Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

Kopdes Merah Putih Bukan Sekadar Simpan Pinjam, tapi Gerakan Ekonomi Gotong Royong

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan menjadi wadah penggerak ekonomi rakyat berbasis kegotongroyongan dan kesejahteraan anggota.

“Tujuan Kopdes Merah Putih adalah untuk merebranding koperasi, bukan hanya sebagai tempat menabung dan meminjam uang, tapi menjadi lembaga ekonomi yang menyejahterakan masyarakat sekitar,” ujar Farida saat berkunjung ke gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Minggu (26/10/2025).

Ia berharap keberadaan koperasi ini mampu menarik minat masyarakat untuk bergabung. “Kita berharap keanggotaannya terus bertambah, atau minimal setengah dari warga kelurahan ikut menjadi anggota,” katanya.

Farida menjelaskan, Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pendampingan intensif bagi Kopdes Merah Putih melalui Project Management Officer (PMO) di tingkat kabupaten. Selain itu, ada juga Asisten Bisnis yang membantu koperasi dalam menentukan arah usaha.

“Melalui pendampingan ini, koperasi akan tahu mau bergerak di sektor apa, bagaimana hitung-hitungan bisnisnya, berapa omzetnya, berapa modalnya, hingga bagaimana cara menjual produk,” jelas Farida.

Ia menegaskan bahwa koperasi juga harus berorientasi pada profit. “Yang namanya bisnis, hitung-hitungannya harus untung,” tegasnya.

Satu Asisten Bisnis akan mendampingi 10 koperasi dengan tugas aktif selama 24 jam. “Kami mendorong mereka untuk menjalankan bisnis dan kelembagaannya dengan strategi yang membuat masyarakat mau dan bangga menjadi anggota koperasi,” tambahnya.

Farida juga mengungkapkan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, setiap koperasi akan mendapat dukungan berupa gerai, gudang, dan sarana transportasi dengan plafon pembiayaan hingga Rp 3 miliar.

“Wali kota punya tugas menginventarisasi lahan minimal 1.000 meter persegi untuk pembangunan gerai. Titiknya harus strategis,” ujar Farida.

Ia optimistis, pengalaman bisnis Wali Kota Blitar akan membantu menentukan lokasi-lokasi potensial bagi pengembangan koperasi di daerah tersebut.

Lebih lanjut, Farida menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih kini mulai berkembang menjadi pusat ekonomi warga. Beberapa koperasi bahkan sudah berperan sebagai pengecer pupuk subsidi, serta mengelola klinik kesehatan dan apotek.

“Ini kesempatan bagi masyarakat. Kapan lagi warga ditargetkan menjadi pelaku pasar yang punya produk-produk sendiri dan bisa dipasarkan lewat koperasi,” katanya.

Menurutnya, koperasi juga bisa menjadi wadah bagi petani dan pekebun untuk menjual hasil produksi. “Produk pertanian dan perkebunan bisa dikelola di koperasi. Pembelinya warga sendiri, dan selisih keuntungannya menjadi SHU koperasi yang kembali ke masyarakat,” pungkas Farida.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Keramba Merugi! Puluhan Ton Ikan Mati di Jaluko, Sungai Batanghari Makin Sekarat

    Petani Keramba Merugi! Puluhan Ton Ikan Mati di Jaluko, Sungai Batanghari Makin Sekarat

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sungai Batanghari kembali menghadapi persoalan serius. Puluhan ton ikan milik petani keramba di lima desa wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan mati dalam beberapa bulan terakhir. Petani menduga kematian massal tersebut berkaitan dengan pencemaran air Sungai Batanghari. Kondisi diperparah dengan debit air sungai yang terus menyusut akibat musim kemarau. […]

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • ESDM Pastikan Logistik Pertamina Jateng Siap Penuhi Kebutuhan Energi

    ESDM Pastikan Logistik Pertamina Jateng Siap Penuhi Kebutuhan Energi

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tenaga Ahli Menteri ESDM, Satya Hangga Yudha Widya Putra, memastikan kesiapan logistik PT Pertamina (Persero) untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Jawa Tengah. Dalam kunjungan kerja ke Pertamina Fuel Terminal (FT) Boyolali pada Jumat (24/10/2025), Hangga meninjau langsung kesiapan pasokan, keandalan operasional, serta penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, Environment). Hangga menekankan pentingnya […]

  • Dari Batok Kelapa Jadi Cuan, Warga Binaan Lapas Muara Sabak Ekspor Arang ke Asia

    Dari Batok Kelapa Jadi Cuan, Warga Binaan Lapas Muara Sabak Ekspor Arang ke Asia

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Batok kelapa yang biasanya dianggap sebagai limbah ternyata bisa mendatangkan cuan. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Narkotika Muara Sabak, Jambi, tempurung kelapa diolah menjadi arang hingga berhasil menembus pasar ekspor. Untuk pertama kalinya, Lapas Narkotika Muara Sabak melepas 6,8 ton arang tempurung kelapa hasil produksi warga binaan. Produk tersebut selanjutnya akan dikirim […]

  • Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    Rupiah Balik Menguat! Pasar Mulai Bernapas Lega

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) pagi. Mata uang Garuda naik tipis seiring pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat 14 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.515 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Sama-Sama Melonjak

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Sama-Sama Melonjak

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Galeri24, Antam, dan UBS yang dijual di Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, ketiga produk emas tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup seragam. Emas Antam menjadi produk dengan harga tertinggi, yakni mencapai Rp2.887.000 per gram. Sementara emas UBS dipatok Rp2.845.000 per […]

expand_less