Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan, Pendapatan Turun dan Ekonomi Pesisir Tertekan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nelayan harus waspada terhadap cuaca ekstrim dan gelombang tinggi.
JAMBISNIS.COM – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) memperingatkan ancaman serius dari cuaca ekstrem terhadap keselamatan nelayan dan kondisi ekonomi warga pesisir. Ketidakpastian iklim membuat pola cuaca sulit diprediksi, sehingga pengetahuan tradisional para nelayan tak lagi cukup untuk menentukan jadwal melaut secara aman.
Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, menjelaskan bahwa nelayan membutuhkan informasi prakiraan cuaca yang akurat dan sistem peringatan dini agar dapat mengatur waktu melaut dengan lebih aman. Ia menekankan perlunya peningkatan fasilitas keselamatan seperti life jacket, pelampung cincin, dan alat pelindung diri (APD).
Menurut Dani, penyediaan alat keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga menjadi kewajiban pemerintah daerah. Selain aspek keselamatan, ia menyoroti pentingnya jaring pengaman sosial bagi nelayan kecil agar mereka tetap memiliki pendapatan ketika tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada Oktober 2025 sebesar 0,04 persen. Penurunan ini terjadi karena harga yang diterima nelayan merosot lebih dalam dibanding harga yang harus mereka bayarkan.
“Akumulasi tekanan ini bukan hanya memengaruhi kesejahteraan nelayan, tetapi juga berpotensi mendorong migrasi dan peralihan profesi dalam jangka panjang,” ujar Dani.
Ia meminta pemerintah memperkuat perlindungan sosial dan mempercepat program pemberdayaan ekonomi agar ketahanan nelayan di tengah perubahan iklim dapat meningkat.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar