Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Kementan Pastikan Pasokan Bibit Ayam Aman, Tak Ada Monopoli Distribusi

Kementan Pastikan Pasokan Bibit Ayam Aman, Tak Ada Monopoli Distribusi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa pasokan dan distribusi bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah memastikan tidak ada praktik monopoli dalam rantai pasok perunggasan nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah telah melakukan transformasi tata kelola distribusi DOC ayam ras melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2024. Regulasi ini mengatur distribusi DOC secara transparan, adil, dan seimbang antara perusahaan besar dan peternak rakyat.

“Kami pastikan tidak ada monopoli dalam pasokan DOC. Semua pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun koperasi dan peternak rakyat, mendapat kesempatan yang sama,” ujar Agung, Rabu (29/10).

Agung menjelaskan, produksi ayam ras nasional pada Oktober 2025 diperkirakan mencapai 372.867 ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 325.641 ton. Artinya, terdapat surplus produksi sebesar 47.226 ton.

“Surplus ini membuktikan bahwa pasokan ayam nasional cukup dan sistem perunggasan kita semakin efisien,” jelasnya.

Kementan juga memastikan pasokan DOC tersebar merata di seluruh wilayah. Pemerintah memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pelaku industri melalui Sistem Informasi Perunggasan Nasional (SIPN) untuk memantau stok bibit secara digital.

“Dengan SIPN, kami bisa memantau stok DOC di pusat pembibitan dan mencegah kekurangan di daerah,” tambah Agung.

Untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak, Kementan bersama asosiasi menetapkan harga acuan ayam ras hidup (livebird) sebesar Rp18.000 per kilogram. Kebijakan ini diambil untuk melindungi peternak kecil dari tekanan harga pasar yang berfluktuasi.

“Harga acuan ini menjaga agar peternak tidak menjual di bawah biaya produksi dan tetap mendapatkan keuntungan yang layak,” tegas Agung.

Kementan juga mengimbau seluruh pelaku usaha agar menjaga keseimbangan antara produksi dan permintaan di lapangan. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan agar distribusi DOC tidak hanya dikuasai oleh kelompok tertentu.

“Kami bersama asosiasi perunggasan terus berkoordinasi untuk memastikan suplai tetap stabil di seluruh daerah,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah membangun ekosistem perunggasan nasional yang berkeadilan, di mana peternak rakyat mendapat posisi yang setara dengan perusahaan besar. Melalui kebijakan baru dan sistem digital, Kementan berupaya menjaga kedaulatan pangan nasional dengan memastikan distribusi bibit ayam merata, harga stabil, serta industri perunggasan tetap tumbuh berkelanjutan.

“Dengan distribusi transparan dan pengawasan ketat, industri perunggasan Indonesia kini lebih efisien, adil, dan berpihak pada peternak rakyat,” tutup Agung.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 1Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pemerintah pusat memberikan izin pinjaman kepada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kebijakan ini diterapkan untuk membantu daerah yang mengalami kekurangan kas sementara, terutama pada awal atau akhir tahun anggaran. “Kadang-kadang untuk awal tahun atau akhir tahun pemda kekurangan uang, ya untuk […]

  • Pemerintah Siapkan Bea Keluar Batu Bara 2026, Pengusaha Mulai Ribut

    Pemerintah Siapkan Bea Keluar Batu Bara 2026, Pengusaha Mulai Ribut

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah sedang membahas rencana pengenaan bea keluar (export duty) untuk komoditas batu bara yang ditargetkan mulai berlaku pada 2026. Purbaya mengakui kebijakan ini hampir pasti mendapat penolakan dari pelaku usaha. Purbaya belum mengungkap detail tarif maupun mekanisme pungutannya. Namun ia menegaskan bahwa pembahasan sudah berjalan dan implementasinya […]

  • RI Apresiasi Komitmen Finlandia Kembangkan SDM Digital untuk Ekonomi Masa Depan

    RI Apresiasi Komitmen Finlandia Kembangkan SDM Digital untuk Ekonomi Masa Depan

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia menyambut positif komitmen Finlandia dalam memperkuat kapasitas lokal dan investasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan. Dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Malaysia, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen untuk membahas […]

  • Pagi Cerah, Rupiah Menguat Jadi Rp16.731 per Dolar AS

    Pagi Cerah, Rupiah Menguat Jadi Rp16.731 per Dolar AS

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pagi ini. Rupiah dibuka menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.731 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS. Penguatan rupiah juga diikuti mata uang di kawasan Asia dengan pergerakan bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah […]

  • Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas alokasi dana insentif fiskal untuk daerah berprestasi dalam penurunan stunting. Jika pada tahun 2024 anggaran yang disiapkan mencapai Rp 775 miliar, pada tahun 2025 turun drastis menjadi hanya Rp 300 miliar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025, yang diteken Purbaya pada […]

  • BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan dana ke sektor riil sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Dengan kata lain realisasi penyaluran dana ini sudah 84% dari pagu penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun. “Perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84% dari yang dana pemerintah yang ditempatkan,” ucap Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian […]

expand_less