Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Adu argumen panas kembali terjadi antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disebut mengendap di bank. Dedi tidak tinggal diam  ia menantang balik Menteri Keuangan untuk membuka data secara transparan, agar publik tahu siapa sebenarnya yang menahan dana triliunan rupiah di rekening daerah.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menaruh dana APBD dalam bentuk deposito seperti yang disampaikan Menteri Keuangan. Ia bahkan menantang langsung Purbaya untuk membuka data secara publik agar tuduhan tersebut tidak menimbulkan opini negatif terhadap pemerintah daerah yang sudah bekerja maksimal.

“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” ujar Dedi, Senin (20/10/2025).

Pernyataan itu merupakan tanggapan terhadap pernyataan Purbaya yang sebelumnya menyoroti lambatnya realisasi belanja pemerintah daerah, sehingga Rp 234 triliun dana APBD masih mengendap di bank hingga akhir September 2025. Dari total tersebut, Jawa Barat disebut memiliki simpanan terbesar kelima dengan nilai mencapai Rp 4,17 triliun. Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menilai bahwa masalah utama bukan terletak pada dana, melainkan pada lambatnya pelaksanaan program di daerah.

“Pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat. Sekali lagi, yang kami tekankan adalah bagaimana uang itu benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Purbaya saat acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Menurutnya, rendahnya penyerapan anggaran menyebabkan dana daerah “tidur” di bank dan tidak segera digunakan untuk pembangunan produktif.

“Dananya sudah ada, segera gunakan. Jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Purbaya.

Namun, Dedi Mulyadi menilai tudingan tersebut tidak bisa digeneralisasi. Menurutnya, banyak daerah yang justru mempercepat realisasi belanja agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

“Jangan menyamaratakan semua daerah. Sebaiknya umumkan saja daerah mana yang benar-benar belum membelanjakan keuangannya dengan baik, bahkan yang menyimpannya dalam bentuk deposito,” tegas Dedi.

Ia menilai keterbukaan data akan menghormati daerah yang sudah disiplin dan efisien dalam penggunaan APBD.

“Daripada jadi spekulasi yang membangun opini negatif, umumkan saja datanya secara terbuka,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat bahwa dana APBD daerah di seluruh Indonesia masih mengendap di bank hingga Rp 234 triliun per September 2025. Dana ini dianggap sebagai salah satu penyebab lambatnya perputaran uang di masyarakat dan menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Kondisi tersebut membuat pemerintah pusat mendorong daerah untuk mempercepat realisasi anggaran dan menghindari praktik penyimpanan dana yang tidak produktif di perbankan. Menutup pernyataannya, Dedi kembali menekankan pentingnya transparansi data dan evaluasi kinerja secara objektif antar lembaga pemerintah.

“Kalau memang ada daerah yang menyimpan dana di deposito, sebut saja namanya. Tapi kalau tidak ada, jangan membuat opini yang menyudutkan daerah yang sudah bekerja keras,” ujar Dedi.

Ia juga mendesak agar pemerintah pusat memeriksa dana yang mungkin juga mengendap di kementerian atau lembaga pusat, bukan hanya di tingkat daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

    Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Coretax menjadi tulang punggung penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak. Hal tersebut disampaikan Bimo seiring upaya pemerintah membenahi sistem perpajakan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurut Bimo, sistem perpajakan di Indonesia menganut prinsip self assessment, di mana wajib pajak […]

  • Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperbarui ketentuan terkait wajib pajak yang dikecualikan dari kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT), khususnya bagi mereka yang berpenghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-3/PJ/2026 yang mulai berlaku sejak 16 Maret 2026 dan ditetapkan oleh Dirjen […]

  • Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    Penjualan Eceran Agustus 2025 Tumbuh Lagi, Dipicu Momen HUT RI

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah dua bulan berturut-turut melemah, penjualan eceran nasional akhirnya tumbuh lagi pada Agustus 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan sebesar 0,6% secara bulanan (month to month/MtM), berbalik arah dari kontraksi -4,1% di Juli dan -0,2% di Juni. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan ini bersifat musiman karena adanya […]

  • Superbank Milik Grab Emtek Resmi Umumkan IPO, Target Himpun Dana Rp 3,06 Triliun

    Superbank Milik Grab Emtek Resmi Umumkan IPO, Target Himpun Dana Rp 3,06 Triliun

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Super Bank Indonesia atau Superbank akhirnya resmi mengumumkan rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui skema initial public offering (IPO). Bank digital yang berada dalam ekosistem Emtek, Grab, dan SingTel itu berencana melepas 4,4 miliar saham atau sekitar 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Informasi tersebut tercantum dalam prospektus ringkas […]

  • Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ramai diserbu asing dengan mencatatkan net foreign buy, pada sesi pertama perdagangan, Kamis (18/12/2025). Menurut data Stockbit, saham Bank Mandiri terpantau bergerak menguat sebesar 2,49% pada sesi I perdagangan hari ini. Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 82,6 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, […]

  • Bursa Asia Merah, Ancaman Tarif Trump ke Eropa Picu Kepanikan Investor Global

    Bursa Asia Merah, Ancaman Tarif Trump ke Eropa Picu Kepanikan Investor Global

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap ancaman kebijakan tarif baru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sentimen negatif tersebut muncul setelah Wall Street mencatatkan penurunan terdalam dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan pasar Asia tercermin dari kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong yang berada […]

expand_less