Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Coretax menjadi tulang punggung penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak. Hal tersebut disampaikan Bimo seiring upaya pemerintah membenahi sistem perpajakan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurut Bimo, sistem perpajakan di Indonesia menganut prinsip self assessment, di mana wajib pajak bertanggung jawab untuk menghitung, melaporkan, dan membayar kewajiban pajaknya secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang terintegrasi untuk memastikan kepatuhan dan kewajaran pelaporan pajak.

“Karena wajib pajak menghitung dan melaporkan sendiri kewajibannya, maka negara harus memiliki sistem yang mampu mendeteksi apakah pelaporan tersebut sudah benar, sesuai aturan, dan wajar,” ujar Bimo dalam wawancara di CNBC Indonesia TV, Rabu (14/1/2026).

Pemerintah, lanjut Bimo, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,39 triliun sejak 2021 untuk membangun Coretax dengan skema multiyears. Sistem ini dirancang untuk menyatukan berbagai aplikasi perpajakan yang sebelumnya berjalan terpisah menjadi satu sistem terpadu dan terotomasi.

Coretax mengintegrasikan seluruh proses perpajakan, mulai dari pendaftaran, pelaporan, pembayaran, hingga pengawasan. Dengan satu basis data dan proses bisnis yang terhubung dari hulu ke hilir, sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan pajak.

Coretax dirancang sebagai single core system, sehingga data menjadi lebih akurat, real-time, dan layanan kepada wajib pajak bisa lebih cepat serta personal,” kata Bimo.

Ia menambahkan, kehadiran Coretax tidak hanya menguntungkan pemerintah sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga memberikan kepastian dan kemudahan bagi wajib pajak. Proses administrasi menjadi lebih sederhana, waktu pelayanan lebih pasti, serta risiko kesalahan administrasi dapat ditekan.

Bagi pemerintah, Coretax juga meningkatkan kualitas data perpajakan dan efektivitas kebijakan fiskal. Dengan basis data yang kuat, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Penerimaan pajak tidak bersifat sesaat. Dengan Coretax, keberlanjutan penerimaan bisa dijaga dari tahun ke tahun, sekaligus menghadirkan rasa keadilan bagi wajib pajak,” ujar Bimo.

Ia menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan pajak melalui Coretax akan menopang pembiayaan pembangunan nasional, mulai dari infrastruktur dasar, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial bagi masyarakat.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indeks Keyakinan Konsumen Turun Jadi 115, Warga Makin Pesimis Soal Lapangan Kerja

    Indeks Keyakinan Konsumen Turun Jadi 115, Warga Makin Pesimis Soal Lapangan Kerja

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Optimisme masyarakat terhadap ekonomi nasional kembali menurun. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2025 turun 2,2 poin menjadi 115, menandakan warga mulai pesimis terhadap ketersediaan lapangan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski masih berada di zona optimistis, penurunan indeks keyakinan konsumen pada September 2025 menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai berhati-hati menatap ekonomi ke […]

  • Pagi Cerah, Rupiah Menguat Jadi Rp16.731 per Dolar AS

    Pagi Cerah, Rupiah Menguat Jadi Rp16.731 per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pagi ini. Rupiah dibuka menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.731 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS. Penguatan rupiah juga diikuti mata uang di kawasan Asia dengan pergerakan bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah […]

  • Perkasa, Rupiah Dibuka Menguat Jadi Rp16.645 per Dolar AS Pagi Ini

    Perkasa, Rupiah Dibuka Menguat Jadi Rp16.645 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melejit di awal perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.645 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 12 poin atau 0,07 persen dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.657 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Mata uang won Korea […]

  • IHSG Melonjak Tajam Menjadi 8.175: Menguat 1,07 Persen

    IHSG Melonjak Tajam Menjadi 8.175: Menguat 1,07 Persen

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa di awal perdagangan hari ini. Selasa (21/10/2025). IHSG menguat 86,615 poin atau 1,07 persen ke 8.175,593. Mengutip Kontan, penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang menguat 2,46% di awal sesi pertama. Berikutnya ada IDX Sektor […]

  • 15 Ide Usaha Kreatif untuk Gen Z di 2025, Modal Minim tapi Untung Maksimal

    15 Ide Usaha Kreatif untuk Gen Z di 2025, Modal Minim tapi Untung Maksimal

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Generasi Z tidak lagi sekadar menjadi pengguna tren, tetapi justru menjadi pencipta peluang bisnis yang cuan besar. Tahun 2025 disebut-sebut sebagai masa keemasan bagi anak muda kreatif yang ingin memulai usaha dengan modal minim namun berpotensi meraih keuntungan maksimal. Generasi Z dikenal adaptif, tech-savvy, dan punya keberanian […]

  • 15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan teknologi yang makin cepat ternyata bukan hanya membawa kemudahan, tapi juga tantangan besar di dunia kerja. Menurut laporan World Economic Forum (WEF) berjudul Future of Work, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi akan mengubah peta pekerjaan secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan. WEF memprediksi, antara tahun 2023 hingga 2027 […]

expand_less