Kerinci dan Ekonomi Pariwisata: Ketika Lokasi Bisnis Mengikuti Pergerakan Pengunjung
- account_circle say say
- calendar_month 28 menit yang lalu
- print Cetak

Kota Sungai Penuh. yang di di apit kabupaten Kerinci.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pariwisata menciptakan jenis traffic yang berbeda dari aktivitas perdagangan harian. Konsumen datang bukan hanya untuk membeli kebutuhan, tetapi karena memiliki tujuan perjalanan. Karakter tersebut membuat lokasi bisnis di daerah wisata membutuhkan pendekatan berbeda.
Kabupaten Kerinci memiliki potensi ekonomi yang berkaitan dengan pertanian, perkebunan dan pariwisata. Dari sisi indikator harga, Kerinci juga menjadi salah satu wilayah yang perlu diperhatikan. BPS mencatat inflasi Kerinci pada Desember 2025 mencapai 5,52 persen secara tahunan.
Bagi pelaku usaha, pariwisata menciptakan peluang pada sektor yang berkaitan dengan konsumsi pengunjung: makanan dan minuman, oleh-oleh, penginapan, transportasi, jasa perjalanan hingga produk lokal.
Namun, keberhasilan bisnis wisata sangat bergantung pada lokasi.
Tempat usaha yang berada di jalur perjalanan wisatawan memiliki karakter pasar berbeda dengan usaha yang berada di pusat permukiman. Begitu pula bisnis yang mengandalkan kunjungan spontan dengan bisnis yang konsumennya memang sengaja datang.
Konsep ini membuat destination traffic menjadi penting.
Pengunjung yang menuju destinasi tertentu mungkin tidak melewati seluruh kawasan bisnis. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami rute, titik berhenti, pusat keramaian dan pola perjalanan konsumen.
Dalam konteks ekonomi Jambi, diversifikasi aktivitas ekonomi juga menjadi penting karena pertumbuhan provinsi masih sangat berkaitan dengan sektor-sektor berbasis komoditas. Pada 2025, transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, sementara ekonomi provinsi tumbuh 4,93 persen.
Pengembangan bisnis wisata dapat memperpanjang rantai nilai ekonomi lokal apabila pengunjung tidak hanya datang, tetapi juga berbelanja, makan, menginap dan menggunakan jasa lokal.
Karena itu, bagi pengusaha di Kerinci, pertanyaan tentang lokasi bukan sekadar “ramai atau tidak?”
Pertanyaannya adalah: “Apakah lokasi ini berada di jalur pergerakan konsumen yang memang menjadi target bisnis?”
- Penulis: say say
