BTN Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumatra Capai Rp 550 Miliar
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

BTN Beri Keringanan Kredit Debitur Bencana Sumatra, Nilainya Tembus Rp 550 Miliar
JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat penyaluran restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak bencana di wilayah Sumatra mencapai Rp 530 miliar hingga Rp 550 miliar. Langkah ini menjadi bentuk respons cepat perseroan dalam menjaga kualitas kredit di tengah kondisi darurat akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan kebijakan restrukturisasi dilakukan secara seragam dengan tenor keringanan selama satu tahun.
“Situasinya saat itu sangat darurat, bahkan akses ke lokasi terdampak cukup sulit. Karena itu, kami putuskan restrukturisasi dengan skema satu tahun untuk semua debitur,” ujarnya dalam paparan kinerja perseroan.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut mengacu pada ketentuan regulator, sehingga bukan semata kebijakan internal perusahaan. Melalui skema ini, debitur mendapatkan keringanan dalam pembayaran angsuran selama masa restrukturisasi.
Dari sisi kualitas aset, kebijakan ini dinilai mampu menjaga stabilitas portofolio kredit BTN. Risiko penurunan kualitas kredit dapat ditekan selama periode relaksasi berlangsung.
Meski demikian, proses pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana di Sumatra berlangsung tidak merata. Sejumlah daerah seperti Sumatra Barat dan Sumatra Utara mulai menunjukkan pemulihan lebih cepat.
Sementara itu, wilayah Aceh masih menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama terkait pemulihan ekonomi dan infrastruktur.
BTN menilai, kecepatan pemulihan di masing-masing daerah menjadi faktor utama dalam menentukan kemampuan debitur untuk kembali memenuhi kewajiban kreditnya.
Ke depan, perseroan akan melakukan evaluasi terhadap portofolio restrukturisasi menjelang akhir periode satu tahun. Debitur akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat pemulihannya.
“Menjelang akhir masa restrukturisasi, akan kami evaluasi mana yang sudah pulih dan bisa kembali ke skema normal, serta mana yang masih memerlukan perpanjangan,” pungkas Nixon.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar