Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dalam beberapa minggu terakhir, publik Indonesia, khususnya para pemilik kendaraan bermotor, ramai memperbincangkan wacana kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang akan menerapkan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) atau disebut E10 mulai tahun 2027.

Wacana ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak yang khawatir kendaraan akan kurang bertenaga (ngempos) dan lebih boros bahan bakar, sehingga biaya operasional kendaraan meningkat. Namun, di balik keresahan publik, ada sederet alasan kuat dan kesiapan teknis yang membuat kebijakan ini layak dipertimbangkan.

Kebijakan E10 sejalan dengan upaya dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung target Net Zero Emission 2060. Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi karbon terbesar karena masih bergantung pada bahan bakar fosil. Dengan menambahkan etanol—yang berasal dari bahan nabati ke dalam BBM, pemerintah berupaya mereduksi emisi gas buang kendaraan bermotor.

Indonesia memiliki lebih dari 132 juta unit sepeda motor, termasuk 23 juta di DKI Jakarta, sehingga kebijakan ini berpotensi besar menekan emisi karbon secara nasional. Campuran etanol dalam BBM bukanlah kebijakan baru di tingkat global. Negara-negara Eropa sudah lama menggunakan campuran etanol antara 20–30 persen, sementara Amerika Serikat juga menerapkannya di berbagai SPBU, termasuk Shell.

Negara Brasil bahkan menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 85–100 persen, dan Thailand telah menerapkan E20. Dengan demikian, penerapan E10 di Indonesia justru tergolong konservatif dan aman. Menurut Hari Budianto, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), seluruh sepeda motor di Indonesia sudah siap menggunakan BBM E10 sejak tahun 2010.

Hal senada diungkapkan Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam, yang memastikan mobil-mobil di Indonesia aman dengan kandungan etanol hingga 20 persen. Bahkan, secara teknis, etanol memiliki oktan lebih tinggi (100–110) dibanding BBM biasa, yang justru meningkatkan performa mesin.

Meski konsumsi bahan bakar bisa sedikit lebih banyak, efisiensi pembakaran dan tenaga mesin meningkat, sehingga perbedaan konsumsi tidak signifikan. PT Pertamina Patra Niaga sejatinya sudah selangkah di depan. Sejak dua tahun terakhir, mereka telah memasarkan Pertamax Green 95 (E5), yang mengandung 5 persen etanol, di 170 SPBU wilayah Jawa.

Menurut Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo Putra, tidak ada keluhan dari pengguna sejauh ini, menandakan kesiapan infrastruktur dan teknologi Pertamina. Meski begitu, perlu perluasan jaringan ke lebih dari 7.000 SPBU di seluruh Indonesia menjelang penerapan mandatori E10 pada 2027. Dari sisi ekonomi, kebijakan E10 berpotensi menggerakkan sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. Bahan baku etanol bisa diperoleh dari singkong, tebu, dan sorgum, yang berarti peluang besar bagi petani lokal.

Jika dijalankan optimal, kebijakan ini dapat meningkatkan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan impor energi fosil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi mikro di pedesaan. Meski mendukung kebijakan global dan ekonomi hijau, pemerintah harus memperkuat sosialisasi dan edukasi publik. Literasi masyarakat tentang etanol masih rendah, sementara kekhawatiran soal performa kendaraan dan harga BBM perlu dijawab dengan data dan bukti lapangan.

Kementerian lintas sektor seperti Kementan, Kemenperin, Kemendag, dan Bulog harus bersinergi memastikan rantai pasokan etanol nasional siap sebelum 2027. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia seharusnya sudah mencapai level E15 pada 2025, artinya kebijakan E10 pada 2027 menunjukkan keterlambatan implementasi yang perlu segera dikejar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Bahas TKD dan DBH, Sejumlah Gubernur Minta Potongan Dana Daerah Dikaji Ulang

    Menkeu Purbaya Bahas TKD dan DBH, Sejumlah Gubernur Minta Potongan Dana Daerah Dikaji Ulang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam pertemuan dengan para gubernur dari berbagai provinsi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya keseimbangan fiskal nasional. Namun, sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat meninjau kembali pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) karena berpotensi menekan pembangunan di tingkat daerah. Pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (7/10/2025), ini […]

  • BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi menunjukkan perbaikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,08 persen, atau menurun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Jambi mencapai 1,94 juta orang, meningkat 5,26 ribu […]

  • BGN Pecat Kepala SPPG di Lampung Timur yang Diduga Terlibat Kasus Pencabulan Anak

    BGN Pecat Kepala SPPG di Lampung Timur yang Diduga Terlibat Kasus Pencabulan Anak

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung Kesuma, Kabupaten Lampung Timur, setelah yang bersangkutan diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap anak. Keputusan tersebut diambil setelah BGN menerima laporan resmi mengenai dugaan tindak pidana tersebut. BGN juga memastikan bahwa terduga pelaku telah diamankan aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum […]

  • Kampanye Natal “Wrapped in Love” The Body Shop Beri Dukungan bagi Perempuan Papua

    Kampanye Natal “Wrapped in Love” The Body Shop Beri Dukungan bagi Perempuan Papua

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – The Body Shop Indonesia meluncurkan kampanye Natal “Wrapped in Love” yang menggabungkan rilis produk edisi khusus dengan inisiatif sosial untuk pemberdayaan perempuan di Papua. Lewat program ini, sebanyak 5 persen dari total penjualan Christmas Gift akan disalurkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan di Namatota, Papua Barat Daya. Head of Marketing & E-Commerce The […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru, Sepekan ke Depan Turun Rp 31,71 per Kg

    Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru, Sepekan ke Depan Turun Rp 31,71 per Kg

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama pihak terkait menetapkan harga tandan buah segar kelapa sawit untuk periode 9-15 Januari. Rapat bersama yang antara lain dihadiri Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) itu memutuskan adanya penurunan harga TBS. Untuk tandan buah segar (TBS) sawit umur 10-20 tahun penurunannya sebesar Rp 31,71 per kg. Pada periode […]

  • Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Cek Rinciannya Disini

    Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Cek Rinciannya Disini

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam hari ini terpukul telak. Kini harga satu gram emas Antam dibanderol Rp2.831.000. Berdasarkan data terbaru dari laman logammulia.com, Senin (6/4/2026), harga emas Antam mengalami penurunan signifikan sebesar Rp26.000 menjadi Rp2.831.000 per gram. Lebih murah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang dipatok Rp2.857.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam hari ini […]

expand_less