Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Di tengah langkah pemerintah melakukan nasionalisasi kebun sawit ilegal, pelaku usaha dan petani sawit meminta kepastian hukum agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan masyarakat.

Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai penertiban lahan sawit ilegal perlu disertai mekanisme hukum yang jelas, transparan, dan membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Ketua POPSI, Mansuetus Darto, mengatakan bahwa komunikasi dua arah menjadi kunci agar kebijakan berjalan adil dan akuntabel.

“Ruang dialog dan penyandingan data antara pemerintah dan masyarakat akan membantu memastikan kebijakan berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Darto, Selasa (30/12/2025).

Menurut dia, dalam proses penyitaan dan pengenaan sanksi terhadap kebun sawit ilegal, pemerintah perlu menyediakan mekanisme keberatan yang jelas bagi petani dan pelaku usaha. Hal ini penting agar pelaksanaan kebijakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 20 Tahun 2025 dapat berjalan optimal dan melibatkan partisipasi publik.

Darto menekankan bahwa kepastian hukum merupakan fondasi utama untuk menjaga iklim usaha sawit nasional. Ia mendorong pemerintah menyusun peta jalan penataan sawit yang komprehensif dan mudah dipahami, terutama bagi petani kecil.

Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada petani kecil dan masyarakat hukum adat agar penertiban tidak memicu persoalan sosial baru. Pendekatan legalisasi berbasis reforma agraria dan perhutanan sosial dinilai dapat menjadi solusi yang menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi rakyat.

“Penertiban sawit akan lebih efektif jika petani diposisikan sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan,” kata Darto.

Ia juga mengingatkan agar penyelesaian status hukum lahan dilakukan secara tuntas sebelum pengelolaan kebun dialihkan kepada pihak lain. Menurutnya, transparansi dan pendekatan dialogis akan membantu membangun kepercayaan petani serta pelaku usaha terhadap kebijakan pemerintah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat! Ini Daftar Kurs Dolar AS BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    Rupiah Menguat! Ini Daftar Kurs Dolar AS BCA, Mandiri, BRI dan BNI

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya bangkit. Setelah sempat tertekan hingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Indonesia kembali menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.857 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.884 per […]

  • Kedelai Malika, Rahasia di Balik Manisnya Kecap Bango dan Asa Kedaulatan Pangan

    Kedelai Malika, Rahasia di Balik Manisnya Kecap Bango dan Asa Kedaulatan Pangan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di balik aroma dan rasa manis kecap yang akrab di meja makan keluarga Indonesia, tersimpan cerita panjang tentang petani, benih, penelitian dan industri. Salah satunya adalah kedelai Malika, varietas kedelai hitam yang dikembangkan melalui kolaborasi akademisi, petani dan korporasi. Kedelai Malika menjadi salah satu bahan baku kecap Bango. Kehadirannya sekaligus menjadi gambaran bagaimana […]

  • Emas Pegadaian Kompak Ambruk! UBS Paling Dalam, Turun Rp18 Ribu

    Emas Pegadaian Kompak Ambruk! UBS Paling Dalam, Turun Rp18 Ribu

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kompak melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Tiga produk emas yang tersedia, yakni UBS, Galeri24, dan Antam, sama-sama mengalami penurunan harga. Koreksi paling dalam terjadi pada emas produksi UBS. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS hari ini turun Rp18.000 per gram. Setelah terkoreksi, harga emas UBS di […]

  • Harga Perak Jeblok, Per Gramnya Jadi Rp53.900

    Harga Perak Jeblok, Per Gramnya Jadi Rp53.900

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam terpantau menurun drastis pada Selasa, 3 Februari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam berkurang Rp 600 ke level Rp 53.900 per gram. Untuk harga dasar perak murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 13.875.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 15.401.250. Sedangkan berat […]

  • Ini 4 Kandidat Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026, Siapa Paling Layak?

    Ini 4 Kandidat Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026, Siapa Paling Layak?

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persaingan memperebutkan gelar Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 semakin panas usai babak 16 besar resmi berakhir. Sejumlah talenta muda tampil memukau dan menjadi motor permainan timnya hingga berhasil mengantarkan negara masing-masing melangkah ke perempat final. Penghargaan FIFA Young Player Award, yang diberikan kepada pemain terbaik berusia muda sepanjang turnamen, kini mengerucut pada […]

  • Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Hari Ini Rp75.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Hari Ini Rp75.000 per Kilogram

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar Jambi pada 20 Mei 2026 menunjukkan kondisi yang bervariasi. Sejumlah komoditas cabai tercatat mengalami fluktuasi, sementara mayoritas bahan pangan lainnya masih berada pada level stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui sistem SIHARKO, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil […]

expand_less