Bukan Cuma Cegah Banjir, Danau Kajang Lako Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Baru Kota Jambi
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 34 menit yang lalu
- print Cetak

CEK KOLAM RETENSI: Walikota Jambi Maulana meninjau pembangunan kolam retensi Danau Kajang Lako.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Danau buatan atau kolam retensi Kajang Lako di Kota Jambi tak sekadar disiapkan untuk mengendalikan banjir. Kawasan seluas hampir sembilan hektare di belakang Kantor Wali Kota Jambi itu diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru dengan menghadirkan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyiapkan dua kawasan khusus untuk lapak UMKM. Prioritas diberikan kepada warga terdampak banjir dan masyarakat kurang mampu agar pembangunan kawasan tersebut turut membuka peluang usaha dan menambah pendapatan keluarga.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, pengembangan Kajang Lako dirancang untuk mengintegrasikan fungsi pengendalian banjir dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ada kawasan yang menjadi pusat UMKM sudah kita siapkan, prioritasnya tentu warga yang terdampak banjir dulu, dan yang kurang mampu,” kata Maulana baru-baru ini.
Kebijakan ini membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mendapatkan ruang usaha di kawasan yang berpotensi menarik kunjungan masyarakat. Jika dikelola secara konsisten, aktivitas perdagangan di sekitar danau dapat mendorong perputaran uang sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Sentra UMKM Berpotensi Dongkrak Ekonomi Lokal
Tak hanya menyediakan lapak perdagangan, Pemkot Jambi juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang terbuka hijau, jalur jogging, area bersantai, panggung hiburan, hingga lahan parkir yang tertata.
Kombinasi fasilitas tersebut diharapkan menjadikan Kajang Lako sebagai destinasi wisata baru yang mampu menarik pengunjung. Meningkatnya kunjungan berpotensi menciptakan permintaan terhadap produk makanan, minuman, dan berbagai usaha kreatif milik masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan. Sementara bagi pemerintah daerah, berkembangnya kegiatan usaha berpotensi memperluas aktivitas ekonomi formal dan mendukung penerimaan daerah melalui sumber-sumber pendapatan yang sah sesuai ketentuan.
Namun, besarnya manfaat ekonomi akan bergantung pada pengelolaan kawasan, penataan pedagang, jumlah kunjungan, serta keberlanjutan aktivitas usaha. Pemkot Jambi menegaskan pengawasan dilakukan sejak awal agar kegiatan perdagangan tetap sesuai zonasi dan kawasan terjaga ketertibannya.
Berpotensi Jadi Percontohan Nasional
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menilai Kajang Lako berpotensi menjadi proyek percontohan nasional dalam penanganan banjir perkotaan yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, apabila proyek tersebut mampu mengurangi banjir hingga 60–80 persen, konsepnya dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Angka tersebut merupakan target atau potensi yang disampaikan Edi, bukan hasil pengukuran penurunan banjir yang telah terverifikasi.
Ia menegaskan, penanganan banjir perkotaan membutuhkan cetak biru dan perencanaan menyeluruh. Kolam retensi, menurutnya, perlu memberikan manfaat lebih luas, termasuk nilai ekonomi bagi UMKM dan peningkatan estetika kota.
“Kita berharap tata kelola di sini nanti ada sentuhan desain dari Pak Wali Kota, selain pengendalian banjir, muncul nilai ekonomis bagi UMKM serta peningkatan estetika yang mempercantik wajah kota,” ungkapnya.
Dengan konsep tersebut, Kajang Lako berpeluang menjadi lebih dari sekadar infrastruktur pengendali banjir. Kawasan ini diharapkan berkembang menjadi sentra UMKM, destinasi wisata, sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian Kota Jambi.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
