China Pastikan Hadir di KTT ASEAN Malaysia 2025, Bahas Hubungan Dagang dan Politik dengan AS
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah China memastikan akan mengirimkan perwakilannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar pada 26–28 Oktober 2025 di Malaysia. Meski belum mengumumkan siapa pejabat yang akan hadir, Beijing menegaskan pentingnya hubungan strategis dengan ASEAN dan negara-negara Asia Timur.
“China sangat mementingkan hubungannya dengan ASEAN dan kerja sama regional. Kami juga mendukung kepemimpinan bergilir Malaysia di ASEAN. Namun, mengenai siapa yang akan hadir mewakili China, informasi itu akan kami sampaikan pada waktunya,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (24/10).
Kehadiran China dalam KTT ASEAN 2025 dinilai penting karena berlangsung di tengah meningkatnya tensi diplomatik dan ekonomi antara Beijing dan Washington. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan China telah mengonfirmasi bahwa Wakil Perdana Menteri He Lifeng akan memimpin delegasi dalam perundingan ekonomi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat di Malaysia pada 24–27 Oktober 2025 — hanya beberapa hari sebelum KTT ASEAN dimulai.
“China dan AS akan mengadakan konsultasi mengenai isu-isu penting dalam hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, sesuai dengan konsensus penting yang telah dicapai oleh kedua kepala negara,” tulis pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China di laman resminya.
Pertemuan ini menjadi putaran kelima perundingan dagang tingkat tinggi AS–China yang digelar sejak awal tahun 2025, dengan harapan membuka jalan menuju pertemuan langsung antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Dari pihak Amerika Serikat, perundingan ini akan dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Ia menyatakan optimisme bahwa kedua negara dapat menyelesaikan sebagian perbedaan sebelum pertemuan tatap muka antara Trump dan Xi.
“Kami berharap dapat menutup sebagian kesenjangan yang ada, agar Presiden Trump dan Presiden Xi dapat melakukan dialog dengan nada yang lebih positif,” ujar Bessent.
“Akan sangat disayangkan jika pertemuan langsung pertama mereka di masa jabatan kedua Presiden Trump tidak menghasilkan kemajuan.”
Bessent menambahkan bahwa kedua pihak kini berupaya membangun dialog yang lebih konstruktif dalam bidang ekonomi, perdagangan, serta stabilitas global. Meskipun diplomasi tengah diupayakan, ketegangan ekonomi antara kedua negara tetap tinggi. China baru-baru ini mengumumkan kontrol ekspor logam tanah jarang (rare earth) material penting dalam industri teknologi tinggi. Langkah itu langsung direspons oleh Trump dengan ancaman pengenaan tarif tambahan hingga 100 persen terhadap produk asal China mulai 1 November 2025. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump tetap menegaskan optimismenya untuk mencapai kesepakatan besar dengan China.
“Saya rasa kami akan mencapai kesepakatan dalam banyak hal — mulai dari impor kedelai hingga mungkin kerja sama soal perlucutan senjata nuklir,” kata Trump.
KTT ASEAN di Malaysia pekan ini diprediksi akan menjadi forum strategis bagi hubungan regional dan global, terutama bagi China dan Amerika Serikat yang sama-sama berupaya memperkuat pengaruhnya di Asia Tenggara. Selain isu perdagangan dan geopolitik, forum ini juga akan membahas ketahanan pangan, keamanan maritim di Laut China Selatan, serta transformasi ekonomi digital di kawasan ASEAN. Kehadiran perwakilan China, baik melalui He Lifeng maupun pejabat tinggi lainnya, diharapkan dapat memperkuat komitmen Beijing terhadap stabilitas kawasan dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
- Penulis: syaiful amri



Saat ini belum ada komentar