Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia dibuka menguat pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Lonjakan dipimpin indeks Kospi yang melesat lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa utama kawasan. Indeks Hang Seng naik 1,4 persen, sementara Taiex melonjak 2,65 persen. Di sisi lain, ASX 200 hanya menguat tipis 0,07 persen.

Di Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times naik 0,55 persen dan FTSE Bursa Malaysia KLCI menguat 0,13 persen.

Reli pasar terjadi di tengah meredanya kekhawatiran investor atas konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Sentimen positif muncul setelah Washington mengumumkan operasi pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai “Proyek Kebebasan”, yang bertujuan membebaskan kapal-kapal sipil yang terjebak akibat konflik di kawasan.

Komando militer AS menyatakan operasi ini melibatkan kapal perusak, lebih dari 100 pesawat, serta sekitar 15.000 personel militer. Langkah tersebut dinilai pasar sebagai upaya meredakan gangguan rantai pasok energi global.

Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas. Harga minyak mentah terkoreksi meski masih bertahan di atas level psikologis US$100 per barel. Kontrak West Texas Intermediate turun 0,59 persen ke US$101,34 per barel. Sementara Brent melemah 0,27 persen ke US$107,88 per barel.

Di sisi lain, pasar global tetap mencermati arah kebijakan dan pergerakan Wall Street. Indeks saham AS sebelumnya mencatat rekor baru, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level tertinggi sepanjang masa.

Namun, tidak semua indeks menguat. Dow Jones Industrial Average justru terkoreksi tipis, mencerminkan rotasi sektor di pasar.

Pasar Jepang dan China tidak beroperasi karena libur nasional, sehingga volume transaksi regional relatif lebih tipis dari biasanya.

Analis menilai penguatan ini masih rentan. Ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda, sementara volatilitas harga energi tetap menjadi faktor utama yang dapat membalikkan arah pasar dalam waktu singkat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

    Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Mata uang Garuda turun 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali naik di pasar global. […]

  • RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

    RI Kehilangan Nilai Tambah dari Biji Kakao, Kualitas Rendah Dinikmati Negara Lain

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kualitas biji kakao Indonesia masih tertinggal dibandingkan produsen kakao global, sehingga nilai tambah hilang dan keuntungan pengolahan dinikmati negara lain. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian, menyebut hanya sekitar 10% biji kakao yang difermentasi dengan baik. Akibat rendahnya fermentasi, mutu biji kakao tidak memenuhi standar pembeli premium, […]

  • Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

    Bank Dunia Soroti Dominasi BUMN, Minta RI Lebih Terbuka di Rantai Pasok Global

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Bank Dunia menilai Indonesia perlu lebih terbuka terhadap perdagangan global agar tidak semakin tertinggal dalam rantai pasok manufaktur dunia. Lembaga tersebut juga menyoroti dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai menghambat kompetisi dan reformasi ekonomi. Chief Economist of the East and Pacific Region World Bank Aaditya Mattoo mengatakan, kebijakan perdagangan Indonesia yang […]

  • Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian […]

  • Daftar 19 Kereta Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

    Daftar 19 Kereta Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan sedikitnya 19 perjalanan kereta api jarak jauh menyusul kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya 13 perjalanan yang sempat diumumkan pada pagi hari. Penyesuaian dilakukan seiring proses penanganan korban, investigasi, […]

  • Kejagung Selidiki Dugaan Keuntungan Harian Rp6 Juta dari Program MBG

    Kejagung Selidiki Dugaan Keuntungan Harian Rp6 Juta dari Program MBG

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • 0Komentar

    JBCNEWS.ID – Kejaksaan Agung menelusuri dugaan aliran dana dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut Dadan dan pihak terkait diduga ikut menikmati insentif harian yang dialokasikan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Kurang lebih yang Rp6 […]

expand_less