Pusat Keramaian Kota Jambi Berubah, Peluang Bisnis Apa yang Muncul?
- account_circle say say
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

Potret kawasan ekonomi jambi dulu dan sekarang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kawasan Pasar Jambi sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, perkembangan pusat perbelanjaan modern dan kawasan komersial baru memunculkan pertanyaan mengenai perubahan pola belanja serta peluang bisnis di berbagai wilayah Kota Jambi.
Kawasan Pasar memiliki sejarah panjang sebagai pusat bisnis sejak masa Kesultanan Jambi. Aktivitas perdagangan berkembang melalui jalur Sungai Batanghari yang dahulu berperan penting dalam distribusi barang. Seiring perkembangan kota, pusat perdagangan juga tumbuh dalam berbagai bentuk, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.
Kawasan Pasar Jambi masih memiliki aktivitas perdagangan melalui pasar, pertokoan, dan pusat perbelanjaan seperti WTC Batanghari. Namun, pemerintah kota pada 2026 juga mendorong revitalisasi aktivitas ekonomi kawasan tersebut.
Salah satu upayanya adalah pembukaan Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua di depan Hotel Duta pada 3 April 2026. Program ini dirancang untuk menggabungkan kuliner, sejarah, dan ekonomi kreatif sekaligus menarik kembali pengunjung ke kawasan Pasar.
Di sisi lain, kawasan Simpang Mayang memiliki pusat perbelanjaan seperti Jambi Town Square (JAMTOS) dan pengembangan kawasan komersial Jambi Business Center (JBC). JBC dirancang mengintegrasikan ruko, pusat perbelanjaan, hotel, dan fasilitas bisnis dalam satu kawasan. Pembangunan mall-nya masih berlangsung, sehingga dampak operasionalnya terhadap arus pengunjung belum dapat disimpulkan.
Perkembangan tersebut memperlihatkan adanya beberapa simpul kegiatan ekonomi dengan karakter berbeda. Namun, belum tersedia bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa pusat keramaian Kota Jambi secara keseluruhan telah berpindah dari kawasan Pasar ke Mayang.
Bagi pelaku usaha, perubahan aktivitas masyarakat dapat membuka peluang yang berbeda di setiap wilayah. Kawasan Pasar berpotensi dikembangkan melalui kuliner lokal, wisata sejarah, perdagangan tradisional, dan usaha yang melayani pengunjung pada sore hingga malam hari.
Sementara itu, kawasan komersial yang berkembang dapat menjadi peluang bagi usaha kuliner, ritel, hiburan keluarga, serta jasa yang menyasar pekerja dan masyarakat sekitar. Pemilihan jenis usaha tetap perlu mempertimbangkan persaingan, biaya sewa, aksesibilitas, dan daya beli konsumen.
Untuk mengukur perubahan tersebut, pelaku usaha dapat memanfaatkan data izin usaha berdasarkan kecamatan dari Mal Pelayanan Publik Kota Jambi, lalu melengkapinya dengan observasi pengunjung dan wawancara pedagang.
- Penulis: say say
