Selasa, 19 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month 27 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Mata uang Garuda turun 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali naik di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, indeks dolar tercatat menguat 0,14 persen ke posisi 99.052.

Penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Selain itu, sentimen global terkait kondisi ekonomi dan geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat seiring Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa.

Mengutip Anadolu, Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran karena beberapa negara di kawasan tersebut memberitahu bahwa mereka yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya hampir tercapai.

Trump mengatakan dirinya diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lain yang tak disebutkan namanya untuk menunda serangan karena mereka berpikir hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkap Lukman.

Menurut dia, salah satu penyebab potensi BI memutuskan kenaikan suku bunga ialah meningkatnya imbal hasil obligasi AS. “Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 14 Orang

    Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 14 Orang

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang hingga Selasa pagi, 28 April 2026. Selain itu, sebanyak 84 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Direktur Utama PT Kereta […]

  • Tanker Thailand-Malaysia Lolos dari Selat Hormuz, Indonesia dan AS Masih Tertahan

    Tanker Thailand-Malaysia Lolos dari Selat Hormuz, Indonesia dan AS Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah kapal tanker minyak milik Indonesia hingga kini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui proses evakuasi kapal kargo minyak Indonesia dari jalur strategis tersebut tidak mudah. “Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa […]

  • Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Sempat turun sehari sebelumnya, kini harga emas Antam terpantau naik lagi. Dikutip dari laman Logam Mulia, Kamis (26/2/2p026), emas Antam melesat Rp16.000 ke level Rp3.039.000 per gram dari sebelumnya Rp3.023.000. Selain itu, harga buyback emas Antam juga ikut melesat. Hari ini harga buyback emas Antam bertambah Rp 16.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam […]

  • Harga Sembako Jambi Hari Ini: Cabe Rawit Merah Tembus Rp 65.000 per Kg

    Harga Sembako Jambi Hari Ini: Cabe Rawit Merah Tembus Rp 65.000 per Kg

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan pembaruan Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) pada Senin (26/1/2026). Meski demikian, sejumlah komoditas cabai mengalami kenaikan harga. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat cabe rawit merah mengalami kenaikan sebesar 23,08 persen menjadi Rp 65.000 per kilogram. Sementara […]

  • Stasiun KRL Termegah Jatake Tangerang Resmi Beroperasi Januari 2026, Mampu Layani 20 Ribu Penumpang per Hari

    Stasiun KRL Termegah Jatake Tangerang Resmi Beroperasi Januari 2026, Mampu Layani 20 Ribu Penumpang per Hari

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Stasiun KRL Jatake yang digadang-gadang sebagai stasiun KRL termegah di Tangerang, Banten, dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026. Kehadiran stasiun baru ini diharapkan memperkuat layanan transportasi publik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat di kawasan penyangga Jakarta. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan, pembangunan Stasiun Jatake yang berada di lintas Tanah […]

  • Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah

    Agrinas Impor Mahindra Scorpio Pikup, Diklaim Tangguh “Minum” Bio Solar Kualitas Rendah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara memastikan pikap impor asal India yang akan digunakan untuk operasional Koperasi Merah Putih dirancang tangguh menghadapi berbagai kondisi bahan bakar di Indonesia, termasuk Bio Solar dengan kualitas yang kurang baik. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan spesifikasi mesin menjadi salah satu pertimbangan utama […]

expand_less