Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Adu argumen panas kembali terjadi antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disebut mengendap di bank. Dedi tidak tinggal diam  ia menantang balik Menteri Keuangan untuk membuka data secara transparan, agar publik tahu siapa sebenarnya yang menahan dana triliunan rupiah di rekening daerah.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menaruh dana APBD dalam bentuk deposito seperti yang disampaikan Menteri Keuangan. Ia bahkan menantang langsung Purbaya untuk membuka data secara publik agar tuduhan tersebut tidak menimbulkan opini negatif terhadap pemerintah daerah yang sudah bekerja maksimal.

“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” ujar Dedi, Senin (20/10/2025).

Pernyataan itu merupakan tanggapan terhadap pernyataan Purbaya yang sebelumnya menyoroti lambatnya realisasi belanja pemerintah daerah, sehingga Rp 234 triliun dana APBD masih mengendap di bank hingga akhir September 2025. Dari total tersebut, Jawa Barat disebut memiliki simpanan terbesar kelima dengan nilai mencapai Rp 4,17 triliun. Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menilai bahwa masalah utama bukan terletak pada dana, melainkan pada lambatnya pelaksanaan program di daerah.

“Pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat. Sekali lagi, yang kami tekankan adalah bagaimana uang itu benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Purbaya saat acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Menurutnya, rendahnya penyerapan anggaran menyebabkan dana daerah “tidur” di bank dan tidak segera digunakan untuk pembangunan produktif.

“Dananya sudah ada, segera gunakan. Jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Purbaya.

Namun, Dedi Mulyadi menilai tudingan tersebut tidak bisa digeneralisasi. Menurutnya, banyak daerah yang justru mempercepat realisasi belanja agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

“Jangan menyamaratakan semua daerah. Sebaiknya umumkan saja daerah mana yang benar-benar belum membelanjakan keuangannya dengan baik, bahkan yang menyimpannya dalam bentuk deposito,” tegas Dedi.

Ia menilai keterbukaan data akan menghormati daerah yang sudah disiplin dan efisien dalam penggunaan APBD.

“Daripada jadi spekulasi yang membangun opini negatif, umumkan saja datanya secara terbuka,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat bahwa dana APBD daerah di seluruh Indonesia masih mengendap di bank hingga Rp 234 triliun per September 2025. Dana ini dianggap sebagai salah satu penyebab lambatnya perputaran uang di masyarakat dan menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Kondisi tersebut membuat pemerintah pusat mendorong daerah untuk mempercepat realisasi anggaran dan menghindari praktik penyimpanan dana yang tidak produktif di perbankan. Menutup pernyataannya, Dedi kembali menekankan pentingnya transparansi data dan evaluasi kinerja secara objektif antar lembaga pemerintah.

“Kalau memang ada daerah yang menyimpan dana di deposito, sebut saja namanya. Tapi kalau tidak ada, jangan membuat opini yang menyudutkan daerah yang sudah bekerja keras,” ujar Dedi.

Ia juga mendesak agar pemerintah pusat memeriksa dana yang mungkin juga mengendap di kementerian atau lembaga pusat, bukan hanya di tingkat daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Pemerintah RI Tembus Rp 9.408 Triliun, 87 Persen Berasal dari SBN

    Utang Pemerintah RI Tembus Rp 9.408 Triliun, 87 Persen Berasal dari SBN

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) melaporkan posisi utang pemerintah hingga akhir Kuartal III-2025 mencapai Rp 9.408,64 triliun. Mayoritas utang tersebut berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp 8.187,55 triliun atau 87,02 persen dari total portofolio. Sementara itu, porsi utang dari pinjaman tercatat Rp 1.221,09 triliun […]

  • Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

    Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf berharap pertemuan antara pemerintah daerah dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dapat menghasilkan solusi konkret pascapemotongan Transfer ke Daerah (TKD) agar pembangunan infrastruktur di daerah tetap berjalan optimal. Pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025) itu dihadiri puluhan […]

  • Harga Batu Bara Melejit, Tembus Level Tertinggi 3 Bulan

    Harga Batu Bara Melejit, Tembus Level Tertinggi 3 Bulan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara kontrak Desember kembali melesat dan menembus level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Mengacu data Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Selasa (18/11/2025) ditutup di US$ 115,25 per ton, menguat 1,5% secara harian. Kenaikan ini memperpanjang tren positif selama tiga hari berturut-turut dengan akumulasi penguatan mencapai 3,4%. Level harga tersebut juga […]

  • Sektor Pertanian Gorontalo Jadi Tulang Punggung Ekonomi

    Sektor Pertanian Gorontalo Jadi Tulang Punggung Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor pertanian di Provinsi Gorontalo menjadi tulang punggung perekonomian daerah, menyumbang lebih dari sepertiga Produk Domestik Bruto (PDB). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa dominasi sektor ini tidak hanya penting untuk ekonomi, tetapi juga bagi ketahanan pangan masyarakat. Komoditas unggulan Gorontalo, seperti jagung, berhasil menembus pasar ekspor internasional, sementara produksi padi tetap […]

  • Barcode Pertalite Bakal Berlaku untuk Kendaraan Pajak Hidup

    Barcode Pertalite Bakal Berlaku untuk Kendaraan Pajak Hidup

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengusulkan aturan baru yang mewajibkan pemilik kendaraan melunasi pajak kendaraan bermotor sebelum dapat memperoleh barcode bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Jika usulan ini diterapkan, kendaraan dengan STNK yang mati atau menunggak pajak tidak lagi bisa mengakses BBM subsidi seperti Pertalite maupun Solar. Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Berbalik Arah! Anjlok Rp29.000

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Berbalik Arah! Anjlok Rp29.000

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali anjlok setelah beberapa hari sebelumnya mencatatkan penguatan. Mengawali perdagangan Jumat (7/8/2026), logam mulia yang banyak diminati masyarakat itu turun tajam dan kini dibanderol Rp2.650.000 per gram. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam hari ini turun Rp29.000 per gram. Dengan koreksi tersebut, harga emas Antam kini berada di level […]

expand_less