Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

Dedi Mulyadi Tantang Balik Menkeu Purbaya: Buka Data Daerah Simpan Dana APBD di Bank!

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Adu argumen panas kembali terjadi antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disebut mengendap di bank. Dedi tidak tinggal diam  ia menantang balik Menteri Keuangan untuk membuka data secara transparan, agar publik tahu siapa sebenarnya yang menahan dana triliunan rupiah di rekening daerah.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menaruh dana APBD dalam bentuk deposito seperti yang disampaikan Menteri Keuangan. Ia bahkan menantang langsung Purbaya untuk membuka data secara publik agar tuduhan tersebut tidak menimbulkan opini negatif terhadap pemerintah daerah yang sudah bekerja maksimal.

“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam deposito. Saya tantang Pak Menkeu untuk membuka data dan faktanya, daerah mana yang menyimpan dana dalam bentuk deposito,” ujar Dedi, Senin (20/10/2025).

Pernyataan itu merupakan tanggapan terhadap pernyataan Purbaya yang sebelumnya menyoroti lambatnya realisasi belanja pemerintah daerah, sehingga Rp 234 triliun dana APBD masih mengendap di bank hingga akhir September 2025. Dari total tersebut, Jawa Barat disebut memiliki simpanan terbesar kelima dengan nilai mencapai Rp 4,17 triliun. Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menilai bahwa masalah utama bukan terletak pada dana, melainkan pada lambatnya pelaksanaan program di daerah.

“Pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat. Sekali lagi, yang kami tekankan adalah bagaimana uang itu benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Purbaya saat acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta.

Menurutnya, rendahnya penyerapan anggaran menyebabkan dana daerah “tidur” di bank dan tidak segera digunakan untuk pembangunan produktif.

“Dananya sudah ada, segera gunakan. Jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Purbaya.

Namun, Dedi Mulyadi menilai tudingan tersebut tidak bisa digeneralisasi. Menurutnya, banyak daerah yang justru mempercepat realisasi belanja agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.

“Jangan menyamaratakan semua daerah. Sebaiknya umumkan saja daerah mana yang benar-benar belum membelanjakan keuangannya dengan baik, bahkan yang menyimpannya dalam bentuk deposito,” tegas Dedi.

Ia menilai keterbukaan data akan menghormati daerah yang sudah disiplin dan efisien dalam penggunaan APBD.

“Daripada jadi spekulasi yang membangun opini negatif, umumkan saja datanya secara terbuka,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat bahwa dana APBD daerah di seluruh Indonesia masih mengendap di bank hingga Rp 234 triliun per September 2025. Dana ini dianggap sebagai salah satu penyebab lambatnya perputaran uang di masyarakat dan menahan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Kondisi tersebut membuat pemerintah pusat mendorong daerah untuk mempercepat realisasi anggaran dan menghindari praktik penyimpanan dana yang tidak produktif di perbankan. Menutup pernyataannya, Dedi kembali menekankan pentingnya transparansi data dan evaluasi kinerja secara objektif antar lembaga pemerintah.

“Kalau memang ada daerah yang menyimpan dana di deposito, sebut saja namanya. Tapi kalau tidak ada, jangan membuat opini yang menyudutkan daerah yang sudah bekerja keras,” ujar Dedi.

Ia juga mendesak agar pemerintah pusat memeriksa dana yang mungkin juga mengendap di kementerian atau lembaga pusat, bukan hanya di tingkat daerah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Galeri24 Naik Rp16.000 dan UBS Sebesar Rp17.000

    Harga Emas Galeri24 Naik Rp16.000 dan UBS Sebesar Rp17.000

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24 dan UBS yang dijual di Pegadaian naik pada perdagangan Selasa (24/2/206). Kenaikan harga emas kedua produk tersebut bervariasi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Harga emas UBS dipatok Rp 3.078.000 per gram. Naik Rp 17.000 dibanding harga kemarin yang sebesar Rp 3.061.000 per gram. Begitu pula dengan emas Galeri24 yang […]

  • Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

    Belasan Siswa di TTU Diduga Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Tak Kunjung Keluar

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan yang dialami belasan siswa sekolah dasar usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan TTU, Basilius Haumein, mengatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan siswa belum dirilis […]

  • Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (16/10/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.573 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.576 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,38%, disusul won […]

  • Harga Batu Bara Nanjak Lagi, HBA Tembus US3,91

    Harga Batu Bara Nanjak Lagi, HBA Tembus US$123,91

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batu bara acuan (HBA) nanjak lagi. Pada periode II Juni 2026, HBA ditetapkan naik menjadi US$123,91 per ton, dari sebelumnya US$121,83 per ton pada periode I Juni 2026. Kenaikan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diakses Rabu (17/6/2026). Tren positif ini menegaskan bahwa komoditas […]

  • Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap kebutuhan impor mobil pikap 4×4 untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 160.000 unit. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengadaan kendaraan tersebut tidak hanya berasal dari India, tetapi juga dari sejumlah negara lain seperti China dan Jepang. Ia merinci, sebanyak 13.500 unit […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah ke Posisi Rp16.733 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Melemah ke Posisi Rp16.733 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.733 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar menguat 0,02% ke 100,24. Selain rupiah, pelemahan juga dialami oleh yen Jepang yang terkoreksi hingga 0,18%, dolar Singapura […]

expand_less