Intel Gandeng Tesla, Teknologi Chip 14A Dapat Klien Perdana dan Tantang Dominasi TSMC
- account_circle say say
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Keberhasilan Intel menarik lebih banyak pelanggan besar akan menjadi kunci dalam menentukan posisi perusahaan di tengah persaingan industri semikonduktor global yang semakin ketat.
JAMBISNIS.COM – Intel resmi mengamankan Tesla sebagai pelanggan besar pertama untuk teknologi manufaktur chip generasi terbarunya, 14A. Kerja sama ini menjadi langkah strategis Intel dalam memperkuat bisnis foundry dan mengejar ketertinggalan dari kompetitor utama seperti TSMC.
Mengutip laporan Reuters, Kamis (23/4/2026), CEO Tesla Elon Musk mengungkapkan bahwa perusahaannya akan memanfaatkan teknologi 14A milik Intel dalam proyek ambisius bernama Terafab. Proyek ini merupakan fasilitas produksi chip kecerdasan buatan (AI) skala besar yang direncanakan dibangun di Austin, Texas, Amerika Serikat.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting bagi Intel, yang selama ini berupaya memperluas bisnis manufaktur chip berbasis kontrak. Bahkan, sebelumnya CEO Intel Lip-Bu Tan sempat menyatakan bahwa perusahaan dapat keluar dari bisnis tersebut jika gagal mendapatkan klien eksternal.
Masuknya Tesla sebagai pelanggan pertama menjadi sinyal positif bagi pasar. Hal ini tercermin dari kenaikan saham Intel sekitar 3,6 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.
Dalam pengembangannya, Intel juga diketahui terlibat dalam proyek Terafab bersama Tesla dan SpaceX. Proyek ini ditujukan untuk mendukung ambisi Musk di bidang robotika serta pengembangan pusat data berkapasitas besar, termasuk untuk kebutuhan komputasi berbasis AI.
Meski demikian, proyek Terafab masih menyisakan sejumlah pertanyaan, mulai dari sumber pendanaan hingga jadwal operasional. Musk sebelumnya menyebut proyek ini akan mencakup dua pabrik chip besar, yakni untuk kendaraan listrik dan robot humanoid, serta pusat data luar angkasa.
Ia juga menargetkan kapasitas komputasi hingga satu terawatt per tahun, jauh melampaui kapasitas saat ini di Amerika Serikat yang berada di kisaran setengah terawatt. Berdasarkan estimasi analis Bernstein, pembangunan proyek tersebut membutuhkan investasi jumbo, yakni antara 5 triliun dollar AS hingga 13 triliun dollar AS.
Bagi investor, masuknya Tesla sebagai pelanggan dinilai menjadi momentum penting bagi Intel untuk membuktikan daya saing teknologi 14A di pasar global. Selain itu, kehadiran mitra strategis ini juga diyakini dapat membantu Intel menyempurnakan teknologi manufaktur chip di level terdepan.
Meski volume produksi awal untuk Tesla belum sebesar perusahaan teknologi lain seperti Apple atau Nvidia, kontrak ini tetap dianggap signifikan karena membuka peluang ekspansi produksi dalam jangka panjang.
Ingin tahu perkembangan teknologi dan bisnis global terbaru? 👉 Klik jambisnis.com untuk membaca berita lengkap dan update lainnya.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar