Mobil Matik Bekas? Perhatikan Bagian Ini!

Cara Inspeksi Sebelum Beli Mobil Matik Bekas? Perhatikan Bagian Ini!

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Konsumen yang hendak membeli mobil bekas wajib memeriksa kondisi transmisinya, khususnya model matik. Pasalnya, jenis transmisi ini bisa rusak bila jarang dirawat atau kerap salah dioperasikan.

Dari berbagai sumber yang dirangkum Kompas.com menyebutkan kondisi transmisi pada mobil matik bekas harus dipastikan, masih prima atau tidak. Pemeriksaannya bisa mengajak ahli agar dilakukan pemindaian menggunakan alat diagnostik. Hal ini agar lebih akurat.

Bila tidak, menurut sumber, konsumen bisa menghitung jeda waktu pertautan transmisi saat memindahkan tuas dari N ke D atau R. Semakin singkat jeda waktu, antara waktu pengemudi menggeser tuas dengan entakan yang terasa, saat putaran mesin bertaut, maka semakin baik.
“Seharusnya tidak lama, hitungannya satu sampai dua detik bahkan bisa saja kurang dari itu, jika jedanya sudah terlalu lama bisa dipastikan ada masalah pada transmisi matiknya,” ujar sumber.

Selain jeda waktu pertautan, sumber juga menyinggung kemampuan transmisi matik menahan mobil di tanjakan tanpa menginjak pedal gas, dengan transmisi masuk ke posisi D. Matik yang masih sehat seharusnya bisa menahan mobil berhenti sesaat baru agak mundur, bahkan mungkin bisa membuatnya maju meski pedal gas tidak diinjak.

Ada istilah stall test untuk menguji kemampuan kampas kopling pada mobil matik. Stall test ini berfungsi untuk mengetahui kondisi kopling pada sistem matik dipantau dari putaran mesin saat sistem harus membuat kopling fluida aktif.

Caranya hidupkan mesin dan tarik rem tangan, lalu masukkan persneling ke posisi D. Tahan pedal rem, kemudian injak pedal gas agak dalam dan tahan selama tiga detik sembari memperhatikan posisi jarum Rpm.

Jika jarum Rpm naik di antara angka 1.800 hingga 2.200 Rpm, artinya kondisi kelompok kopling bagian drive masih cukup baik dan prima. Jika jarum berhenti di atas angka 2.200 Rpm, berarti ada slip. Jika jarum berhenti di bawah 1.500 rpm, berarti tenaga mesin sudah tidak lagi prima. Jika langkah di atas sudah dilakukan, matikan mobil dan diamkan sejenak selama setidaknya 10 menit untuk mendinginkan mesin dan transmisi.

Selanjutnya, ulangi lagi langkah di atas namun kali ini dengan memasukkan persneling ke posisi R atau gigi mundur untuk memeriksa performa kopling bagian mundur. Nah, itu cara mudah memeriksa kondisi transmisi pada mobil matik bekas tanpa alat khusus. Namun, untuk hasil yang lebih akurat perlu dilakukan pemindaian menggunakan alat diagnostik.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Hari Ini Rp75.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Hari Ini Rp75.000 per Kilogram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar Jambi pada 20 Mei 2026 menunjukkan kondisi yang bervariasi. Sejumlah komoditas cabai tercatat mengalami fluktuasi, sementara mayoritas bahan pangan lainnya masih berada pada level stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui sistem SIHARKO, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil […]

  • Performa Positif, Rupiah Kembali Menguat Jadi Rp17.155

    Performa Positif, Rupiah Kembali Menguat Jadi Rp17.155

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026) pagi. Kurs rupiah menunjukkan performa positif di awal pekan dengan mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan penutupan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru dari Antara, nilai tukar rupiah hari ini menguat 34 poin atau sekitar 0,20 persen. Saat ini, rupiah berada di level […]

  • Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

    Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan menjadi wadah penggerak ekonomi rakyat berbasis kegotongroyongan dan kesejahteraan anggota. “Tujuan Kopdes Merah Putih adalah untuk merebranding koperasi, bukan hanya sebagai tempat menabung dan meminjam uang, […]

  • Emas Pegadaian Kompak Naik, UBS dan Galeri24 Melonjak Tajam

    Emas Pegadaian Kompak Naik, UBS dan Galeri24 Melonjak Tajam

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau kompak naik pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Dari tiga jenama logam mulia yang banyak diburu masyarakat, yakni UBS, Antam, dan Galeri24, dua di antaranya bahkan mencatat lonjakan cukup signifikan. Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, produk emas UBS dan Galeri24 masing-masing naik Rp9000 per gram. Kenaikan tersebut membawa harga […]

  • Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah akan kembali beroperasi pada kuartal I-2026. Tambang tersebut sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya akibat insiden longsor material basah. Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, mengatakan saat ini perusahaan masih mengandalkan dua tambang lainnya, yakni Deep Mill Level […]

  • Tekanan Belum Mereda, Rupiah Tersungkur Lagi! Ini Penyebabnya

    Tekanan Belum Mereda, Rupiah Tersungkur Lagi! Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih terjadi. Pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026), mata uang Indonesia melemah cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, kurs rupiah mengalami penurunan 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp18.014 per dolar AS. Kepala […]

expand_less