Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

BBM E10: Campuran Etanol 10 Persen Siap Diterapkan di Indonesia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dalam beberapa minggu terakhir, publik Indonesia, khususnya para pemilik kendaraan bermotor, ramai memperbincangkan wacana kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang akan menerapkan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) atau disebut E10 mulai tahun 2027.

Wacana ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak yang khawatir kendaraan akan kurang bertenaga (ngempos) dan lebih boros bahan bakar, sehingga biaya operasional kendaraan meningkat. Namun, di balik keresahan publik, ada sederet alasan kuat dan kesiapan teknis yang membuat kebijakan ini layak dipertimbangkan.

Kebijakan E10 sejalan dengan upaya dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung target Net Zero Emission 2060. Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi karbon terbesar karena masih bergantung pada bahan bakar fosil. Dengan menambahkan etanol—yang berasal dari bahan nabati ke dalam BBM, pemerintah berupaya mereduksi emisi gas buang kendaraan bermotor.

Indonesia memiliki lebih dari 132 juta unit sepeda motor, termasuk 23 juta di DKI Jakarta, sehingga kebijakan ini berpotensi besar menekan emisi karbon secara nasional. Campuran etanol dalam BBM bukanlah kebijakan baru di tingkat global. Negara-negara Eropa sudah lama menggunakan campuran etanol antara 20–30 persen, sementara Amerika Serikat juga menerapkannya di berbagai SPBU, termasuk Shell.

Negara Brasil bahkan menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 85–100 persen, dan Thailand telah menerapkan E20. Dengan demikian, penerapan E10 di Indonesia justru tergolong konservatif dan aman. Menurut Hari Budianto, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), seluruh sepeda motor di Indonesia sudah siap menggunakan BBM E10 sejak tahun 2010.

Hal senada diungkapkan Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam, yang memastikan mobil-mobil di Indonesia aman dengan kandungan etanol hingga 20 persen. Bahkan, secara teknis, etanol memiliki oktan lebih tinggi (100–110) dibanding BBM biasa, yang justru meningkatkan performa mesin.

Meski konsumsi bahan bakar bisa sedikit lebih banyak, efisiensi pembakaran dan tenaga mesin meningkat, sehingga perbedaan konsumsi tidak signifikan. PT Pertamina Patra Niaga sejatinya sudah selangkah di depan. Sejak dua tahun terakhir, mereka telah memasarkan Pertamax Green 95 (E5), yang mengandung 5 persen etanol, di 170 SPBU wilayah Jawa.

Menurut Direktur Utama PPN Mars Ega Legowo Putra, tidak ada keluhan dari pengguna sejauh ini, menandakan kesiapan infrastruktur dan teknologi Pertamina. Meski begitu, perlu perluasan jaringan ke lebih dari 7.000 SPBU di seluruh Indonesia menjelang penerapan mandatori E10 pada 2027. Dari sisi ekonomi, kebijakan E10 berpotensi menggerakkan sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. Bahan baku etanol bisa diperoleh dari singkong, tebu, dan sorgum, yang berarti peluang besar bagi petani lokal.

Jika dijalankan optimal, kebijakan ini dapat meningkatkan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan impor energi fosil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi mikro di pedesaan. Meski mendukung kebijakan global dan ekonomi hijau, pemerintah harus memperkuat sosialisasi dan edukasi publik. Literasi masyarakat tentang etanol masih rendah, sementara kekhawatiran soal performa kendaraan dan harga BBM perlu dijawab dengan data dan bukti lapangan.

Kementerian lintas sektor seperti Kementan, Kemenperin, Kemendag, dan Bulog harus bersinergi memastikan rantai pasokan etanol nasional siap sebelum 2027. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia seharusnya sudah mencapai level E15 pada 2025, artinya kebijakan E10 pada 2027 menunjukkan keterlambatan implementasi yang perlu segera dikejar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    Agrinas Impor 160.000 Pikap 4×4 Senilai Rp 200 Triliun untuk Program Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkap kebutuhan impor mobil pikap 4×4 untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai 160.000 unit. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengadaan kendaraan tersebut tidak hanya berasal dari India, tetapi juga dari sejumlah negara lain seperti China dan Jepang. Ia merinci, sebanyak 13.500 unit […]

  • Jurang Kaya-Miskin Indonesia Melebar, Rasio Gini Naik Jadi 0,368 pada Maret 2026

    Jurang Kaya-Miskin Indonesia Melebar, Rasio Gini Naik Jadi 0,368 pada Maret 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia kembali melebar pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini Indonesia mencapai 0,368, meningkat dibandingkan posisi September 2025 yang berada di angka 0,363. Kenaikan sebesar 0,005 poin dalam enam bulan tersebut menunjukkan adanya peningkatan ketimpangan pengeluaran masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, […]

  • Pagi Ini IHSG Menguat ke Level 8.398

    Pagi Ini IHSG Menguat ke Level 8.398

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Kamis (13/11/2025). IHSG menguat 13,73 poin atau 0,15% ke 8.398,67. Sebanyak 273 saham naik 143 saham turun dan223 saham stagnan. Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus US4

    Harga Minyak Dunia Tembus US$104

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali memanas. Pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, harga minyak melonjak lebih dari 2 persen seiring meredupnya harapan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak mentah Brent naik US$2,38 atau 2,3 persen ke level US$104,96 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,73 atau 1,8 persen menjadi US$98,08 […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Jambi Hari Ini, Cabai Turun, Bawang Merah Naik

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo dan Talang Banjar Jambi Hari Ini, Cabai Turun, Bawang Merah Naik

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Kamis (8/1/2026) terpantau relatif stabil, meski sejumlah komoditas mengalami perubahan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, penurunan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai merah, sementara bawang merah tercatat mengalami kenaikan di salah […]

expand_less