Rumah Makin Terjangkau! Skema KPR 40 Tahun Tekan Cicilan ke Rp700 Ribuan
- account_circle -
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Sejumlah asosiasi pengembang perumahan memberikan dukungan penuh terhadap skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 40 tahun.
Kebijakan ini dinilai strategis untuk memperluas akses Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki hunian layak sekaligus menekan angka backlog perumahan nasional.
Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto, menyatakan bahwa tenor panjang merupakan langkah konstruktif untuk mengatasi backlog perumahan yang saat ini diperkirakan mencapai 9,9 juta hingga 15 juta unit. Menurutnya, durasi pinjaman yang lebih lama secara otomatis akan meringankan beban pengeluaran bulanan masyarakat.
“Panjangnya tenor ini akan menurunkan angsuran, sehingga semakin banyak masyarakat untuk bisa mengakses rumah itu,” ujar Joko dilansir dari Antara, Selasa (19/5/2026).
Senada dengan REI, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Ari Tri Priyono, mengungkapkan bahwa skema ini memberikan dampak signifikan pada nilai cicilan. Ia memberikan ilustrasi penurunan angka kredit yang cukup tajam bagi konsumen.
“Yang dulu angsurannya Rp1,1 juta sampai Rp1,2 juta, ketika 40 tahun tinggal Rp700 ribuan,” kata Ari.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menjelaskan bahwa skema ini dirancang khusus untuk menjangkau pekerja dengan pendapatan rendah, termasuk sektor pertanian yang rata-rata penghasilannya berada di angka Rp2,43 juta per bulan. Dengan cicilan di angka Rp700 ribuan, beban kredit hanya memakan sekitar 30-33% dari pendapatan mereka.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa tenor 40 tahun ini akan menjadi salah satu opsi fleksibel bagi masyarakat. “Nanti tetap dikasih pilihan masyarakat apakah mau 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun sampai 40 tahun,” pungkasnya.
Pemerintah sendiri menargetkan pembiayaan 350 ribu unit rumah subsidi melalui program FLPP pada tahun 2026.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua

