Jumat, 26 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Di tengah langkah pemerintah melakukan nasionalisasi kebun sawit ilegal, pelaku usaha dan petani sawit meminta kepastian hukum agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan masyarakat.

Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai penertiban lahan sawit ilegal perlu disertai mekanisme hukum yang jelas, transparan, dan membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Ketua POPSI, Mansuetus Darto, mengatakan bahwa komunikasi dua arah menjadi kunci agar kebijakan berjalan adil dan akuntabel.

“Ruang dialog dan penyandingan data antara pemerintah dan masyarakat akan membantu memastikan kebijakan berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Darto, Selasa (30/12/2025).

Menurut dia, dalam proses penyitaan dan pengenaan sanksi terhadap kebun sawit ilegal, pemerintah perlu menyediakan mekanisme keberatan yang jelas bagi petani dan pelaku usaha. Hal ini penting agar pelaksanaan kebijakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 20 Tahun 2025 dapat berjalan optimal dan melibatkan partisipasi publik.

Darto menekankan bahwa kepastian hukum merupakan fondasi utama untuk menjaga iklim usaha sawit nasional. Ia mendorong pemerintah menyusun peta jalan penataan sawit yang komprehensif dan mudah dipahami, terutama bagi petani kecil.

Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada petani kecil dan masyarakat hukum adat agar penertiban tidak memicu persoalan sosial baru. Pendekatan legalisasi berbasis reforma agraria dan perhutanan sosial dinilai dapat menjadi solusi yang menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi rakyat.

“Penertiban sawit akan lebih efektif jika petani diposisikan sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan,” kata Darto.

Ia juga mengingatkan agar penyelesaian status hukum lahan dilakukan secara tuntas sebelum pengelolaan kebun dialihkan kepada pihak lain. Menurutnya, transparansi dan pendekatan dialogis akan membantu membangun kepercayaan petani serta pelaku usaha terhadap kebijakan pemerintah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga di bawah level USD 100 per barel, menyusul meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat […]

  • Tingkatkan Prestasi Pecatur Junior, Pengprov Percasi Jambi Gelar Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    Tingkatkan Prestasi Pecatur Junior, Pengprov Percasi Jambi Gelar Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam upaya meningkatkan prestasi dan kualitas pecatur junior di Provinsi Jambi, Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi bekerja sama dengan Rumah Catur Jambi menggelar program coaching clinic bersama FIDE Master (FM) Rian Kapiraga, pecatur terbaik regional Sumatra. Ketua Umum Pengprov Percasi Jambi, Mario Liberty Siregar, mengatakan bahwa kegiatan coaching clinic […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.223

    Pagi Ini Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.223

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat turun 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.223 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.211 per dolar AS. Sejalan dengan itu, pergerakan dolar AS terpantau menguat tipis. Indeks dolar AS naik sebesar 0,05 poin atau 0,05 […]

  • Update Harga Emas Pegadaian!  Antam–Galeri24 Nanjak, UBS Turun

    Update Harga Emas Pegadaian! Antam–Galeri24 Nanjak, UBS Turun

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian hari ini, Selasa (9/6/2026), terpantau bervariasi. Dua produk unggulan, Antam dan Galeri24, kompak mengalami kenaikan. Sementara emas UBS justru bergerak turun tipis. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Antam naik menjadi Rp2.853.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 menguat ke level Rp2.734.000 […]

  • Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih tertahan pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit UMKM per Maret 2026 hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.498,4 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pertumbuhan 7 hingga 9 persen yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini. Meski […]

  • Industri Tekstil Indonesia Tetap Bergairah, Ekspor Capai US,9 Miliar Meski Dihantam Tantangan Global

    Industri Tekstil Indonesia Tetap Bergairah, Ekspor Capai US$11,9 Miliar Meski Dihantam Tantangan Global

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor tekstil dan garmen Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan ekonomi global. Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) mencatat, ekspor industri ini menembus US$11,9 miliar pada akhir 2024, menjadikannya salah satu kontributor utama ekspor nonmigas nasional. Ketua AGTI Anne Patricia Sutanto menegaskan bahwa industri tekstil Indonesia tidak sedang melemah, melainkan tengah […]

expand_less