6.811 Jargas Tanjabbar Belum Aktif, Pemkab Usulkan 19.750 Sambungan Baru pada 2027
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 27 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Petugas melakukan pengecekan jargas bumi rumah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ribuan rumah tangga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, masih menunggu pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) yang telah selesai dibangun. Sebanyak 6.811 sambungan rumah (SR) yang rampung dikerjakan hingga kini belum diaktivasi, sehingga masyarakat belum bisa menikmati layanan energi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tanjabbar berharap proses aktivasi segera dilakukan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjabbar, Suparti, mengatakan pekerjaan konstruksi jargas telah selesai. Namun, fasilitas tersebut belum dapat digunakan masyarakat karena proses aktivasi belum terlaksana.
“Pekerjaan konstruksi sudah selesai, namun belum aktivasi, Pemkab berharap jargas yang sudah selesai dibangun dapat segera diaktivasi,” kata Suparti, Kamis (29/10/2026).
Menurut dia, pemerintah daerah juga berharap pembangunan jargas dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Tanjabbar diusulkan menjadi salah satu daerah prioritas untuk mendapatkan alokasi pembangunan jaringan gas pada periode berikutnya.
Perluasan jaringan tersebut dinilai penting untuk menyediakan alternatif energi yang lebih ekonomis bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Tungkal Ilir. Selain kebutuhan rumah tangga, ketersediaan gas bumi juga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang membutuhkan pasokan energi secara rutin.
Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan pada 2027
Sebelumnya, Wakil Bupati Tanjabbar Katamso telah meminta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengoperasian jaringan gas yang sudah dibangun di wilayahnya.
Katamso menegaskan, infrastruktur yang telah selesai harus segera difungsikan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Menurut dia, kebutuhan jargas tidak terbatas pada kegiatan rumah tangga, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan usaha kecil.
“Perhatian kami, bagaimana infrastruktur yang sudah selesai dibangun ini dapat segera difungsikan. Masyarakat sangat membutuhkan jargas, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan UMKM,” ungkapnya.
Selain meminta percepatan aktivasi 6.811 sambungan yang telah selesai dibangun, Pemkab Tanjabbar mengusulkan penambahan 19.750 SR baru yang tersebar di beberapa kecamatan untuk diprioritaskan dalam program nasional 2027.
Usulan tersebut diharapkan memperluas akses energi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG tabung tiga kilogram bersubsidi. Selama ini, LPG bersubsidi menjadi salah satu sumber energi rumah tangga, tetapi pasokannya terkadang mengalami kelangkaan di pasaran.
Berpotensi Tekan Biaya Energi UMKM
Perluasan jargas berpotensi membuka pilihan sumber energi bagi pelaku UMKM, terutama usaha yang membutuhkan gas untuk kegiatan produksi sehari-hari. Apabila layanan telah aktif dan tarifnya sesuai kebutuhan pengguna, jaringan gas dapat menjadi alternatif dalam mengelola pengeluaran energi.
Meski demikian, manfaat ekonominya akan bergantung pada kepastian pasokan, tarif, kesiapan sambungan, serta kesesuaian penggunaan gas dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga dan usaha.
Pemkab Tanjabbar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mengawal aktivasi jaringan yang telah rampung sekaligus memperjuangkan usulan sambungan baru.
Dengan pengoperasian yang dipercepat dan perluasan jaringan pada periode berikutnya, program jargas diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh akses energi dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
