Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara transit, seperti Singapura, padahal tujuan akhir pengiriman berada di negara lain, termasuk Amerika Serikat. Akibatnya, nilai ekspor yang dilaporkan ke pemerintah Indonesia jauh lebih rendah dari harga sebenarnya di pasar tujuan akhir.

“Yang dilaporkan ke kita hanya sampai Singapura. Harga yang dilaporkan rata-rata setengah dari harga di Amerika. Selisih keuntungannya diambil di perusahaan perantara,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2).

Ia menegaskan selama ini pemerintah “dikibuli” oleh praktik tersebut. Untuk menghentikan kebocoran, Kementerian Keuangan kini memperkuat pengawasan melalui optimalisasi instrumen pajak dan kepabeanan, termasuk pemanfaatan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Purbaya, pemerintah telah mencocokkan data lintas negara hingga ke level kapal per kapal. Dari hasil penelusuran awal, sekitar 10 perusahaan besar telah diperiksa dan ditemukan indikasi manipulasi nilai ekspor yang signifikan.

“Data kapal per kapal menunjukkan ada manipulasi yang cukup luar biasa. Studi awalnya sudah clear,” katanya.

Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan data transaksi dari negara tujuan ekspor sebagai alat bukti hukum di pengadilan. Meski demikian, Purbaya memastikan bukti awal yang dimiliki sudah cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga mengungkap dugaan praktik under-invoicing dan penggunaan faktur fiktif di sektor sawit. DJP telah mengumpulkan ratusan pelaku usaha untuk pembenahan kepatuhan pajak.

Purbaya menegaskan penindakan akan diprioritaskan di sektor CPO, mengingat kontribusinya yang besar terhadap ekspor nasional dan penerimaan negara. Pemerintah berharap perbaikan penerimaan tahun ini dapat diperoleh dari penguatan ekonomi serta penutupan celah kebocoran pajak dan bea cukai.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Turun Rp1.500: Lesu!

    Harga Perak Antam Turun Rp1.500: Lesu!

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau melemah hari ini, Senin (17/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp 1.500 menjadi Rp30.675 per gram dari sebelumnya Rp 32.175 per gram. Adanya harga terbaru membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram menjadi Rp 8.468.750, dengan harga […]

  • OJK Siapkan Aturan Baru, Unitlink Hanya Boleh Dijual Asuransi dengan Ekuitas Besar

    OJK Siapkan Aturan Baru, Unitlink Hanya Boleh Dijual Asuransi dengan Ekuitas Besar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan regulasi baru yang akan membatasi pemasaran produk unitlink bagi perusahaan asuransi jiwa dengan ekuitas kecil. Aturan ini akan diatur dalam rancangan Surat Edaran OJK (SEOJK) tentang Kegiatan Usaha dan Lini Usaha Perusahaan Asuransi Berdasarkan Kelompok Perusahaan Perasuransian Berdasarkan Ekuitas (KPPE). Berdasarkan rancangan tersebut, perusahaan asuransi jiwa yang […]

  • APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

    APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Beban pembayaran bunga utang pemerintah terus meningkat dan mulai menekan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan estimasi sementara yang dihitung dari selisih defisit anggaran dan keseimbangan primer, pembayaran bunga utang Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar Rp99,8 triliun. Nilai tersebut setara 27,8 persen dari total […]

  • Harga Perak Stabil masih Rp32.625 per Gram

    Harga Perak Stabil masih Rp32.625 per Gram

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil hari ini, Rabu (26/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam bertahan diposisi Rp32.625 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.556.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.497.438. Sedangkan perak murni dengan […]

  • Airlangga dan Ratu Maxima Sepakat Perkuat Data Digital untuk Tingkatkan Kesehatan Finansial RI

    Airlangga dan Ratu Maxima Sepakat Perkuat Data Digital untuk Tingkatkan Kesehatan Finansial RI

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Ratu Maxima dari Belanda selaku UNSGSA for Inclusive Finance for Development untuk membahas penguatan kesehatan finansial (financial health) di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menekankan pentingnya integrasi dan koordinasi data nasional sebagai fondasi percepatan inklusi keuangan. Airlangga menegaskan bahwa penguatan sistem data menjadi prioritas pemerintah. […]

  • Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    Pertamina Targetkan Laba Rp54 Triliun di Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan laba bersih perusahaan sepanjang 2025 dapat tembus US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun (kurs Rp 16.500). Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp 49,54 triliun. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 68 miliar […]

expand_less