Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Berbalik Arah, IHSG Ditutup Melemah 0,51% ke 8.127

Berbalik Arah, IHSG Ditutup Melemah 0,51% ke 8.127

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada penutupan sesi pertama hari ini,  Rabu (8/10/2025). IHSG ditutup melemah 41,58 poin atau 0,51% ke 8.127,70.

Sebanyak 260 saham naik, 401 saham turun dan 137 saham stagnan.

Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 2,08%, sektor transportasi naik 1,73% dan sektor energi yang naik 0,88%.

Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor infrastruktur yang turun 1,06%, sektor properti turun 0,87% dan sektor keuangan yang turun 0,81%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 27,14 miliar saham dengan total nilai Rp 18,59 triliun.

Pada penutupan IHSG sesi I, indeks saham Asia juga kompak melemah. Straits Times (Singapura) turun 0,48%, Nikkei (Jepang) melemah 0,32%, dan Hang Seng (Hong Kong) anjlok 1,12%. Sedangkan Shanghai (China) masih libur.

Saat IHSG hari ini memerah, sebanyak 6 saham malah melesat ke auto rejection atas (ARA) berjemaah, serta masuk daftar top gainers. Harga sahamnya melejit mulai dari 19% hingga 34%.

Keenam saham ARA tersebut adalah PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) melonjak 34,15% ke level Rp 110, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) melejit 25% menjadi Rp 310, dan PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) melesat 25% menjadi Rp 1.950.

Diikuti saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) meningkat 25% menjadi Rp 585, PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) melesat 24,48% ke Rp 356, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) terkerek 19,65% menjadi Rp 29.075.

Sebaliknya, ada lima saham paling boncos dan masuk dalam daftar top losers. Harga sejumlah saham tersebut jatuh di atas 9%. Saham PT Pakuan Tbk (UANG) membentur batas auto rejection bawah (ARB). Harga saham UANG ambles 14,81% ke level Rp 5.750.

Diikuti saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) jatuh 13,71% menjadi Rp 340, PT Dta Intidaya Tbk (DAYA) terpuruk 12,08% ke level Rp 1.055, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) turun 10,5% menjadi Rp 179, dan PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) terpangkas 10% menjadi Rp 162.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.710 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.710 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren positif diperlihatkan rupiah pagi ini. Rupiah dibuka bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (19/12/2025). Rupiah menguat 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.723 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan […]

  • Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta

    Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat pimpinan (rapim) bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri terlihat mulai berdatangan sejak pagi hari untuk mengikuti agenda tersebut. Salah satu yang hadir adalah Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal […]

  • Brasil Gandeng Bank Dunia Kelola Dana Konservasi Hutan Senilai US5 Miliar

    Brasil Gandeng Bank Dunia Kelola Dana Konservasi Hutan Senilai US$125 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Brasil melangkah ambisius di panggung iklim dunia. Negeri Amazon itu akan menggandeng Bank Dunia untuk mengelola dana konservasi hutan senilai US$125 miliar yang akan diluncurkan di KTT Iklim COP30 November mendatang. Pemerintah Brasil berencana menggandeng Bank Dunia sebagai mitra utama dalam pembentukan dana konservasi hutan (Tropical Forests Forever Fund/TFFF) senilai US$125 miliar. Dana […]

  • Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru Pengganti Iman Rachman

    Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru Pengganti Iman Rachman

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jeffrey Hendrik resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1). Penunjukan ini dilakukan melalui mekanisme internal dan telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris BEI. Jeffrey menyampaikan bahwa pengangkatannya sebagai Pjs Dirut BEI diputuskan melalui rapat direksi. Ia memastikan operasional bursa akan […]

  • Dana SAL Rp200 Triliun Mulai Disalurkan ke Himbara, Begini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

    Dana SAL Rp200 Triliun Mulai Disalurkan ke Himbara, Begini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mulai mengalirkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun ke perbankan nasional sejak September lalu. Langkah ini menjadi perhatian pelaku industri keuangan, karena dana jumbo tersebut diharapkan bisa memperkuat likuiditas Himbara dan mendorong pemulihan ekonomi nasional menjelang akhir 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa telah menempatkan dana SAL ke Himpunan Bank […]

  • Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menyempitnya ruang fiskal pemerintah akibat pelebaran defisit APBN 2025 membuat peran Bank Indonesia (BI) semakin krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan keterbatasan stimulus fiskal, kebijakan moneter dinilai menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik […]

expand_less