Investasi Kota Jambi Melonjak 437 Persen, Tembus Rp1,53 Triliun dan Lampaui Target 2026.
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 48 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Sektor perumahan rumahan sala satu yang menjadi penopang utama masuknya investasi ke Kota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Arus investasi ke Kota Jambi menunjukkan lonjakan signifikan. Realisasi penanaman modal pada triwulan III 2026 mencapai Rp896 miliar. Angka itu meningkat hingga 437 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp167 miliar.
Lonjakan tersebut menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi di Kota Jambi. Sektor perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi menjadi penopang utama masuknya investasi ke daerah tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi Abu Bakar mengatakan, pertumbuhan investasi pada triwulan III tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama 2025.
“Jika dibandingkan dengan triwulan ke tiga pada 2025, kenaikannya tahun ini sangat signifikan mencapai 437 persen atau hampir lima kali lipat,” kata Abu Bakar baru-baru ini.
Kinerja tersebut turut mendongkrak akumulasi realisasi investasi Kota Jambi sepanjang triwulan I hingga triwulan III 2026 menjadi Rp1,53 triliun.
Angka itu telah melampaui target investasi tahunan Kota Jambi pada 2026 sebesar Rp1,509 triliun. Dengan demikian, realisasi investasi hingga triwulan III sudah mencapai sekitar 101,4 persen dari target yang ditetapkan.
Pemerintah Kota Jambi pun masih memiliki peluang untuk mendorong penambahan penanaman modal hingga akhir tahun. Sebab, periode pelaporan investasi masih menyisakan satu triwulan.
Investasi Domestik Mendominasi
Berdasarkan struktur penanaman modal, investasi pada triwulan III 2026 masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai sekitar Rp820 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp76 miliar.
Dominasi investasi domestik menunjukkan besarnya kontribusi penanam modal dalam negeri terhadap aktivitas ekonomi di Kota Jambi. Masuknya investasi pada sektor perdagangan, jasa, perumahan, konsumsi, dan transportasi juga membuka peluang bagi berkembangnya kegiatan usaha di berbagai lini.
Namun, besarnya nilai investasi perlu diikuti dengan realisasi proyek di lapangan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas. Dampak tersebut berpotensi terlihat melalui bertambahnya aktivitas usaha, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk dalam rantai pasok.
Untuk memastikan hal itu, DPMPTSP Kota Jambi terus melakukan penelusuran dan evaluasi terhadap kesesuaian antara rencana investasi yang tercatat dalam sistem perizinan dan pelaksanaannya di lapangan.
Evaluasi tersebut bertujuan mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha sekaligus memastikan rencana penanaman modal dapat direalisasikan secara optimal.
Abu Bakar berharap nilai investasi Kota Jambi terus bertambah hingga penghujung 2026. Pertumbuhan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat capaian penanaman modal daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Kami tentu berharap akan ada pertambahan investasi lagi. Ini cukup membanggakan karena kenaikannya sangat signifikan, sementara tahun berjalan masih berlangsung,” katanya.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
