Malaysia Naikkan Mandat Biodiesel ke B15, Permintaan Sawit Bertambah 300.000 Ton per Tahun
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kenaikan mandat biodiesel ini diperkirakan menjadi katalis positif bagi industri sawit, terutama dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika pasar global.
JAMBISNIS.COM – Permintaan biodiesel berbasis minyak sawit di Malaysia diproyeksikan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun seiring rencana pemerintah menaikkan mandat campuran biodiesel. Mengutip laporan Reuters, Kamis (16/4), pemerintah Malaysia berencana meningkatkan mandat biodiesel dari B10 menjadi B15, meskipun jadwal implementasinya belum ditetapkan.
Sebagai tahap awal, pemerintah akan menerapkan campuran B12 dengan memanfaatkan fasilitas pencampuran yang sudah tersedia tanpa menambah biaya produksi.
Direktur Jenderal Malaysian Palm Oil Board (MPOB), Ahmad Parveez Ghulam Kadir, menyebut transisi dari B10 ke B12 berpotensi meningkatkan konsumsi biodiesel sekitar 130.000 ton per tahun.
Sementara itu, jika mandat naik ke B15, tambahan permintaan diperkirakan mencapai 204.000 ton per tahun.
“Kebijakan ini akan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil, mendukung harga crude palm oil (CPO), serta menekan biaya penggunaan diesel,” ujarnya.
Saat ini, Malaysia telah menerapkan mandat B10 secara nasional untuk sektor transportasi. Bahkan, mandat B20 sudah diberlakukan di wilayah tertentu seperti Labuan, Langkawi, dan Sarawak (kecuali Bintulu).
Ke depan, kebijakan ini akan diperluas mencakup penjualan solar di stasiun ritel dan sektor bersubsidi. Pemerintah juga membuka peluang ekspansi ke sektor industri, tergantung arah kebijakan lanjutan.
Meski konsumsi domestik meningkat, MPOB menilai dampaknya terhadap ekspor sawit relatif terbatas. Hal ini karena kapasitas produksi CPO Malaysia masih cukup kuat.
Sebagai gambaran, produksi CPO Malaysia tercatat sekitar 20,28 juta ton dengan ekspor mencapai 15,27 juta ton pada tahun lalu.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar