Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

Dirjen Pajak: Coretax Jadi Fondasi Utama Pendapatan Negara

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menegaskan bahwa Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Coretax menjadi tulang punggung penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak. Hal tersebut disampaikan Bimo seiring upaya pemerintah membenahi sistem perpajakan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurut Bimo, sistem perpajakan di Indonesia menganut prinsip self assessment, di mana wajib pajak bertanggung jawab untuk menghitung, melaporkan, dan membayar kewajiban pajaknya secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang terintegrasi untuk memastikan kepatuhan dan kewajaran pelaporan pajak.

“Karena wajib pajak menghitung dan melaporkan sendiri kewajibannya, maka negara harus memiliki sistem yang mampu mendeteksi apakah pelaporan tersebut sudah benar, sesuai aturan, dan wajar,” ujar Bimo dalam wawancara di CNBC Indonesia TV, Rabu (14/1/2026).

Pemerintah, lanjut Bimo, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,39 triliun sejak 2021 untuk membangun Coretax dengan skema multiyears. Sistem ini dirancang untuk menyatukan berbagai aplikasi perpajakan yang sebelumnya berjalan terpisah menjadi satu sistem terpadu dan terotomasi.

Coretax mengintegrasikan seluruh proses perpajakan, mulai dari pendaftaran, pelaporan, pembayaran, hingga pengawasan. Dengan satu basis data dan proses bisnis yang terhubung dari hulu ke hilir, sistem ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan pajak.

“Coretax dirancang sebagai single core system, sehingga data menjadi lebih akurat, real-time, dan layanan kepada wajib pajak bisa lebih cepat serta personal,” kata Bimo.

Ia menambahkan, kehadiran Coretax tidak hanya menguntungkan pemerintah sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga memberikan kepastian dan kemudahan bagi wajib pajak. Proses administrasi menjadi lebih sederhana, waktu pelayanan lebih pasti, serta risiko kesalahan administrasi dapat ditekan.

Bagi pemerintah, Coretax juga meningkatkan kualitas data perpajakan dan efektivitas kebijakan fiskal. Dengan basis data yang kuat, pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Penerimaan pajak tidak bersifat sesaat. Dengan Coretax, keberlanjutan penerimaan bisa dijaga dari tahun ke tahun, sekaligus menghadirkan rasa keadilan bagi wajib pajak,” ujar Bimo.

Ia menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan pajak melalui Coretax akan menopang pembiayaan pembangunan nasional, mulai dari infrastruktur dasar, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial bagi masyarakat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segmen SME BSI Tumbuh 12,2% per September 2025, Dorong UMKM Naik Kelas

    Segmen SME BSI Tumbuh 12,2% per September 2025, Dorong UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan segmen small medium enterprise (SME) sebesar 12,20% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga September 2025, dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp 22,94 triliun. Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, penguatan pembiayaan di sektor SME menjadi strategi utama perseroan dalam mendorong pelaku usaha […]

  • Ironi Digital Jambi: 1.431 Desa Sudah 4G, 19 Desa Masih Blank Spot

    Ironi Digital Jambi: 1.431 Desa Sudah 4G, 19 Desa Masih Blank Spot

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Akses internet di Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan, meski masih menyisakan sejumlah wilayah yang belum tersentuh jaringan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melalui Pendataan Potensi Desa (Podes), tercatat sebanyak 1.431 desa dan kelurahan di Jambi telah terlayani jaringan internet 5G/4G/LTE. Namun demikian, masih terdapat 19 desa/kelurahan yang belum memiliki akses […]

  • Mendagri Tito Tekankan Inovasi Kepala Daerah untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan

    Mendagri Tito Tekankan Inovasi Kepala Daerah untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kreativitas, keberanian, dan inovasi kepala daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan Tito Karnavian saat menjadi narasumber dalam talk show Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” yang […]

  • Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

    Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan menjadi wadah penggerak ekonomi rakyat berbasis kegotongroyongan dan kesejahteraan anggota. “Tujuan Kopdes Merah Putih adalah untuk merebranding koperasi, bukan hanya sebagai tempat menabung dan meminjam uang, […]

  • Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan bensin campuran etanol 10% atau E10 sebagai upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar kebijakan ini disiapkan matang agar tidak membebani keuangan negara. Langkah Presiden Prabowo Subianto menerapkan bensin campur etanol 10% atau E10 disebut bisa menjadi terobosan menuju energi bersih dan kemandirian energi […]

  • Rupiah Tak Berdaya! Dolar AS Dekati Rp18.000

    Rupiah Tak Berdaya! Dolar AS Dekati Rp18.000

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (5/10/2026). Mengutip Antara, rupiah melemah 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.903 per dolar AS. Posisi tersebut merosot dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.882 per dolar […]

expand_less