Minggu, 28 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65.

Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia Pasifik dibuka bervariasi. Yen Jepang melemah 0,03%, dolar Hong Kong menguat 0,03%, dolar Singapura melemah 0,02%, dolar Taiwan melemah 0,20%, dan won Korea Selatan turun 0,19%.

Lalu, yuan China melemah 0,04%, ringgit Malaysia turun 0,26%, dan baht Thailand melemah 0,05% di hadapan dolar AS.

Riset Trading Economics menyebut rupiah berbalik melemah, seiring sentimen pasar yang menjadi lebih hati-hati jelang rilis data domestik penting.

Pada hari ini, Kamis (5/2/2026), pasar menantikan rilis PDB Indonesia kuartal IV/2026, dengan pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali melambat akibat dampak lanjutan dari bencana Sumatra tahun lalu. Sementara itu, data cadangan devisa bulan Januari juga akan dirilis dalam beberapa hari ke depan setelah pada Desember mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan.

Di sisi lain, ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut meningkat setelah pemangkasan suku bunga sebesar 150 bps sejak September 2024, karena Bank Indonesia memprioritaskan pertumbuhan tahun ini di tengah output yang masih di bawah potensi.

Meski demikian, pelemahan rupiah tertahan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan nilai wajar rupiah berada di kisaran Rp16.500.

Secara terpisah, dikonfirmasi bahwa kesepakatan tarif timbal balik antara AS–Indonesia telah diselesaikan dan tinggal menunggu penandatanganan.

Adapun, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan rupiah akan ditutup melemah pada rentang Rp16.770-Rp16.800 per saham.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Apresiasi Komitmen Finlandia Kembangkan SDM Digital untuk Ekonomi Masa Depan

    RI Apresiasi Komitmen Finlandia Kembangkan SDM Digital untuk Ekonomi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia menyambut positif komitmen Finlandia dalam memperkuat kapasitas lokal dan investasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di masa depan. Dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Malaysia, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen untuk membahas […]

  • Harga Sembako Jambi H-1 Idul Adha 2026: Daging Sapi Naik, Cabai Merah Turun di Pasar Angso Duo

    Harga Sembako Jambi H-1 Idul Adha 2026: Daging Sapi Naik, Cabai Merah Turun di Pasar Angso Duo

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sembako di Kota Jambi mengalami pergerakan bervariasi. Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Kebutuhan Pokok (Siharko) dan pantauan di Pasar Angso Duo per 26 Mei 2026, mayoritas bahan pokok masih relatif stabil meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada daging sapi murni yang mencapai […]

  • Ekonomi China Melambat, Bank Sentral Kembali Tahan Suku Bunga Acuan

    Ekonomi China Melambat, Bank Sentral Kembali Tahan Suku Bunga Acuan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank sentral China kembali mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya di tengah melemahnya sejumlah data ekonomi China. Keputusan ini menandai bulan ketujuh berturut-turut tanpa perubahan kebijakan moneter, meski tekanan perlambatan ekonomi dan krisis sektor properti masih berlanjut. Mengutip CNBC, Senin (22/12/2025), People’s Bank of China (PBOC) menahan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun […]

  • Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap muda Rico Salmela mulai melakukan evaluasi diri usai dua kali kalah bersaing dari Veda Ega Pratama dalam dua seri awal Moto3 2026. Pada seri pembuka di Thailand dan Brasil, Veda tampil lebih konsisten dengan finis di posisi kelima dan ketiga. Sementara itu, Salmela harus puas finis di posisi ke-19 dan keenam. Hasil […]

  • Zona Merah Berlanjut, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.952

    Zona Merah Berlanjut, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.952

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah belum mampu keluar dari zona merah. Hingga penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026), mata uang Indonesia jeblok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah ditutup melemah 93 poin ke level Rp 17.952 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.859 per dolar AS. “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif […]

  • OJK Tegaskan Komitmen Penuhi Standar MSCI

    OJK Tegaskan Komitmen Penuhi Standar MSCI

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia, sejalan dengan berbagai persyaratan yang disampaikan oleh Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI). Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas […]

expand_less