Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » BI Diprediksi Tahan Suku Bunga 4,75% di April 2026, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Alasan

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga 4,75% di April 2026, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Alasan

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026. Keputusan ini dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas eksternal di tengah meningkatnya tekanan global.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI menilai ruang pelonggaran moneter saat ini semakin terbatas, meskipun tekanan inflasi domestik mulai mereda.

Wakil Direktur LPEM FEB UI, Jahen Fachrul Rezki, menyebut BI perlu memprioritaskan stabilitas nilai tukar rupiah dibandingkan mendorong pertumbuhan melalui penurunan suku bunga.

“Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga di 4,75% dengan fokus menjaga stabilitas eksternal,” ujarnya, Rabu (22/4).

Tekanan eksternal tersebut salah satunya dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga energi global dan meningkatkan risiko inflasi impor.

Dampaknya mulai terlihat di pasar domestik. Arus modal asing tercatat keluar (capital outflow) sebesar US$1,47 miliar, diikuti pelemahan rupiah sekitar 0,88% secara bulanan. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia juga turun menjadi US$148,2 miliar.

Di sisi lain, inflasi Indonesia menunjukkan tren penurunan. Inflasi tahunan pada Maret 2026 tercatat 3,48% (yoy), turun dari 4,76% (yoy) pada Februari, mendekati batas atas target BI.

Perlambatan inflasi didorong meredanya tekanan pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Inflasi pada kelompok ini turun signifikan menjadi 7,24% (yoy) dari sebelumnya 16,19% (yoy), seiring berkurangnya dampak kenaikan tarif listrik.

Namun demikian, tekanan masih datang dari harga pangan seperti ikan dan ayam yang meningkat akibat gangguan pasokan dan tingginya permintaan selama periode Lebaran.

Selain itu, volatilitas harga emas global juga turut mempengaruhi inflasi, terutama pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Secara bulanan, inflasi Maret tercatat 0,41%, lebih rendah dibanding Februari sebesar 0,68%. Inflasi inti juga melandai menjadi 2,52% (yoy), mencerminkan permintaan domestik yang relatif terkendali.

Dengan kombinasi tekanan eksternal dan inflasi yang mulai mereda, BI dinilai masih akan mengambil sikap hati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneter.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Jambi Libatkan Brimob Amankan Arus Mudik Lebaran 2026 di Titik Rawan

    Polda Jambi Libatkan Brimob Amankan Arus Mudik Lebaran 2026 di Titik Rawan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polda Jambi melibatkan personel Brigade Mobil (Brimob) untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di sejumlah titik rawan di wilayah Provinsi Jambi. Kapolda Jambi, Krisno H Siregar, mengatakan pelibatan Brimob dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Personel Brimob akan turut melaksanakan patroli skala besar untuk memastikan […]

  • Update Kurs Rupiah Pagi Ini, Melemah Lagi Dekati Rp18.000

    Update Kurs Rupiah Pagi Ini, Melemah Lagi Dekati Rp18.000

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Kamis (18/6/2026). Mata uang Indonesia melemah cukup tajam seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, kurs rupiah melemah 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level […]

  • 10 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Waspada Sebelum Terlambat

    10 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Waspada Sebelum Terlambat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyakit jantung kerap datang tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap serius. Padahal, tanda-tanda awal sebenarnya sering muncul, tetapi kerap diabaikan atau disalahartikan sebagai keluhan ringan. Berdasarkan informasi dari Siloam Hospitals, mengenali gejala awal penyakit jantung sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya. Salah satu gejala […]

  • Ini Harga Emas Terbaru di Pegadaian, Antam Masih Termahal

    Ini Harga Emas Terbaru di Pegadaian, Antam Masih Termahal

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau bervariasi pada perdagangan Senin (22/6/2026). Dari tiga jenama logam mulia yang banyak diburu masyarakat, yakni UBS, Antam, dan Galeri24, tercatat Antam masih yang termahal. Mengutip dari laman Sahabat Pegadaian, emas Antam menjadi yang paling tinggi dibanding dua produk lainnya dengan harga Rp2.775.000 per gram. Sementara UBS berada […]

  • teller bank

    Simpanan Nasabah Kaya Melonjak, Simpanan Kelas Menengah Tertekan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok menengah dan bawah yang cenderung stagnan, bahkan tertekan. Fenomena ini menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution lonjakan simpanan jumbo tidak sepenuhnya bersifat organik. […]

  • Merosot, Harga Perak Antam Kini Rp 24.800 per Gram

    Merosot, Harga Perak Antam Kini Rp 24.800 per Gram

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan hari ini, Jumat, (14/11/2025). Harga perak Antam turun Rp 1.489 ke level Rp 24.800 per gram. Adanya penurunan harga tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram menjadi Rp 8.706.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp […]

expand_less