Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara transit, seperti Singapura, padahal tujuan akhir pengiriman berada di negara lain, termasuk Amerika Serikat. Akibatnya, nilai ekspor yang dilaporkan ke pemerintah Indonesia jauh lebih rendah dari harga sebenarnya di pasar tujuan akhir.

“Yang dilaporkan ke kita hanya sampai Singapura. Harga yang dilaporkan rata-rata setengah dari harga di Amerika. Selisih keuntungannya diambil di perusahaan perantara,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2).

Ia menegaskan selama ini pemerintah “dikibuli” oleh praktik tersebut. Untuk menghentikan kebocoran, Kementerian Keuangan kini memperkuat pengawasan melalui optimalisasi instrumen pajak dan kepabeanan, termasuk pemanfaatan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Purbaya, pemerintah telah mencocokkan data lintas negara hingga ke level kapal per kapal. Dari hasil penelusuran awal, sekitar 10 perusahaan besar telah diperiksa dan ditemukan indikasi manipulasi nilai ekspor yang signifikan.

“Data kapal per kapal menunjukkan ada manipulasi yang cukup luar biasa. Studi awalnya sudah clear,” katanya.

Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan data transaksi dari negara tujuan ekspor sebagai alat bukti hukum di pengadilan. Meski demikian, Purbaya memastikan bukti awal yang dimiliki sudah cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga mengungkap dugaan praktik under-invoicing dan penggunaan faktur fiktif di sektor sawit. DJP telah mengumpulkan ratusan pelaku usaha untuk pembenahan kepatuhan pajak.

Purbaya menegaskan penindakan akan diprioritaskan di sektor CPO, mengingat kontribusinya yang besar terhadap ekspor nasional dan penerimaan negara. Pemerintah berharap perbaikan penerimaan tahun ini dapat diperoleh dari penguatan ekonomi serta penutupan celah kebocoran pajak dan bea cukai.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Direktur Jak TV dan Ketua Tim Buzzer Dituntut 8 Tahun Penjara

    Eks Direktur Jak TV dan Ketua Tim Buzzer Dituntut 8 Tahun Penjara

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mantan Direktur Pemberitaan Jak TV, Tian Bahtiar, dan Ketua Tim Buzzer Adhiya Muzakki dituntut delapan tahun penjara dalam kasus dugaan perintangan penegakan hukum pada sejumlah perkara korupsi. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Selain Tian dan Adhiya, […]

  • Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

    Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar minyak dunia diperkirakan belum akan kembali stabil dalam waktu dekat. Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin H. Nasser, menyebut normalisasi baru mungkin terjadi pada 2027 apabila gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Dalam paparan kinerja kuartal pertama perusahaan, Nasser mengatakan bahwa sekalipun jalur pelayaran itu dibuka saat ini, pasar tetap membutuhkan waktu […]

  • Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

    Perang Amerika Serikat–Iran Picu Krisis Energi Global

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu guncangan serius di sektor energi global. Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik ini meningkatkan risiko perlambatan ekonomi hingga potensi resesi global. Ketegangan yang berpusat di Selat Hormuz menjadi faktor utama. Jalur strategis ini diketahui mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Gangguan […]

  • BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya melalui integrasi dan pemutakhiran data pelaku usaha halal nasional. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa penguatan basis data menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, terutama di tengah perluasan […]

  • Segmen SME BSI Tumbuh 12,2% per September 2025, Dorong UMKM Naik Kelas

    Segmen SME BSI Tumbuh 12,2% per September 2025, Dorong UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan segmen small medium enterprise (SME) sebesar 12,20% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga September 2025, dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp 22,94 triliun. Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, penguatan pembiayaan di sektor SME menjadi strategi utama perseroan dalam mendorong pelaku usaha […]

  • Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    Harga Sembako di Pasar Rakyat Kasang Jambi Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada pembaruan terakhir Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, tidak terdapat lonjakan maupun penurunan signifikan pada mayoritas komoditas pangan strategis. Komoditas beras berbagai merek seperti Beras Naruto, Anggur, Belido, King, OP Bulog, dan Tiga Kartu tercatat dijual […]

expand_less