Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Kerinci dan Ekonomi Pariwisata: Ketika Lokasi Bisnis Mengikuti Pergerakan Pengunjung

Kerinci dan Ekonomi Pariwisata: Ketika Lokasi Bisnis Mengikuti Pergerakan Pengunjung

  • account_circle say say
  • calendar_month 28 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pariwisata menciptakan jenis traffic yang berbeda dari aktivitas perdagangan harian. Konsumen datang bukan hanya untuk membeli kebutuhan, tetapi karena memiliki tujuan perjalanan. Karakter tersebut membuat lokasi bisnis di daerah wisata membutuhkan pendekatan berbeda.

Kabupaten Kerinci memiliki potensi ekonomi yang berkaitan dengan pertanian, perkebunan dan pariwisata. Dari sisi indikator harga, Kerinci juga menjadi salah satu wilayah yang perlu diperhatikan. BPS mencatat inflasi Kerinci pada Desember 2025 mencapai 5,52 persen secara tahunan.

Bagi pelaku usaha, pariwisata menciptakan peluang pada sektor yang berkaitan dengan konsumsi pengunjung: makanan dan minuman, oleh-oleh, penginapan, transportasi, jasa perjalanan hingga produk lokal.

Namun, keberhasilan bisnis wisata sangat bergantung pada lokasi.

Tempat usaha yang berada di jalur perjalanan wisatawan memiliki karakter pasar berbeda dengan usaha yang berada di pusat permukiman. Begitu pula bisnis yang mengandalkan kunjungan spontan dengan bisnis yang konsumennya memang sengaja datang.

Konsep ini membuat destination traffic menjadi penting.

Pengunjung yang menuju destinasi tertentu mungkin tidak melewati seluruh kawasan bisnis. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami rute, titik berhenti, pusat keramaian dan pola perjalanan konsumen.

Dalam konteks ekonomi Jambi, diversifikasi aktivitas ekonomi juga menjadi penting karena pertumbuhan provinsi masih sangat berkaitan dengan sektor-sektor berbasis komoditas. Pada 2025, transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, sementara ekonomi provinsi tumbuh 4,93 persen.

Pengembangan bisnis wisata dapat memperpanjang rantai nilai ekonomi lokal apabila pengunjung tidak hanya datang, tetapi juga berbelanja, makan, menginap dan menggunakan jasa lokal.

Karena itu, bagi pengusaha di Kerinci, pertanyaan tentang lokasi bukan sekadar “ramai atau tidak?”

Pertanyaannya adalah: “Apakah lokasi ini berada di jalur pergerakan konsumen yang memang menjadi target bisnis?”

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Pegadaian Ambruk Lagi! Galeri24 hingga UBS Kompak Turun

    Harga Emas Pegadaian Ambruk Lagi! Galeri24 hingga UBS Kompak Turun

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kembali mengalami penurunan. Tiga jenama logam mulia yang banyak diburu masyarakat, yakni Galeri24, Antam, dan UBS, kompak terkoreksi pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tercatat sebesar Rp2.657.000 per gram. Harga tersebut turun cukup dalam dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di […]

  • Pemerintah Tegaskan Produk AS Masuk Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal

    Pemerintah Tegaskan Produk AS Masuk Indonesia Tetap Wajib Sertifikasi Halal

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan bahwa produk asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia tetap wajib memenuhi ketentuan sertifikasi halal, khususnya untuk kategori makanan dan minuman. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik terkait perjanjian dagang antara Indonesia dan AS. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa tidak […]

  • beras selundupan

    Setelah Aceh, Terungkap 40 Ton Beras Impor Selundupan Masuk ke Batam

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Belum lagi terungkap otak di balik impor ilegal beras dari Thailand ke Aceh, kasus serupa kembali terungkap. Kali ini sebanyak 40 ton beras impor ilegal masuk ke Batam. “Tadi malam ada laporan dari Batam, melalui (aplikasi) lapor Pak Amran menyampaikan bahwasannya ada beras yang sandar. Sandarnya jam 11 malam,” kata Menteri Pertanian Amran […]

  • Koperasi Desa Merah Putih Akan Kelola Tambang Timah Rakyat, Solusi Pemerintah Atasi Tambang Ilegal di Babel

    Koperasi Desa Merah Putih Akan Kelola Tambang Timah Rakyat, Solusi Pemerintah Atasi Tambang Ilegal di Babel

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah membuka peluang bagi pengelolaan tambang timah rakyat melalui Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih, sebagai langkah strategis menata ulang dan menertibkan tambang ilegal di Bangka Belitung (Babel). Skema ini diharapkan menjadi solusi adil bagi penambang rakyat sekaligus memperkuat perekonomian desa. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan semangat […]

  • Hari Kartini, Harga Cabai Rawit di Pasar Angso Duo Capai Rp60.000 per Kg

    Hari Kartini, Harga Cabai Rawit di Pasar Angso Duo Capai Rp60.000 per Kg

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Selasa (21/4/2026). Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Sejumlah bahan pokok utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih berada pada kisaran harga normal. Untuk komoditas […]

  • Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

    Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog mengambil langkah langsung dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan 2026 dan Idulfitri. Bulog berencana membangun kios khusus di ratusan pasar tradisional sebagai perpanjangan tangan distribusi stok pangan ke pengecer. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan tersebut ditempuh setelah hasil inspeksi pasar menunjukkan adanya indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas, […]

expand_less