Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

Nasionalisasi Kebun Sawit Ilegal, Petani dan Pelaku Usaha Minta Kepastian Hukum

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Di tengah langkah pemerintah melakukan nasionalisasi kebun sawit ilegal, pelaku usaha dan petani sawit meminta kepastian hukum agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan masyarakat.

Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai penertiban lahan sawit ilegal perlu disertai mekanisme hukum yang jelas, transparan, dan membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Ketua POPSI, Mansuetus Darto, mengatakan bahwa komunikasi dua arah menjadi kunci agar kebijakan berjalan adil dan akuntabel.

“Ruang dialog dan penyandingan data antara pemerintah dan masyarakat akan membantu memastikan kebijakan berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Darto, Selasa (30/12/2025).

Menurut dia, dalam proses penyitaan dan pengenaan sanksi terhadap kebun sawit ilegal, pemerintah perlu menyediakan mekanisme keberatan yang jelas bagi petani dan pelaku usaha. Hal ini penting agar pelaksanaan kebijakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 20 Tahun 2025 dapat berjalan optimal dan melibatkan partisipasi publik.

Darto menekankan bahwa kepastian hukum merupakan fondasi utama untuk menjaga iklim usaha sawit nasional. Ia mendorong pemerintah menyusun peta jalan penataan sawit yang komprehensif dan mudah dipahami, terutama bagi petani kecil.

Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada petani kecil dan masyarakat hukum adat agar penertiban tidak memicu persoalan sosial baru. Pendekatan legalisasi berbasis reforma agraria dan perhutanan sosial dinilai dapat menjadi solusi yang menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan keberlanjutan ekonomi rakyat.

“Penertiban sawit akan lebih efektif jika petani diposisikan sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar objek kebijakan,” kata Darto.

Ia juga mengingatkan agar penyelesaian status hukum lahan dilakukan secara tuntas sebelum pengelolaan kebun dialihkan kepada pihak lain. Menurutnya, transparansi dan pendekatan dialogis akan membantu membangun kepercayaan petani serta pelaku usaha terhadap kebijakan pemerintah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunda PAUD Jambi Nadiyah Luncurkan Program Manasik Zakat untuk Anak PAUD

    Bunda PAUD Jambi Nadiyah Luncurkan Program Manasik Zakat untuk Anak PAUD

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah Maulana secara resmi meluncurkan kegiatan Implementasi Manasik Zakat pada satuan PAUD se-Kota Jambi, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini merupakan upaya menanamkan nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta kebiasaan berbagi kepada anak-anak sejak usia dini. Program tersebut digelar bekerja sama dengan **Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi dan berlangsung di […]

  • Impor Benang Kapas Membanjir, Pemerintah Terapkan Bea Masuk untuk Lindungi Industri Dalam Negeri

    Impor Benang Kapas Membanjir, Pemerintah Terapkan Bea Masuk untuk Lindungi Industri Dalam Negeri

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi memberlakukan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk impor benang kapas, sebagai langkah melindungi industri dalam negeri dari kerugian akibat lonjakan impor. Keputusan ini mencakup 27 nomor HS sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Pengenaan BMTP berlaku selama tiga tahun, mulai 30 Oktober 2025 hingga 29 Oktober 2028. “Industri dalam negeri […]

  • Beban Berat Timnas U-20! Tiket Piala Asia 2027

    Beban Berat Timnas U-20! Tiket Piala Asia 2027

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu laga lagi. Satu pertandingan yang bisa menjadi penentu nasib Timnas Indonesia U-20 menuju Piala Asia U-20 2027. Namun, lawan yang menunggu bukan sembarang tim. Indonesia harus menghadapi Australia, negara yang selama ini menjadi momok bagi Nova Arianto. Pertandingan tersebut menjadi ujian besar bagi skuad Garuda Nusantara. Sebab, Nova secara terbuka mengakui memiliki […]

  • Balas Serangan AS, Iran Klaim Gempur Dua Pangkalan Militer di Yordania

    Balas Serangan AS, Iran Klaim Gempur Dua Pangkalan Militer di Yordania

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Senin, 31 Agustus 2026. Serangan disebut sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat ke Pulau Larak, Iran, sehari sebelumnya. IRGC menyatakan dua fasilitas militer AS yang menjadi sasaran adalah Pangkalan King Hussein dan Al Azraq. […]

  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.956, Pengamat Sebut Faktor Penyebabnya Ini

    Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.956, Pengamat Sebut Faktor Penyebabnya Ini

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah sore ini. Rupiah terkoreksi sebesar 1,50 poin atau 0,01 persen di level Rp 16.956 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.955. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan ini terutama didorong oleh serangkaian faktor eksternal yang menguatkan dolar. Sementara kekhawatiran atas proyeksi […]

  • Simpang Bata Play Button

    Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jenama alas kaki lawas Bata, resmi tidak lagi memproduksi alas kaki. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang digelar 25 September 2025. Meski diputuskan akhir September lalu, namun sesungguhnya pada April 2024 lalu hal itu sudah dilakukan. Setidaknya diterapkan di pabrik sepatu Bata di […]

expand_less