Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Biaya Penyakit Kronis Sedot Rp50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Biaya Penyakit Kronis Sedot Rp50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

  • account_circle Pers Rilis
  • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan Rp190,3 triliun untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta layanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun digelontorkan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan 59,9 juta kasus penyakit kronis seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menuturkan bahwa dari ketujuh penyakit tersebut, penyakit jantung menduduki peringkat pertama dengan total 29,7 juta kasus dan biaya Rp17,3 triliun. Sementara itu, gagal ginjal menempati peringkat kasus kedua terbanyak dengan total 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun, disusul penyakit kanker yang berjumlah 7,2 juta kasus dan menelan biaya Rp10,3 triliun.

“Dari tahun ke tahun, biaya yang dibayarkan untuk penyakit kronis makin meningkat. Padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sejak dini jika kita konsisten menerapkan pola hidup sehat,” ujar Rizzky pada Jumat (23/01).

Menurut Rizzky, penyakit-penyakit tersebut berkaitan dengan gaya hidup dan dapat ditekan risikonya melalui upaya pencegahan, seperti dengan rutin beraktivitas fisik. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan menginisiasi Gerak 335, yaitu rangkaian aktivitas fisik berupa jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat selama tiga menit, dan diulang sebanyak lima kali hingga mencapai total 30 menit. Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja serta tidak memerlukan alat khusus.

“Upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan melakukan Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN, chat WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, lewat website resmi BPJS Kesehatan, atau datang langsung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Proses pengisiannya cuma 5–10 menit, namun besar manfaatnya. Melalui Skrining Riwayat Kesehatan, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, apakah berisiko mengidap penyakit kronis atau tidak. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganannya,” kata Rizzky.

Di sisi lain, Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Prof. Trina Astuti, mengungkapkan bahwa penyakit-penyakit tersebut membutuhkan pengobatan berjangka lama. Oleh karena itu, upaya pencegahan dengan pola hidup sehat penting untuk dilakukan sehari-hari, misalnya dengan membiasakan pola makan bergizi, makan teratur, cukup istirahat, dan mengelola stres.

Menjelang peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 yang jatuh pada 25 Januari mendatang, Prof. Trina mengatakan bahwa terdapat empat Pilar Gizi Seimbang yang bisa diaplikasikan masyarakat menjadi kebiasaan sehari-hari. Pertama, mengonsumsi makanan beragam dan menghindari satu-dua jenis makanan agar gizi yang terserap lebih lengkap. Kedua, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Ketiga, bergerak aktif secara fisik. Keempat, menjaga berat badan tetap berada dalam batas normal.

“Makanan yang kita konsumsi juga punya peran besar untuk mencegah penyakit kronis. Oleh karena itu, ada panduan makan bernama ‘Isi Piringku’. Setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring berisi karbohidrat, dan seperempat piring untuk lauk pauk berupa protein hewani atau nabati. Panduan ini memudahkan kita melihat apakah dalam sehari kebutuhan gizi kita sudah terpenuhi atau belum,” jelas Prof. Trina.

Ia menambahkan, konsumsi gula, garam, dan lemak juga harus dibatasi. Dalam sehari, batasan konsumsi gula maksimal empat sendok makan, garam maksimal satu sendok teh, dan lemak maksimal lima sendok makan. Di samping itu, masyarakat juga diharapkan membiasakan diri membaca label pada kemasan makanan untuk mengetahui kandungan gizi, komposisi bahan makanan, serta jumlah gula, garam, atau lemak yang terkandung di dalam produk makanan tersebut.

“Kadang ada produk yang mengklaim ‘rendah gula’. Ya betul kalau satu kali minum, kalau lima botol setiap hari tentu akan menyebabkan risiko mengidap penyakit kronis tadi. Sehat dimulai dari isi piring. Ada sumber energi, ada sumber protein, ada sumber vitamin dan serat. Kedua, olahraga penting, biasakan naik tangga alih-alih eskalator. Ketiga, pantau berat badan secara rutin. Tiga kebiasaan tersebut yang paling optimal bisa kita lakukan sehari-hari untuk mencegah penyakit kronis,” katanya. (*)

  • Penulis: Pers Rilis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menutup salah satu anak usahanya yang beroperasi di Hong Kong. Anak perusahaan tersebut adalah BCA Finance Limited, yang selama ini bergerak di bidang layanan remitansi dan pembiayaan (money lending). Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 5 Januari 2026, Sekretaris Perusahaan BCA I Ketut Alam Wangsawijaya menyampaikan bahwa BCA […]

  • Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    Tertekan, Rupiah Dibuka Diposisi Rp16.685 per Dolar AS

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/12/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.685 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 37,50 poin atau 0,23 persen dibanding penutupan yang berada di level Rp 16.648 per dolar AS. Di saat yang sama indeks dolar AS melemah 0,11% ke 98,88. Sementara itu, nilai tukar negara Asia […]

  • Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau manufaktur menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan pemerintah. “Tentu untuk tumbuh delapan persen salah satu faktornya adalah tumbuhnya industri. Tanpa industri tumbuh, ya jangan pernah berharap ekonomi bisa tumbuh 8 persen,” […]

  • Harga HP dan Laptop Melonjak di RI Awal 2026, Ponsel Murah Paling Terpukul

    Harga HP dan Laptop Melonjak di RI Awal 2026, Ponsel Murah Paling Terpukul

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga laptop dan ponsel di Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada awal tahun 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan serta kenaikan harga chip memori global yang berdampak langsung pada pasar elektronik dalam negeri. Pantauan di sejumlah pusat penjualan elektronik di Jakarta menunjukkan kenaikan harga terjadi pada berbagai merek smartphone dan laptop. Segmen ponsel […]

  • Berbalik Arah, IHSG Ditutup Melemah 0,51% ke 8.127

    Berbalik Arah, IHSG Ditutup Melemah 0,51% ke 8.127

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada penutupan sesi pertama hari ini,  Rabu (8/10/2025). IHSG ditutup melemah 41,58 poin atau 0,51% ke 8.127,70. Sebanyak 260 saham naik, 401 saham turun dan 137 saham stagnan. Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah […]

  • Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian besar dari sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan, sektor ini berhasil menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan kontribusi mencapai 13,83%. “Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi PDB nasional. Angka 13,83% itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam rapat di […]

expand_less