Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ruang gerak fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian tertekan seiring dengan pelebaran shortfall penerimaan pajak 2025. Realisasi penerimaan pajak yang jauh di bawah target memunculkan risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah kebutuhan belanja negara yang tetap tinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 diperkirakan hanya mencapai sekitar Rp1.917 triliun. Angka tersebut setara 92,3% dari outlook APBN 2025 sebesar Rp2.076,9 triliun. Jika dibandingkan dengan target APBN 2025 yang mencapai Rp2.189,3 triliun, capaian itu hanya berada di kisaran 87,7%.

Capaian tersebut lebih rendah dari simulasi optimistis yang sebelumnya disusun berdasarkan tren penerimaan pajak hingga Agustus 2025. Berdasarkan kinerja penerimaan pajak periode 2022—2024, penerimaan pada empat bulan terakhir tahun anggaran biasanya berada di kisaran 31,7%—38% dari total realisasi.

Namun, dengan posisi penerimaan pajak hingga Agustus 2025 yang baru mencapai 54,7%, maka realisasi akhir 2025 diperkirakan hanya berada di kisaran 86,4% atau Rp1.794,4 triliun. Sementara skenario paling optimistis hanya mampu mencapai 92,7% atau Rp1.925,2 triliun.

Angka tersebut juga berada di bawah simulasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang sebelumnya memproyeksikan penerimaan pajak 2025 berada di rentang Rp1.947 triliun hingga Rp2.005 triliun.

Hingga berita ini ditulis, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto serta Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmauli belum memberikan tanggapan atas perkembangan realisasi penerimaan pajak tersebut.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga akhir November 2025 baru mencapai Rp1.634,4 triliun atau sekitar 78,7% dari outlook APBN 2025. Artinya, diperlukan tambahan penerimaan sekitar Rp442,5 triliun hanya dalam satu bulan terakhir untuk menutup target, sebuah capaian yang dinilai sulit direalisasikan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun mengakui bahwa penerimaan pajak 2025 dipastikan berada di bawah target.

“Ya, penerimaan pajak di bawah outlook kira-kira,” ujar Purbaya singkat saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Tak tercapainya target penerimaan pajak tersebut berimplikasi langsung terhadap pelebaran defisit APBN 2025. Purbaya menyebut defisit berpotensi melampaui outlook sebesar 2,78% terhadap produk domestik bruto (PDB), meski tetap dijaga agar tidak menembus batas aman 3% PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003.

“Defisit di atas itu outlook 2,78%. Yang jelas kami tidak melanggar Undang-undang 3%, dan kami komunikasi terus dengan DPR,” tegas Purbaya.

Jika defisit benar-benar melebar, maka realisasi defisit APBN 2025 berpotensi menjadi yang terburuk sejak 2015, di luar periode pandemi Covid-19 yang ditandai dengan lonjakan utang negara secara signifikan.

Berdasarkan informasi internal yang dihimpun Bisnis, Ditjen Pajak menyebut batas aman penerimaan pajak agar defisit tetap di bawah 3% PDB berada di kisaran Rp2.005 triliun. Namun, realisasi yang mampu dicapai oleh kantor wilayah DJP hanya sekitar Rp1.947,2 triliun.

Peneliti Senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, menilai jika penerimaan negara pada Desember 2025 gagal menembus Rp340 triliun, maka defisit APBN sangat berisiko menembus batas 3% PDB.

“Dengan rata-rata penerimaan bulanan 2025 sekitar Rp214 triliun, skenario defisit melewati 3% PDB menjadi sangat mungkin. Itu berarti kebutuhan pembiayaan utang pemerintah akan meningkat,” ujarnya dalam Media Briefing Outlook 2026, Rabu (7/1/2026).

Deni menambahkan, tekanan fiskal ke depan semakin berat karena pada 2026 pemerintah menghadapi jatuh tempo utang di kisaran Rp700 triliun hingga Rp800 triliun, di tengah kondisi global yang juga penuh ketidakpastian.

Sementara itu, ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mendorong evaluasi menyeluruh kebijakan fiskal pada 2026. Menurutnya, sejumlah kebijakan fiskal 2025 tidak efektif mendorong konsumsi, terutama karena stimulus yang bersifat parsial dan belum menyasar kelas menengah yang menyumbang lebih dari 68% konsumsi rumah tangga nasional.

“Stimulus yang tidak menyentuh basis konsumsi utama akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit,” tegas Bhima.

Ia juga menyoroti kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit serta kebijakan penambahan likuiditas yang dinilai tidak menjawab akar persoalan sektor riil.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melejit Lagi! Emas Antam Kini per Gramnya Dibanderol Rp2.364.000

    Melejit Lagi! Emas Antam Kini per Gramnya Dibanderol Rp2.364.000

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melejit lagi. Kali ini kenaikannya mencapai Rp21.000 hingga per gramnya menjadi Rp2.364.000. Sementara, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,3 miliar. Sedangkan yang paling murah dibanderol Rp1.232.000. Sementara itu, harga beli (buyback) emas Antam ikut terdampak atas kenaikan yang terjadi itu. Harganya kembali melesat sebesar […]

  • Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp17.280

    Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp17.280

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat tipis pagi ini. Pergerakan rupiah terhadap kurs dolar AS ini masih dipengaruhi ketidakpastian potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Mengutip dari Antara, Jumat (24/4/2026) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik enam poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.280 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Anjlok Rp18 Ribu, Kini Rp2,75 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Anjlok Rp18 Ribu, Kini Rp2,75 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penguatan harga emas produksi Antam terhenti. Harga logam mulia tersebut kembali terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, hari ini emas Antam merosot sebesar Rp18.000. Harga emas batangan ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.750.000 dari semula Rp2.768.000 per gram. Penurunan tersebut sekaligus memangkas kenaikan harga yang […]

  • BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan dana ke sektor riil sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Dengan kata lain realisasi penyaluran dana ini sudah 84% dari pagu penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun. “Perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84% dari yang dana pemerintah yang ditempatkan,” ucap Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian […]

  • Final Kepagian! Portugal dan Spanyol Saling Jegal

    Final Kepagian! Portugal dan Spanyol Saling Jegal

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aroma final sudah terasa meski Piala Dunia 2026 baru memasuki babak 16 besar. Portugal dan Spanyol akan saling jegal dalam duel bertajuk Derby Iberia di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling bergengsi di fase gugur. Bukan tanpa alasan, kedua tim sama-sama […]

  • Rupiah Menguat ke Rp17.857 per Dolar AS

    Rupiah Menguat ke Rp17.857 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya bangkit. Setelah sempat tertekan hingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Indonesia kembali menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.857 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.884 per […]

expand_less