Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap tiga keuntungan utama bagi Indonesia setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Menurut Luhut, perjanjian tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian perdagangan global.

“Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap kuat dan kredibel di tengah ketidakpastian perdagangan global. Ini adalah langkah strategis untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kita,” ujar Luhut dalam keterangan resmi, Senin (23/2).

Akses Tarif 0 Persen untuk Ribuan Produk

Keuntungan pertama adalah akses tarif 0 persen untuk 1.819 jenis produk ekspor unggulan Indonesia ke pasar AS. Produk tersebut mencakup minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, produk elektronik, hingga mineral penting.

Nilai ekspor dari produk-produk tersebut mencapai sekitar 6,3 miliar dollar AS atau sekitar 21,2 persen dari total ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam.

Selain itu, AS juga berkomitmen memberikan tarif 0 persen dalam jumlah tertentu untuk produk tekstil dan apparel Indonesia. Kebijakan ini dinilai penting bagi sektor padat karya yang menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja.

Luhut menilai, fasilitas tarif tersebut menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih unggul dibandingkan sejumlah negara ASEAN dan kompetitor lainnya.

Kepastian Pasokan Barang Strategis

Keuntungan kedua adalah kepastian pasokan barang yang tidak dapat diproduksi secara optimal di dalam negeri. Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berkomitmen mengimpor sejumlah barang dari AS.

Komitmen itu meliputi pembelian energi senilai 15 miliar dollar AS, pemesanan pesawat dari Boeing sebesar 13,5 miliar dollar AS, impor komoditas pertanian senilai 4,5 miliar dollar AS, serta 11 nota kesepahaman bisnis dengan total nilai 38,4 miliar dollar AS di sektor pertambangan, energi, teknologi, dan manufaktur.

Luhut menegaskan, sebagian besar barang impor tersebut memang dibutuhkan dan tidak diproduksi cukup di dalam negeri, seperti kedelai, gandum, dan bahan baku industri.

Di sisi lain, mayoritas produk impor dari AS sebelumnya juga telah dikenakan tarif rendah, bahkan sebagian sudah 0 persen, sehingga penghapusan tarif menjadi 0 persen untuk 99 persen impor dinilai tidak berdampak besar terhadap industri nasional.

Perkuat Posisi Strategis Indonesia

Keuntungan ketiga adalah penguatan posisi Indonesia sebagai mitra dagang strategis AS. Luhut menilai kesepakatan ini memberikan sinyal bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat sebagai mitra perdagangan yang kredibel.

Ia juga menyinggung dinamika kebijakan tarif di AS, termasuk kebijakan yang pernah diterapkan Presiden Donald Trump. Dengan adanya perjanjian ART, Indonesia dinilai berada pada posisi yang lebih kuat apabila terjadi perubahan kebijakan tarif di masa mendatang.

Menurut Luhut, komitmen konkret yang telah disepakati membuat posisi Indonesia lebih siap menghadapi kemungkinan penyelidikan dagang lanjutan dan kebijakan tarif baru dari AS.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2026, Tapi Belum Ada Kepastian Resmi

    Menkeu Purbaya Buka Peluang Kenaikan Gaji PNS 2026, Tapi Belum Ada Kepastian Resmi

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang adanya kenaikan gaji PNS pada tahun 2026. Namun, Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan resmi terkait besaran maupun waktu pelaksanaan kenaikan tersebut. “Kalau kemungkinan selalu ada, cuma peluangnya […]

  • Buruh Industri Tembakau Dukung  Menkeu Purbaya, Tolak Wacana Kemasan Rokok Polos

    Buruh Industri Tembakau Dukung  Menkeu Purbaya, Tolak Wacana Kemasan Rokok Polos

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serikat pekerja sektor industri hasil tembakau (IHT) menyatakan penolakan terhadap wacana penyeragaman kemasan rokok polos (plain packaging) yang tengah dibahas Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kelompok buruh menilai kebijakan tersebut berpotensi menekan industri rokok legal serta mengancam keberlanjutan lapangan kerja. Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, Sudarto AS, mengungkapkan bahwa penerapan kemasan polos dapat berdampak langsung […]

  • Aduan Konsumen 2025 Tembus 7.887, Mayoritas Online

    Aduan Konsumen 2025 Tembus 7.887, Mayoritas Online

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat 7.887 aduan konsumen sepanjang Januari–Desember 2025. Sebagian besar aduan, yakni 7.836 laporan (99,35%), berasal dari transaksi daring (online), sedangkan aduan transaksi offline hanya 32 laporan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa dari total aduan, 7.853 laporan (99,56%) telah diselesaikan melalui klarifikasi dan solusi dengan pelaku usaha. Sektor dengan aduan […]

  • Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp 626,4 Miliar Kuartal III 2025, Capai 35% dari Target

    Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp 626,4 Miliar Kuartal III 2025, Capai 35% dari Target

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), mencatat marketing sales sebesar Rp 626,4 miliar pada kuartal III 2025. Realisasi ini setara 35% dari target tahunan Rp 1,81 triliun. Prapenjualan DMAS sepanjang tahun berjalan berasal dari penjualan lahan industri seluas 18 hektare, dengan sektor Data Center dan FMCG sebagai kontributor […]

  • Uang Beredar Naik ke Rp 2.152 Triliun, Tanda Ekonomi Indonesia Makin Pulih

    Uang Beredar Naik ke Rp 2.152 Triliun, Tanda Ekonomi Indonesia Makin Pulih

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar dalam arti sempit atau base money (M0) pada September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun, meningkat 18,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tajam ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi nasional terus membaik di tengah berbagai stimulus dan peningkatan investasi. Sebelumnya, pada Agustus 2025, pertumbuhan uang beredar […]

  • OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Untuk Bank Syariah

    OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Untuk Bank Syariah

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru. POJK terbaru ini untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional, yaitu POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit […]

expand_less