Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Mata uang Garuda turun 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali naik di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, indeks dolar tercatat menguat 0,14 persen ke posisi 99.052.

Penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Selain itu, sentimen global terkait kondisi ekonomi dan geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat seiring Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa.

Mengutip Anadolu, Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran karena beberapa negara di kawasan tersebut memberitahu bahwa mereka yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya hampir tercapai.

Trump mengatakan dirinya diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lain yang tak disebutkan namanya untuk menunda serangan karena mereka berpikir hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkap Lukman.

Menurut dia, salah satu penyebab potensi BI memutuskan kenaikan suku bunga ialah meningkatnya imbal hasil obligasi AS. “Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vespa Officina 8 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Keistimewaan Varian Spesialnya

    Vespa Officina 8 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Keistimewaan Varian Spesialnya

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Vespa kembali menghadirkan varian edisi khusus untuk para pencinta skuter klasik di Tanah Air. Melalui edisi Officina 8, PT Piaggio Indonesia membawa sentuhan sejarah dan desain eksperimental khas Italia ke dalam dua model andalannya, Vespa Sprint 150 dan Vespa GTV 300 HPE. PT Piaggio Indonesia resmi meluncurkan Vespa Officina 8 Edition di Indonesia. […]

  • Perak Antam Melejit! Harga Tembus Rp50 Ribu per Gram Hari Ini

    Perak Antam Melejit! Harga Tembus Rp50 Ribu per Gram Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kilau logam mulia tak hanya datang dari emas. Harga perak murni produksi Antam kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Berdasarkan data yang diperoleh jambisnis.com dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini melonjak Rp900 dan kini bertengger di level Rp50.050 per gram. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa minat pasar […]

  • Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

    Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) optimistis industri konstruksi nasional akan kembali bergairah pada 2026. Perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp20 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar dan restrukturisasi keuangan yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa target tersebut tengah dibahas dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran […]

  • Penyebab Rupiah Melemah Kian Kompleks, Dollar Tembus Rp18.000 dan Tekanan Belum Reda

    Penyebab Rupiah Melemah Kian Kompleks, Dollar Tembus Rp18.000 dan Tekanan Belum Reda

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga menembus kisaran Rp18.000 per dolar AS, dan berbagai penyebab rupiah melemah kini menjadi perhatian serius pelaku pasar. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan tekanan eksternal, tetapi juga memperlihatkan tantangan domestik yang belum sepenuhnya teratasi. Para analis menilai, kombinasi faktor global dan internal menjadi rangkaian […]

  • Lippo Cikarang (LPCK) Raup Marketing Sales Rp491 Miliar Q1 2026, Melonjak 52%

    Lippo Cikarang (LPCK) Raup Marketing Sales Rp491 Miliar Q1 2026, Melonjak 52%

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Lippo Cikarang Tbk mencatatkan kinerja awal tahun yang positif. Perusahaan properti ini membukukan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp491 miliar sepanjang kuartal I 2026, atau tumbuh 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut setara dengan 29 persen dari target marketing sales perseroan sepanjang 2026 yang dipatok Rp1,7 triliun. Direktur LPCK, […]

  • Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 100 Persen, Nilainya Nihil pada Juni 2026

    Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 100 Persen, Nilainya Nihil pada Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja ekspor Provinsi Jambi mengalami tekanan pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor batu bara pada periode tersebut nihil atau turun 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, nilai ekspor batu bara Jambi masih mencapai US$2,44 juta. Namun, pada Juni 2026, tidak ada nilai ekspor batu bara […]

expand_less