Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dalam beberapa minggu terakhir, publik Indonesia, khususnya para pemilik kendaraan bermotor, ramai memperbincangkan wacana kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang akan menerapkan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) atau disebut E10 mulai tahun 2027.

Wacana ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak yang khawatir kendaraan akan kurang bertenaga (ngempos) dan lebih boros bahan bakar, sehingga biaya operasional kendaraan meningkat. Namun, di balik keresahan publik, ada sederet alasan kuat dan kesiapan teknis yang membuat kebijakan ini layak dipertimbangkan.

Kebijakan E10 sejalan dengan upaya dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung target Net Zero Emission 2060. Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi karbon terbesar karena masih bergantung pada bahan bakar fosil. Dengan menambahkan etanol—yang berasal dari bahan nabati ke dalam BBM, pemerintah berupaya mereduksi emisi gas buang kendaraan bermotor.

Indonesia memiliki lebih dari 132 juta unit sepeda motor, termasuk 23 juta di DKI Jakarta, sehingga kebijakan ini berpotensi besar menekan emisi karbon secara nasional. Campuran etanol dalam BBM bukanlah kebijakan baru di tingkat global. Negara-negara Eropa sudah lama menggunakan campuran etanol antara 20–30 persen, sementara Amerika Serikat juga menerapkannya di berbagai SPBU, termasuk Shell.

Negara Brasil bahkan menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 85–100 persen, dan Thailand telah menerapkan E20. Dengan demikian, penerapan E10 di Indonesia justru tergolong konservatif dan aman. Menurut Hari Budianto, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), seluruh sepeda motor di Indonesia sudah siap menggunakan BBM E10 sejak tahun 2010.

Hal senada diungkapkan Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam, yang memastikan mobil-mobil di Indonesia aman dengan kandungan etanol hingga 20 persen. Bahkan, secara teknis, etanol memiliki oktan lebih tinggi (100–110) dibanding BBM biasa, yang justru meningkatkan performa mesin.

Meski konsumsi bahan bakar bisa sedikit lebih banyak, efisiensi pembakaran dan tenaga mesin meningkat, sehingga perbedaan konsumsi tidak signifikan. PT Pertamina Patra Niaga sejatinya sudah selangkah di depan. Sejak dua tahun terakhir, mereka telah memasarkan Pertamax Green 95 (E5), yang mengandung 5 persen etanol, di 170 SPBU wilayah Jawa.

Menurut Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo Putra, tidak ada keluhan dari pengguna sejauh ini, menandakan kesiapan infrastruktur dan teknologi Pertamina. Meski begitu, perlu perluasan jaringan ke lebih dari 7.000 SPBU di seluruh Indonesia menjelang penerapan mandatori E10 pada 2027. Dari sisi ekonomi, kebijakan E10 berpotensi menggerakkan sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. Bahan baku etanol bisa diperoleh dari singkong, tebu, dan sorgum, yang berarti peluang besar bagi petani lokal.

Jika dijalankan optimal, kebijakan ini dapat meningkatkan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan impor energi fosil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi mikro di pedesaan. Meski mendukung kebijakan global dan ekonomi hijau, pemerintah harus memperkuat sosialisasi dan edukasi publik. Literasi masyarakat tentang etanol masih rendah, sementara kekhawatiran soal performa kendaraan dan harga BBM perlu dijawab dengan data dan bukti lapangan.

Kementerian lintas sektor seperti Kementan, Kemenperin, Kemendag, dan Bulog harus bersinergi memastikan rantai pasokan etanol nasional siap sebelum 2027. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia seharusnya sudah mencapai level E15 pada 2025, artinya kebijakan E10 pada 2027 menunjukkan keterlambatan implementasi yang perlu segera dikejar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Muara Bulian Jambi, Kendaraan Mengular Hingga Tiga Jalur

    Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Muara Bulian Jambi, Kendaraan Mengular Hingga Tiga Jalur

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kemacetan parah kembali melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Antrean panjang kendaraan dilaporkan terjadi pada Minggu (8/3/2026) hingga menyebabkan arus lalu lintas hampir tidak bergerak selama berjam-jam. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kendaraan bahkan mengular hingga membentuk tiga jalur di badan jalan, termasuk […]

  • BSI Luncurkan BYOND by BSI Versi 1.2.0, Investasi Emas Kini Semudah Top-Up e-Wallet

    BSI Luncurkan BYOND by BSI Versi 1.2.0, Investasi Emas Kini Semudah Top-Up e-Wallet

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi merilis BYOND by BSI versi 1.2.0, sebagai bagian dari komitmen mendukung transformasi digital dan memperluas akses investasi syariah di Indonesia. Melalui pembaruan terbaru ini, BSI menghadirkan fitur unggulan Bank Emas, yang memungkinkan masyarakat berinvestasi emas secara digital dengan cara yang aman, syariah, dan semudah top-up e-wallet. Fitur Bank […]

  • Bos Nvidia: AI Akan Gantikan Manusia, tapi Ciptakan Banyak Pekerjaan Baru

    Bos Nvidia: AI Akan Gantikan Manusia, tapi Ciptakan Banyak Pekerjaan Baru

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini makin jadi sorotan karena kemampuannya yang luar biasa dalam membantu pekerjaan manusia. Tapi di balik kemajuan itu, muncul kekhawatiran: apakah AI akan mengambil alih pekerjaan manusia? CEO Nvidia, Jensen Huang, punya pandangan menarik soal ini. Dalam wawancara bersama CNN, Huang mengatakan bahwa dirinya 100 persen […]

  • Usai Pensiun dari Kabinet, Sri Mulyani Akan Mengajar Selama Setahun di Oxford

    Usai Pensiun dari Kabinet, Sri Mulyani Akan Mengajar Selama Setahun di Oxford

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menjadi salah satu peserta World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government, University of Oxford, Inggris, mulai 2026 mendatang. Program tersebut akan berlangsung selama satu tahun dan diperuntukkan bagi para pemimpin dunia yang tengah memasuki masa transisi karier publik. Sri Mulyani sebelumnya menyelesaikan masa tugas sebagai […]

  • Rupiah Balik Melawan! Gagal Jebol Level Psikologis Rp18.00

    Rupiah Balik Melawan! Gagal Jebol Level Psikologis Rp18.00

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya bangkit. Pada perdagangan Senin (29/6/2026) ini kurs rupiah bergerak menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp17.859 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.922 per dolar AS. Penguatan nilai tukar rupiah ini menjadi angin segar di tengah tekanan pasar global […]

  • Maya Watono Play Button

    Ini Dua Wanita Indonesia Paling Berpengaruh Versi Fortune

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua wanita Indonesia masuk dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Asia 2025 versi majalah Fortune. Keduanya memiliki kiprah bisnis dan diniai dengan parameter terukur. Mengutip Bisnis.com, mereka yang ada dalam daftar dipilih karena dampaknya yang terukur, punya jangkauan strategi, dan kapasitas untuk membentuk masa depan, mencakup para pendiri, CEO, dan pemimpin C-suite […]

expand_less