Jumat, 12 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Mata uang Garuda turun 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali naik di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, indeks dolar tercatat menguat 0,14 persen ke posisi 99.052.

Penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Selain itu, sentimen global terkait kondisi ekonomi dan geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat seiring Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa.

Mengutip Anadolu, Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran karena beberapa negara di kawasan tersebut memberitahu bahwa mereka yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya hampir tercapai.

Trump mengatakan dirinya diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lain yang tak disebutkan namanya untuk menunda serangan karena mereka berpikir hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkap Lukman.

Menurut dia, salah satu penyebab potensi BI memutuskan kenaikan suku bunga ialah meningkatnya imbal hasil obligasi AS. “Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Freeport Lepas 12% Saham untuk Indonesia, Ajukan Perpanjangan Kontrak Tambang Kuartal IV 2025

    Freeport Lepas 12% Saham untuk Indonesia, Ajukan Perpanjangan Kontrak Tambang Kuartal IV 2025

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc. (FCX), mengonfirmasi akan melepas 12% saham tambahan di PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pihak Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari syarat untuk mendapatkan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah kontrak saat ini berakhir pada 2041. Presiden dan CEO FCX, Kathleen Quirk, mengatakan bahwa setelah […]

  • Harga Sembako di Jambi Terbaru 28 Januari 2026, Cabai Naik hingga 14 Persen

    Harga Sembako di Jambi Terbaru 28 Januari 2026, Cabai Naik hingga 14 Persen

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Rabu (28/1/2026). Meski demikian, beberapa komoditas hortikultura, khususnya cabai, mengalami kenaikan harga dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil tercatat naik masing-masing sebesar 14,29 persen menjadi Rp […]

  • IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan

    IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam pada perdagangan sesi I, Kamis, 30 April 2026. Indeks ditutup melemah 174,67 poin atau 2,46% ke level 6.926,54. Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 618 saham turun, hanya 95 saham menguat, dan 98 saham bergerak stagnan. Pelemahan merata di seluruh sektor, menandakan sentimen negatif yang luas di […]

  • Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai rencana redenominasi rupiah tidak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pihaknya mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan tersebut. Dony mengatakan, kebijakan pemerintah selalu melalui proses pertimbangan yang matang dan bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, para pelaku usaha tidak perlu merasa […]

  • Danantara Resmi Akuisisi Hotel dan Lahan di Mekkah

    Danantara Resmi Akuisisi Hotel dan Lahan di Mekkah

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan telah meneken perjanjian dengan Thakher Development Company terkait rencana pengambilalihan aset perhotelan dan properti yang berada di kawasan Thakher City, Mekkah, Arab Saudi. Kawasan Thakher City sendiri merupakan proyek pengembangan terpadu yang berlokasi sekitar 2,5 kilometer dari Masjid Al-Haram, Mekkah. Dalam pernyataannya di Jakarta, CEO […]

  • Sepatu Bata (BATA) Resmi Setop Produksi Alas Kaki, Rugi Rp40 Miliar

    Sepatu Bata (BATA) Resmi Setop Produksi Alas Kaki, Rugi Rp40 Miliar

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    Emiten industri alas kaki legendaris, PT Sepatu Bata Tbk (BATA), resmi menghentikan kegiatan usaha di bidang industri alas kaki untuk kebutuhan sehari-hari. Keputusan strategis ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025. Langkah mengejutkan datang dari merek sepatu legendaris Indonesia. Setelah hampir satu abad beroperasi, Sepatu Bata (BATA) resmi […]

expand_less