Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global, IHSG Melemah

Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global, IHSG Melemah

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG melemah 88,21 poin atau 1,07 persen ke posisi 8.169,65 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (13/10/2025).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,45 poin atau 1,19 persen ke posisi 784,16.

“Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat ke level 99, tertinggi sejak Juni 2025, menandakan peralihan investor ke aset dolar dan berpotensi memicu arus keluar modal asing dari pasar Indonesia,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, dikutip Antara, Senin.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis data utang luar negeri (ULN) Agustus 2025 pada Rabu (15/10), yang mana pada Juli 2025 tercatat sebesar 434,1 miliar dolar AS, atau tumbuh 4,1 persen year on yaer (yoy).

Rinciannya, ULN pemerintah naik 9,0 persen menjadi 211,7 miliar dolar AS, sementara ULN swasta relatif stabil di 195,6 miliar dolar AS. Adapun, rasio ULN terhadap PDB menurun ke 30 persen, dengan dominasi pinjaman jangka panjang mencapai 85,5 persen.

Selain itu, pelaku pasar mencermati data Foreign Direct Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) periode kuartal III-2025 pada Rabu (15/10).

Pada kuartal II-2025, realisasi investasi tercatat senilai Rp477,7 triliun, meliputi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp202,2 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 275,5 triliun.

Dari mancanegara, shutdown (penutupan) pemerintahan AS telah memasuki hari ke sembilan tanpa kemajuan berarti antara Partai Republik dan Demokrat.

Dampaknya mulai terasa, seperti pemangkasan tenaga kerja Internal Revenue Service (IRS) dan penundaan penerbangan oleh Federal Aviation Administration (FAA), meski sebagian pelaku pasar menilai efek ekonomi yang signifikan baru akan muncul apabila shutdown berlangsung lebih lama.

Di sisi lain, risalah rapat FOMC menunjukkan perbedaan pandangan antar pejabat The Fed mengenai arah suku bunga, sehingga pelaku pasar masih menahan diri dan menantikan sinyal jelas soal pelonggaran kebijakan moneter.

Kombinasi antara valuasi tinggi, kebijakan moneter yang belum pasti, dan gangguan ekonomi akibat shutdown menjadi faktor utama yang menekan sentimen di bursa saham AS, Wall Street.

Pada perdagangan Jumat (10/10) pekan kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 1,68 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,86 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,50 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 1,53 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup kompak melemah pada perdagangan Jumat (10/10) , diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,90 persen ditutup di level 46.479,60, indeks S&P 500 melemah 2,71 persen ke level 6.552,51, indeks Nasdaq Composite melemah 3,49 persen dan ditutup di level 24.221,75.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 491,64 poin atau 1,01 persen ke 48.088,80, indeks Shanghai melemah 44,51 poin atau 1,16 persen ke 3.851,25, indeks Hang Seng melemah 580,32 poin atau 2,14 persen ke 25.733,50, dan indeks Strait Times melemah 46,42 poin atau 1,05 persen ke 4.380,07.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Janice Tjen Masuk Daftar Pemain BNP Paribas Open 2026, Siap Tampil di Indian Wells

    Janice Tjen Masuk Daftar Pemain BNP Paribas Open 2026, Siap Tampil di Indian Wells

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petenis Indonesia Janice Tjen tercantum dalam daftar pemain yang akan berlaga pada turnamen bergengsi BNP Paribas Open 2026. Berdasarkan daftar resmi WTA, sebanyak 78 petenis masuk dalam daftar tunggal putri turnamen kategori WTA 1000 tersebut. Nama Janice bersanding dengan sejumlah petenis papan atas dunia seperti Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, Elena Rybakina, dan Jessica […]

  • Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/12/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 37,50 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan yang berada di level Rp 16.648 per dolar AS. Di saat yang sama indeks dolar AS melemah 0,11% ke 98,88. Sementara itu, nilai tukar negara Asia […]

  • Jelang Idul Fitri 2026, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Terpantau Stabil

    Jelang Idul Fitri 2026, Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Terpantau Stabil

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 16 Maret 2026, sebagian besar komoditas sembako tidak mengalami lonjakan harga signifikan. Stabilnya harga bahan pokok ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mulai […]

  • Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Menambah Beban APBN

    Kenaikan Harga Minyak Dunia Berpotensi Menambah Beban APBN

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan kenaikan harga minyak dunia berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga energi dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut Juda, setiap kenaikan harga minyak mentah acuan Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar satu […]

  • Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Jepang tercatat mengalami kontraksi 0,4% pada kuartal III 2025. Data terbaru yang dirilis Senin (17/11/2025) menunjukkan aktivitas ekonomi Negeri Sakura melemah dalam periode Juli–September, setelah sebelumnya tumbuh 0,6% pada kuartal II. Meski kontraksi tersebut lebih baik dari proyeksi pasar sebesar minus 0,6%, ini menjadi penurunan pertama sejak awal 2024. Pelemahan terbesar datang […]

  • Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

    Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat. Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk […]

expand_less