Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BI Sebut Pasar Finansial Global Kena Dampak tak Langsung Konflik AS-Iran

BI Sebut Pasar Finansial Global Kena Dampak tak Langsung Konflik AS-Iran

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa perang AS-Israel terhadap Iran memberikan dampak tidak langsung terhadap pasar keuangan global yang sangat besar.

“Kalau direct impact (dampak langsung), Iran dan Israel ini sebenarnya bukan financial hub secara global. Jadi kontribusi mereka dalam financial sector yang tidak terlalu besar, dan reaksi pasar di middle east juga relatif terbatas, tapi indirect impact-nya (dampak tidak langsung) itu akan sangat besar,” ucapnya dalam agenda Central Banking Forum 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (13/4/ 2026).

Dampak tidak langsung yang sangat besar disebabkan keterlibatan AS sebagai pusat keuangan global.

Selain itu juga posisi strategis Iran di kawasan tersebut memicu ketidakpastian pasar keuangan global, sehingga meningkatkan sentimen risiko secara meluas, tidak hanya terbatas pada wilayah yang berkonflik.

Investor cari aset yang lebih aman
Kondisi tersebut memicu perilaku risk-off di kalangan pelaku pasar, yakni ketika investor cenderung menghindari risiko dan beralih mencari aset yang lebih aman (safe haven activity).

Fenomena ini mengakibatkan aliran modal (capital flow) kembali ke negara-negara maju (advanced economies), yang tercermin pada penguatan indeks dolar (DXY) dan kenaikan imbal hasil (yeild) obligasi AS (US Treasury) yang menyentuh level 4,5-4,6 persen.

Sebaliknya, kata dia, aliran modal ke negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, mengalami penurunan.

Meskipun di pasar domestik mulai terdapat aliran masuk di Surat Berharga Negara (SBN), pasar saham, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), secara keseluruhan Indonesia mencatat arus modal keluar (outflow) sekitar Rp21 triliun.

“Jadi artinya ini ada risiko yang menyebabkan adanya ketidakpastian global, sehingga DXY-nya naik, yield UST juga naik, aliran modalnya emerging markets yang turun, tekanan terhadap nilai tukar berbagai mata uang itu juga meningkat,” ungkap Destry.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski telah mengumumkan rencana pembangunan pabriknya di Tanah Air, PT Chery Sales Indonesia (CSI) sampai saat ini masih belum mau berbicara lebih jauh terkait hal tersebut. Belum ada kejelasan apakah nantinya Chery akan membangun pabrik sendiri atau mengambil alih fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), yang saat ini menjadi lokasi perakitan beberapa produknya. […]

  • Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Tembus US5 AS per Barel

    Harga Minyak Dunia Makin Mendidih, Tembus US$105 AS per Barel

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak pada Senin (16/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Lonjakan tersebut mendorong harga minyak mentah global menembus level 105 dollar AS per barel. Kontrak berjangka minyak mentah Brent tercatat naik 2,01 dollar AS atau sekitar 1,95 persen menjadi 105,15 dollar AS per barel. […]

  • 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil. Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang […]

  • Percasi Kota Jambi Reformasi Pengurus, Bidik Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov 2026

    Percasi Kota Jambi Reformasi Pengurus, Bidik Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov 2026

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Percasi Kota Jambi resmi melakukan penyegaran struktur pengurus sebagai langkah memperkuat tata kelola organisasi sekaligus pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Percasi 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Reformasi kepengurusan ini juga ditujukan untuk memperkuat regenerasi atlet muda yang kini mulai menunjukkan prestasi signifikan. Ketua Percasi Kota Jambi, Purnawirawan AKBP Yuslizar, menegaskan […]

  • Bunga KUR Jambi 2026 Tetap 6 Persen, UMKM Masih Bisa Akses Modal hingga Rp100 Juta

    Bunga KUR Jambi 2026 Tetap 6 Persen, UMKM Masih Bisa Akses Modal hingga Rp100 Juta

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jambi masih memiliki akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen per tahun. Hingga Agustus 2026, belum ada informasi resmi yang menunjukkan adanya kenaikan bunga KUR secara umum di Jambi. KUR merupakan program pembiayaan pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku […]

  • Kembalikan Kepercayaan Investor, Nestlé PHK 16.000 Pekerja

    Kembalikan Kepercayaan Investor, Nestlé PHK 16.000 Pekerja

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raksasa makanan dan minuman global Nestlé SA akan memangkas 16.000 karyawan di seluruh dunia sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya di bawah kepemimpinan CEO barunya, Philipp Navratil. Langkah ini menjadi upaya perusahaan untuk memangkas pengeluaran dan mengembalikan kepercayaan investor. Navratil menyebutkan bahwa target penghematan biaya perusahaan dinaikkan menjadi 3 miliar franc Swiss (setara […]

expand_less