Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI. Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda menyatakan kesiapan menaikkan suku bunga jika perkembangan ekonomi dan inflasi berjalan sesuai perkiraan. (Yoshio Tsunoda/AFLO via REUTERS).
JAMBISNIS.COM – Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) menyatakan kesiapan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan apabila perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi bergerak sesuai dengan proyeksi. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BOJ Kazuo Ueda di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter Jepang.
Mengutip laporan Reuters, Senin (5/1/2026), Ueda mengatakan ekonomi Jepang masih mempertahankan pemulihan yang moderat sepanjang tahun lalu, meskipun laba perusahaan sempat tertekan akibat kenaikan tarif Amerika Serikat.
“Upah dan inflasi kemungkinan besar akan naik bersamaan secara moderat,” kata Ueda dalam pidatonya di hadapan kelompok lobi perbankan Jepang.
Ueda menambahkan, penyesuaian tingkat dukungan moneter secara bertahap diperlukan untuk membantu perekonomian Jepang mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Bank of Japan sebelumnya telah menaikkan suku bunga kebijakan ke level 0,75 persen, tertinggi dalam hampir 30 tahun, dari posisi sebelumnya 0,5 persen. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya BOJ mengakhiri era panjang stimulus moneter besar-besaran dan suku bunga mendekati nol.
Meski demikian, biaya pinjaman riil di Jepang masih berada di wilayah negatif. Hal ini disebabkan inflasi konsumen yang terus berada di atas target BOJ sebesar 2 persen selama hampir empat tahun terakhir.
Pasar kini menanti laporan prospek triwulanan BOJ yang akan dirilis pada pertemuan kebijakan 22–23 Januari 2026. Laporan tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai pandangan dewan BOJ terhadap dampak pelemahan yen terhadap inflasi.
Melemahnya nilai tukar yen dalam beberapa waktu terakhir telah mendorong kenaikan biaya impor dan inflasi secara lebih luas. Kondisi ini membuat sejumlah anggota dewan BOJ menyerukan kenaikan suku bunga lanjutan secara bertahap.
Pada perdagangan Senin, dolar AS tercatat menguat 0,2 persen menjadi 157,08 yen, setelah sempat menyentuh level 157,255 yen, tertinggi sejak 22 Desember. Seiring dengan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun juga meningkat dan sempat menyentuh level tertinggi dalam 27 tahun di 2,125 persen.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar