Final Kepagian! Portugal dan Spanyol Saling Jegal
- account_circle -
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Aroma final sudah terasa meski Piala Dunia 2026 baru memasuki babak 16 besar. Portugal dan Spanyol akan saling jegal dalam duel bertajuk Derby Iberia di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling bergengsi di fase gugur. Bukan tanpa alasan, kedua tim sama-sama datang dengan status favorit juara.
Apalagi, kemampuan kedua tim setara. Spanyol saat ini menduduki peringkat ke-3 FIFA dan Portugal berada di posisi ke-7 dunia. Namun, undian justru mempertemukan dua kekuatan besar Eropa lebih cepat dari yang diperkirakan.
Di luar Piala Dunia, kedua tim juga pernah bertemu di final UEFA Nations League 2025. Saat itu, Timnas Portugal sukses mengalahkan Timnas Spanyol dengan skor 5-3 dalam adu penalti. Kini hanya satu tim yang akan bertahan dalam perburuan trofi Piala Dunia.
Laga ini juga menghadirkan duel antar dua generasi berbeda. Sorotan utama tentu mengarah kepada Cristiano Ronaldo. Di usia yang tak lagi muda, sang megabintang masih menjadi tumpuan lini depan Portugal. Pengalaman, naluri mencetak gol, dan jiwa kepemimpinannya diyakini menjadi senjata utama Selecao das Quinas dalam menghadapi rival abadi mereka.
Di kubu Spanyol, perhatian tertuju kepada Lamine Yamal. Wonderkid yang tengah bersinar itu menjadi simbol kebangkitan La Roja. Kecepatan, kreativitas, dan keberaniannya dalam membongkar pertahanan lawan membuat Yamal diprediksi bakal menjadi ancaman serius bagi lini belakang Portugal.
Duel keduanya dipastikan menjadi magnet utama pertandingan.
Onai Simón, kiper Timnas Spanyol, secara khusus menyoroti performa Ronaldo. Ia menyebut, Ronaldo memang sudah tak seperti 6 atau 7 tahun lalu saat masih di Real Madrid dan di masa-masa terbaiknya. Namun, bintang Al Nassr tersebut tetap berbahaya.
“Kami harus menjauhkan Ronaldo dari kotak penalti. Di final UEFA Nations League 2025, hanya satu bola yang sampai kepadanya di dalam kotak penalti dan ia langsung mencetak gol. Ia masih memiliki hasrat yang patut diwaspadai dan dikagumi. Setiap tim pasti menginginkan pemain dengan mentalitas seperti itu,” ucapnya.
Menurut Simon, Ronaldo tahu cara menemukan solusi di dalam kotak penalti, serta menciptakan ruang sendiri untuk meraih bola. “Saya tidak tahu bagaimana cara mengendalikannya. Jika Ronaldo masuk ke kotak penalti, dia membaca situasi ini dengan sangat baik, jadi kita harus menjauhkannya sejauh mungkin,” ujarnya.
Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menyampaikan peringatan kepada Portugal. Meski menit bermain sepanjang turnamen masih sedikit karena persoalan kebugaran, Yamal menegaskan semakin siap. Kata Yamal, Piala Dunia yang sesungguhnya baru dimulai.
“Piala Dunia dimulai sekarang. Jika Anda kalah, maka Anda tersingkir. Dan kami tidak menginginkannya, kata Yamal, seperti dilansir ESPN.
Dari sisi Portugal, Ronaldo merasa amat percaya diri menghadapi Spanyol.
“Kami siap karena mengenal mereka dengan baik. Spanyol adalah salah satu tim favorit menjadi juara. Ini adalah pertandingan yang sangat seimbang,” kata Ronaldo.
Juru taktik Portugal Roberto Martinez menyebut, Spanyol adalah lawan familiar. Martinez yakin, laga akan berlangsung seru karena sama-sama menerapkan permainan terbuka.
“Kami tahu betul Spanyol, mereka juga tahu persis seperti apa kami. Ini akan jadi pertandingan yang fantastis selayaknya tim-tim Eropa di turnamen Piala Dunia. Dua tim yang sama-sama ingin menciptakan banyak peluang,” sebut Martinez.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
